Dukung Petani Kendeng, AGRA Minta Jokowi Pastikan Pabrik Semen Berhenti Operasi
Senin, 14 November 2016 21:36 WIBTRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWANPetani Rembang 
melakukan aksi protes dengan mendirikan tenda perjuangan di depan Istana 
Merdeka, Jakarta, Kamis (28/7/2016). Aksi ini merupakan aksi lanjutan untuk 
memprotes pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah. 
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Aliansi Gerakan Reforma 
Agraria (AGRA), menyatakan dukungannya terhadap petani Kendeng, Kabupaten 
Rembang, Jawa Tengah, yang melawan pembangunan tambang dan pendirian perusahaan 
semen milik PT Semen Indonesia.Sekretaris Jenderal AGRA, Mohamad Ali, seperti 
dalam pers rilis yang diterima redaksi Tribunnews.com, Senin (14/11/2016), 
menilai pembangunan tambang semen tersebut akan menghancurkan kehidupan sosial 
maupun alam di pegunungan kendeng. Untuk diketahui, AGRA merupakan organisasi 
massa tingkat nasional bagi petani, nelayan, petani penggarap serta pemukim di 
hutan, dan masyarakat adat minoritas."Perjuangan petani Kendeng, yang tergabung 
dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK), sudah cukup 
panjang. Aksi dan kampanye terus dilancarkan, mulai menggunggat kepengadilan, 
rapat akbar, hingga aksi menyemen kaki di depan istana. Tentu saja lobi dan 
hearing kepada lembaga-lembaga pemerintah sudah berkali-kali dilakukan. Tapi, 
pemerintah belum mau peduli," tegas Mohamad Ali, Senin (14/11/2016).Karenanya 
pula, sambung Ali, sangat wajar bila ratusan petani Kendeng kembali mendatangi 
Makamah Agung (MA), Senin hari ini.Rilis
AGRA Dukung Warga KendengJakarta, 14/11/16. Pimpinan Pusat Aliansi Gerakan 
Reforma Agraria (AGRA), memberikan dukungan penuh atas perjuangan para petani 
Kendeng dalam melawan pembangunan tambang dan pendirian Perusahaan Semen, 
karena akan akan menghancurkan kehidupan di sekitar Gunung kendeng.Perjuangan 
para petani Gunung kendeng, yang saat ini tergabung dalam Jaringan Masyarakat 
Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) sudah cukup panjang, aksi dan kampanye terus 
dilancarkan, mulai menggunggat kepengadilan, Rapat akbar, hingga aksi menyemen 
kaki di depan istana. Tentusaja lobi dan hearing kepada lembaga-lembaga 
pemerintah sudah berkali-kali dilakukan.Hari ini, senin 14/11/16, ratusan 
petani gunung kendeng kembali mendatangi Makamah Agung untuk mengawal, 
Peninjaun Kembali atas kasus semen Rembang dan mengawal kasasi yang dilakukan 
oleh warga Pati atas Gugatan pendirian PT. Sahabat Mulya sejati (SMS).AGRA 
sebagai Organisasi massa (Ormas) tingkat Nasional yang beranggotakan petani, 
nelayan, sukubangsa minorotas, petani penggarap dan pemukim di hutan, melalui 
sekertaris Jenderlanya (Mohamad Ali) menyampaikan dukungan penuh atas segala 
usaha para petani sekitar gunung kendeng untuk menolak pertamangan dan 
operasinya PT. Semen. Agra menila pertambangan kars yang dilakukan di sekitaran 
gunung kendeng akan mematikan kehidupan, petani akan tersingkir dan tidak dapat 
bertani, sumber penghidupan terutama air dari kedeng akan hancur, tentusaja 
Kerusakan lingkungan adalah dampak yang tidak mungkin dihindari akibat 
pertambangan dan pembangunan pabrik semen.Lanjut Ali, perjuangan panjang warga 
Kendung telah banyak memetik capaian, dan ini patut untuk menjadi pembelajaran 
dan perbaikan dalam melanjutkan perjuangan ataupun menjadikan inspirasi bagi 
kaum tani ditempat lainya dalam berjuang. Kemenangan gugatan warga di 
pengadilan adalah capain yang baik, namun tentusaja kita harus menyadari 
kenyatan bagaimana system hukum di Indonesia dan bagaimana hukum tajam kebawah 
dan tumpul keatas adalah kenyatan sehari-hari yang diraakan dan disaksikan oleh 
rakyat.Pengalaman serupa dialami oleh para petani di 8 desa di Kecamatan Kubu, 
Kabupaten Kuburaya Kalimantan Barat, yang berkonflik dengan PT. Sintang Raya, 
dimana Warga berhasil memenangkan gugatan atas HGU PT. Sintang Raya hingga 
berkekuatan hukum tetap, karena Peninjauan Kembali PT Sintang Raya ditolak oleh 
Makamah Agung. Namun demikian hingga saat ini perusahaan masih tetap beroperasi 
dan terus melakukan peramppasan tanah milik warga, meraka juga masih memiliki 
kemampuan dalam mengkriminalisasi petani yang terus dengan gagah berani 
melakukan perjuangan, saat ini perjuangan mereka masir berlangsung.Dua 
pengalaman perjuangan di Kendeng dan juga di Kalimantan Barat tentusaja 
memberikan pelajaran bagi kita, bahwa hukum tidak dapat menjadi sandaran penuh 
dalam berjuang kemenangan kemangan yang dilakukan oleh rakyat dalam ranah hukum 
formil adalah dasar pengat dari perjuangan rakyat, oleh karenanya Rakyat harus 
terus memperkuat perjuanganya dengan memiliki persatuan yang kuat, besar dan 
mendapatkan dukungan luas, oleh karenanya dalam perjuangan petani Kendeng AGRA 
menyatakan diri menjadi bagian dan mendukung perjuangan kaum tani disekitar 
gunung kendeng.Atas perjuangan petani kendeng, AGRA menuntut kepada Jokowi 
untuk menghormati produk hukum dari pemerintahan sendiri, dengan memerintahkan 
semua pihak terkit, dalam hal ini perusahaan pertamabangan, Bupati dan Gubernur 
agar menjalankan putusan pengadilan dengan menghentikan segala kegiatan 
pertambangan kras di sekitaran kendeng dan membatalkan izin pendirian perusahan 
semen.Kami juga menuntut kepada Perusahaan dan termasuk Gubernur Jawa tengah 
untuk bertanggungjawan atas kerugian petani akibat operasinya pertambangan.Kami 
menyerukan kepada seluruh organisai AGRA di semua wilayah terutama AGRA 
provinsi Jawa tengah untuk memberikan dukungan dan solidaritas kepada petani 
kendeng yang sampai hari ini terus berjuang.
Salam hormat
Mohamad Ali
082120135553

Kirim email ke