http://www.eramuslim.com/suara-langit/penetrasi-ideologi/media-kufar-bakal-juluki-al-mahdi-teroris.htm#.WC0_EMm7kt4

Media Kufar Bakal Juluki Al Mahdi : Teroris
Redaksi – Kamis, 17 Safar 1438 H / 17 November 2016 10:40 WIB


Sebagian orang masih bertanya-tanya apa perlunya seorang Muslim memahami 
tanda-tanda Akhir Zaman? Ia tidak menyadari bahwa kejahilan atau 
ketidak-pedulian seseorang akan tanda-tanda tersebut bisa berakibat fatal bagi 
kehidupannya.

Misalnya, masalah datangnya Imam Mahdi. Sebagaimana disebutkan di dalam banyak 
hadits, Nabi Muhammad shollallahu ‘alaih wa sallam telah memprediksi akan 
diutusnya seorang lelaki yang bakal menjadi pemimpin ummat Islam di Akhir 
Zaman. Lelaki ini akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah tadinya dipenuhi 
dengan kezaliman dan kesewenang-wenangan. Artinya, ia akan menjadi panglima 
kaum muslimin dalam mengalihkan kehidupan dewasa ini di babak keempat –yakni 
babak kepemimpinan Mulkan Jabriyyan (para penguasa diktator)- menuju ke babak 
kelima –yakni babak tegaknya kembali khilafatun ‘ala minhaj an-Nubuwwah 
(ke-Khalifahan yang mengikuti metode Kenabian). Ia akan mengajak kita 
meninggalkan sistem jahiliyyah modern penuh kezaliman menuju sistem Islam penuh 
keadilan di penghujung umur dunia fana menjelang hari Kiamat.

لَوْلَمْيَبْقَمِنْالدُّنْيَاإِلَّايَوْمٌلَطَوَّلَاللَّهُذَلِكَالْيَوْمَحَتَّىيَبْعَثَفِيهِرجلمِنْأَهْلِبَيْتِييُوَاطِئُاسْمُهُاسْمِيوَاسْمُأَبِيهِاسْمُأَبِييَمْلَأُالْأَرْضَقِسْطًاوَعَدْلًاكَمَامُلِئَتْظُلْمًاوَجَوْرًا

“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah ta’aala akan panjangkan hari 
tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa 
namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan 
kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan 
penganiayaan.” (HR Abu Dawud 9435)

Dari hadits di atas sebagian Ulama menyimpulkan bahwa Imam Mahdi akan memiliki 
nama Muhammad bin Abdullah. Sebab kata Nabi namanya mirip nama Nabi shollallahu 
‘alaih wa sallam sedangkan nama ayahnya mirip nama ayah Nabi shollallahu ‘alaih 
wa sallam . Itulah sebabnya para pejuang Palestina, khususnya kelompok Hamas 
mempunyai slogan perjuangan yang berbunyi:

خيبرخيبريايهودجيشمحمدسوفيعود

“Wahai kaum Yahudi, Khaibar, Khaibar… Pasukan Muhammad pasti akan kembali.”

Khaibar merupakan nama sebuah benteng kokoh bangsa Yahudi yang berhasil dijebol 
dan dihancurkan oleh pasukan Islam di masa lampau sekian belas abad yang lalu. 
Pasukan Hamas seringkali melaungkan semboyan di atas untuk menggentarkan fihak 
pasukan Zionis Yahudi. Agar kaum Yahudi ingat selalu bahwa sekuat apapun 
benteng mereka sesungguhnya semua kekuatan itu akan bisa dihancurkan oleh 
pasukan Islam bila dikehendaki Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 
Selanjutnya pasukan Islam mengingatkan bahwa “pasukan Muhammad” pasti akan 
datang kembali untuk membuat perhitungan. Dan istilah “Pasukan Muhammad” 
mengisyaratkan ke masa lampau, yaitu pasukan pengikut Nabi Muhammad shollallahu 
‘alaih wa sallam , dan sekaligus ke masa yang akan datang, yaitu pasukan 
pengikut Muhammad bin Abdullah lelaki yang kelak datang berpredikat Imam Mahdi…!

Jika seorang Muslim tidak memiliki kecukupan pengetahuan mengenai Imam Mahdi, 
bisa saja fihak musuh-musuh Islam mempromosikan seorang Imam Mahdi gadungan ke 
pentas dunia. Lelaki tersebut mengaku bernama Muhammad bin Abdullah. Media 
milik kaum kuffar kemudian mengorbitkannya sedemikian rupa sebagai lelaki yang 
pantas memimpin ummat Islam, padahal ia adalah Imam Mahdi palsu yang akan 
menyesatkan ummat Islam, terutama generasi mudanya. Lalu berbondong-bondonglah 
ummat Islam mem-bai’atnya padahal ia akan menyesatkan setiap muslim dari jalan 
lurus yang diridhai Allah.

Sebaliknyapun demikian. Pada saat Imam Mahdi yang sejati telah datang, media 
kaum kuffar segera memberikan label seperti teroris, ekstrimis dan sejenisnya. 
Lalu setiap Muslim yang bodoh dan tidak pernah mempelajari hadits-hadits 
mengenai kemunculan dan kriteria Imam Mahdi segera mencapnya sebagaimana 
diinginkan oleh media kuffar tersebut. Akhirnya jangankan si Muslim tadi 
berbai’at dengan Imam Mahdi, malah sebaliknya ia akan mendaftarkan dirinya ke 
dalam pasukan yang siap memerangi Al-Mahdi. Padahal Rasulullah shollallahu 
‘alaih wa sallam jelas-jelas memerintahkan setiap orang beriman di Akhir Zaman 
untuk mempersiapkan diri menghadapi kedatangan Imam Mahdi. Dan bilamana 
kedatangannya sudah nyata Rasulullah shollallahu ‘alaih wa sallam memerintahkan 
kita untuk segera mendaftarkan diri ke dalam pasukannya betapapun sulitnya 
keadaan ketika itu.

فَإِذَارَأَيْتُمُوهُفَبَايِعُوهُوَلَوْحَبْوًاعَلَىالثَّلْجِ

“Ketika kalian melihatnya (Imam Mahdi) maka ber-bai’at-lah dengannya walaupun 
harus merangkak-rangkak di atas salju.” (HR Ibnu Majah 4074)

Bila seorang Muslim pengetahuannya cuma sebatas bahwa Imam Mahdi bernama 
Muhammad bin Abdullah, maka tentunya dengan mudah fihak musuh akan 
mempermainkan pengetahuannya yang terbatas itu untuk mengorbitkan Imam Mahdi 
palsu. Ia tidak cukup rajin untuk mempelajari hadits-hadits lainnya soal Imam 
Mahdi agar ia memiliki pemahaman yang relatif utuh.

Lalu si Muslim tadi malah akan berseberangan jalan dengan Imam Mahdi yang 
sebenarnya karena terbiasa mengikuti kemauan para penguasa diktator yang sedang 
digdaya di zaman penuh fitnah dewasa ini. Bila media penguasa diktator 
menjuluki Imam Mahdi yang asli sebagai teroris, maka si Muslim pandir tadipun 
akan membeo dengan menjuluki Imam Mahdi sebagai teroris. Bahkan ia akan penuh 
kesungguhan turut berfihak kepada kelompok yang memerangi Imam Mahdi dengan 
dalih sedang menjalankan proyek mulia “War on Terror.”

Saudaraku, sungguh merugilah barangsiapa yang menganggap remeh pemahaman akan 
tanda-tanda Akhir Zaman. Padahal hari demi hari berlalu sedangkan tanda demi 
tanda semakin tersingkap di hadapan kita bersama. Bersiap-siagalah, saudaraku. 
Segeralah belajar mumpung masih ada waktu. Jangan sia-siakan umur padahal 
Kiamat semakin dekat…!

Ustad Ihsan Tanjung

Kirim email ke