Suatu Hal yang cukup real dan tak perlu terlalu diragukan oleh Para Pejabat
Politik.
------------------------------------------------------------
------------------------------------
Bagi Para Ekonom yang menguasi Bidangnya, Sudah jelas dengan APA yang
dinanamkan CYKLUS EKONOMI ( economic cycle atau Cycle of Economics)
Pertumbuhan yang terus berkelanjutan dan* atau terus menerus* hampir tidak
dikenal dalam Proces (Cyklus) Ekonomi . Yang ada dan biasa dikenal
adalah Pasang-Surutnya
suatu Pertumbuhan Ekonomi ( Flux and Reflux of Economical Growth )
T*etapi Apa yang dimaksud oleh Prof.Emil Salim **tentang Economi Growth **pada
Pokoknya dalam context ini adalah tentang ARTI dan ASPEKT SOCIAL dari
Economic Growth (Pertumbuhan Ekonomi) itu sendiri terhadap Tingkat Hidup
Ekonomi Penduduk keseluruhan-nya , yang jika Tidak dipergunakan secara
Effective oleh Penduduk atau Masyarakat , maka Pertumbuhan Ekonomi tsb **Tidak
akan ada Artinya : (** Contoh:* Ia (Prof. Emi Salim ) mencontohkan
industri rokok yang menyumbang investasi sekitar US$ 1,9 miliar. Investasi
tersebut memang dapat meningkatkan perekonomian domestik, namun dari sisi
manfaat tidak tercapai. "*Income growth* naik, tapi rokok itu kan
menghancurkan otak anak muda," ujarnya.)
*Nota bene Artinya atau Pengrtian Praktisnya ialah bhw: Pertumbuhan
Ekonomi itu (Pasaran Rokok Meningkat Tinggi > demikian juga Keuntungannya
) .*
*Yang *akan untung dan sangat sangat MENIKMATI KEUNTUNGAN TSB tidak lain
adalah :
*1.* INDUSTRI ROKOK DAN PEMILIKNYA (yang pada kenyataan sesungguhnya - IA {
Pemilik Pabrik Rokok )
- sama sekali "BUKAN PEROKOK atau TIDAK MEROKOK " *dan hanya Memproduksi
ROKOK* untuk Masyrakat Bangsa Indonesia yang *8O % adalah CONSUMER ROKOK
atau PEROKOK SERIOUS...... *
*2) Investasi ** yang besarnya sekitar US$ 1,9 miliar itu, jelas (Disamping
Investasi Lainnya) akan bisa membantu Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Negara dan Negarapun kan dapat Menikmati Hasil Pertumbuhan Eknominya > (
Masuk dalam Kas Negara dan bisa digunakan oleh Negara untuk Kebutuhan
Penduduknya dan atau untuk Tujuan Investasi dibidang atau disektor2 Ekonomi
lainnya ......... JIKA TIDAK HABIS DIKORUPT PARA PEJABAT POLITIK yang
Hobbynya Korupsi dan TUNGGU KOMISI ..... )*
*Tapi Apa Artinya Pertumbuhan Ekonomi suatu Negara ... jika PENDUDUKNYA *
* defacto **HANYA menghabisakan HASIL PERTUMBUHAN EKONOMI tsb UNTUK LEBIH
BANYAK MEMBELI *
*ROKOK (mempeng2)...ketimbang untuk membuat SIMPANAN untuk CADANGAN
HIDUPNYA DI BANK DAN ATAU DIGUNAKAN UNTUK INVESTASI LAINNYA.*
2016-11-17 12:09 GMT+01:00 'Sunny' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:
>
>
> *Ada benarnya, karena dalam sistem ekonomi yang berlaku, krisis bukanlah
> hal yang asing.*
>
> http://id.beritasatu.com/macroeconomics/pertumbuhan-ekonomi-
> tinggi-belum-tentu-berkelanjutan/152685
>
>
> *Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Belum Tentu Berkelanjutan*
> Selasa, 15 November 2016 | 17:44
> [image: Prof Emil Salim. Foto: youtube.com] Prof Emil Salim. Foto:
> youtube.com
>
> Berita Terkait
>
> - Emil Salim: Generasi Muda Produktif Terancam Bahaya Rokok
> - 4 Tokoh Terima Lifetime Achievement Awards
> - Ciputra: Kemajuan Bangsa Ditentukan Jumlah Entrepreneur
> - Sang Ibu Inginkan Emil Salim Terus Belajar
> - Irwan Hidayat Mengaku Punya Masa Kecil Suram
>
> *JAKARTA*- Pakar ekonomi Emil Salim menilai pertumbuhan ekonomi yang
> tinggi belum tentu menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan (*sustainable*)
> apabila aspek-aspek seperti sosial dan lingkungan hidup diabaikan.
>
> "*Sustainable growth *(pertumbuhan berkelanjutan) tidak selalu identik
> dengan *high growth* (pertumbuhan tinggi). Kalau* high growth* tapi
> menimbulkan kerusakan ya tidak ada artinya," ujar Emil saat* media
> workshop* di Jakarta, Selasa.
>
> Menurut Emil, pertumbuhan berkelanjutan mengutamakan kualitas di mana ada
> integrasi antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
>
> Ia mencontohkan industri rokok yang menyumbang investasi sekitar US$ 1,9
> miliar. Investasi tersebut memang dapat meningkatkan perekonomian domestik,
> namun dari sisi manfaat tidak tercapai.
>
> "*Income growth* naik, tapi rokok itu kan menghancurkan otak anak muda,"
> ujarnya.
>
> Emil seperti dilansir *Antara* juga menyinggung industri perbankan dalam
> menyalurkan pembiayaan jangan hanya mengukur dari nominal ekonominya saja.
>
> Ia menilai pola pikir para pimpinan bank juga perlu diubah dengan
> menyertakan analisis dampak sosial dan dampak terhadap lingkungan dalam
> proyek yang dibiayai.
>
> "Jangan lihat dari untung bank saja, tapi juga aspek sosial dan lingkungan
> secara serentak. Lembaga bank orientasinya harus berubah," kata Emil. (gor)
>
>
>