Tidakkah makin lama makin jelas kepada siapa "pembangunan" Jokowi mengabdi? 
Berulang kali kita dihadapkan pada kenyataan baik penduduk desa maupun kota 
digusur dan disingkirkan demi "pembangunan" yang selalu didukung oleh para 
pengikut Jokowi. Masih kurang bukti bahwa Jokowi jadi presiden dengan dukungan 
kaum Oligarki, kaum pemodal/pengembang dan militer? Kalau tidak didukung 
mereka, hasil pemilu bisa saja disabot seperti sudah terjadi dengan Megawati 
ketika PDI-P memenangkan Pemilu.

Kabar Pagi dari Sukamulya Kertajati Majalengka Jawa Barat.Aparat kepolisian 
yang akan mengawal pengukuran lahan di desa Sukamulya untuk pembangunan Bandara 
Internasional Jawa Barat (BIJB).Pagi ini, Warga desa suka mulya bersiap untuk 
mempertahankan tanah, karena tidak ada musyawarah mufakat dalam pembebasan 
Lahan. Belajar dari pengakaman sebelumnya dibarbagai tempat, situasi ini akan 
sangat rentan terjadi kekerasan terhadap warga.Oleh karenanya warga Sukamulya 
mengundang dukungan semua pihak untuk mengirimkan pesan dukungan aebagai 
berikut:Bapak Gubernur Jabar (atau Kapolres Majalengka) Harap segera hentikan 
rencana pengukuran dan penggusuran paksa Desa Sukamulya a.n. proyek pembangunan 
BIJB Kertajati, kami meminta pemerintah untuk menggunakan pendekatan yang 
demokratis dan tidak dengan cara cara kekerasan, oleh karenaya kami menuntut 
Segera tarik mundur aparat gabungan kepolisian dan Satpol PP dari Desa 
Sukamulya (Nama/Organisasi)Tujukan kepada:Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan: 
0816 1870 186 dan 0811165201
Kapolres Majalengka, AKBP. Mada Roostanto: 081381663506

Majalengka 17/11/16.
Warga desa Sukamulya mulai bergerak menyusuri sawah sawah sumber penghidupan 
mereka selama ini

Mereka akan menyambut tim pemerintah yang akan datang melakukan pengukuran dan 
mengusur tanah milik warga untuk pembangunan bandara Internasional Jawa Barat.

Mari berikan dukungan, terus perkuat persatuan Rakyat.
#stoplandgrabbing 
#stopviolation 
#fightforland
#fightforlife 
#nolandnolife


Majalengka. 17/11/16.

Meraka adalah warga desa sukamulya kecamatan kertajati kabupaten Majalengka 
Propinsi Jawa Barat.

Mereka rakyat Indonesia, tidaknkurang dari 1595 Keluarga, akan kehilangan 
tempat tinggal dan penghidupanya, swah yang sedang ditanam padi ini bisa lenyap 
dirampas oleh pemrintah demi pembangunan Bandara Internasional, mereka akan 
kehilangan tanah, kehilangan mata pencaharian, mereka akan tercerabut dari 
kehidupan sosial yang telah berpuluh puluh tahun ada.

Pemerintah merampas itu semua, tanpa memastikan hak mereka sebagai warga negara 
Republik Indonesia.


Majalengka 17/11/16.
Kondisi saat ini di Sukamulya. Warga sudah berhadap hadapan dengan Aparat 
kepolisian di sawah sumber penghidupan warga,.Ayo dukung.
Tarik pasukan kepolisian dan hentikan rencana pengukuran lahan, tempuh cara 
demokratis.
Serikat Perempuan Indonesia - Seruni berdiri bersama perempuan dan rakyat desa 
sukamulya yang saat ini sedang menolak pengukuran tanah untuk pembangunan 
bandara internasional jawa barat.Tanpa pemberitahuan dan diskusi kepada warga, 
Pengerahan lebih dari 1000 personil gabungan TNI, Polri dan Satpol PP adalah 
upaya paksa yang merendahkan hak 5.500 warga desa sukamulya.Seruni menuntut:
1. Tarik mundur pasukan pengamanan dari desa sukamulya
2. Batalkan pengukuran yang sedang dilakukan
3. Batalkan pembangunan bandara internasional jawa barat.Kami juga menyerukan 
dukungan solidaritas terhadap perjuangan rakyat sukamulya yang selama 12 tahun 
terus berjuang mempertahankan tanah dan kehidupannya.Hidup perempuan!
Hidup rakyat!

Kirim email ke