Tolak Bandara, Petani Majalengka Ditembak Gas Air Mata
Anugerah Perkasa, CNN IndonesiaKamis, 17/11/2016 13:37 WIB
Ribuan aparat gabungan diturunkan untuk melakukan pengukuran lahan di Desa 
Sukamulya, Majalengka, namun kedatangan mereka ditolak oleh warga. (Dok. 
Konsorsium Pembaruan Agraria)Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 1.500 personel 
gabungan mulai memukul mundur dan menembakkan gas air mata ke ratusan petani 
Desa Sukamulya, Kabupaten Majalengka pada hari ini terkait dengan upaya 
pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Ribuan personel gabungan itu berasal dari Polda Jawa Barat, Polres Majalengka, 
TNI dan Satpol PP,  diketahui ikut mengawal proses pengukuran lahan yang akan 
digunakan untuk pembangunan BIJB. Petani Desa Sukamulya sendiri diketahui 
menolak upaya pembangunan bandara internasional tersebut.Untung Saputra, Kepala 
Departemen Penguatan Organisasi Rakyat Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), 
menyatakan pemukulan dan penembakan itu diduga dilakukan oleh personel gabungan 
setelah negosiasi gagal dilakukan. 
Gas air mata mulai ditembakkan oleh aparat keamanan, sejak pukul 12.30 WIB.
“Masih ada penembakan gas air mata, posisi saat ini petani tersebar,” kata 
Untung yang berada di lokasi pengukuran lahan tersebut di Desa Sukamulya, Kamis 
(17/11).
Dia mengatakan dalam negosiasi, warga meminta pemerintah melakukan sosialisasi 
lebih dahulu terhadap proyek bandara tersebut. Namun, perwakilan pemerintah 
memaksa agar pengukuran lahan dilakukan pada hari ini.
Desa Sukamulya terletak di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka memiliki 
luas sekitar 735 hektare. Kawasan itu menjadi salah satu area yang akan 
digunakan untuk lahan BIJB sekitar 1.800 hektare.
Pada Agustus, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Majalengka Darmanto menuturkan 
pelaksanaan inventarisasi tanah itu dilakukan pada 9 Agustus. Tanah yang akan 
diukur di desa itu mencapai 382 bidang.

Terkait dengan penembakan gas air mata itu, CNNIndonesia mengkonfirmasi 
Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Mada Rostanto, namun panggilan itu tak 
direspons. Pesan pendek yang dikirimkan pun belum dibalas.

Dikelola BUMD
Bandara itu akan dikelola PT BIJB, satu BUMD yang dibentuk pada 2013 lalu. Tak 
hanya bandara, perusahaan itu juga akan membuat Aerocity yang diperkirakan 
dibangun di atas lahan 3.200 hektare. 
Dalam situs resminya, PT BIJB menyatakan bandara itu diproyeksikan awalnya 
untuk mengangkut sekitar 5 juta penumpang per tahun. Pembangunan itu sendiri 
dibagi tiga fase, dan tahap pertama adalah beroperasinya landasan pacu 3.500 
meter pada 2017.

Kirim email ke