Ada benarnya, karena dalam sistem ekonomi yang berlaku, krisis bukanlah hal yang asing.
http://id.beritasatu.com/macroeconomics/pertumbuhan-ekonomi-tinggi-belum-tentu-berkelanjutan/152685 Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Belum Tentu Berkelanjutan Selasa, 15 November 2016 | 17:44 Prof Emil Salim. Foto: youtube.com Berita Terkait a.. Emil Salim: Generasi Muda Produktif Terancam Bahaya Rokok b.. 4 Tokoh Terima Lifetime Achievement Awards c.. Ciputra: Kemajuan Bangsa Ditentukan Jumlah Entrepreneur d.. Sang Ibu Inginkan Emil Salim Terus Belajar e.. Irwan Hidayat Mengaku Punya Masa Kecil Suram JAKARTA- Pakar ekonomi Emil Salim menilai pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable) apabila aspek-aspek seperti sosial dan lingkungan hidup diabaikan. "Sustainable growth (pertumbuhan berkelanjutan) tidak selalu identik dengan high growth (pertumbuhan tinggi). Kalau high growth tapi menimbulkan kerusakan ya tidak ada artinya," ujar Emil saat media workshop di Jakarta, Selasa. Menurut Emil, pertumbuhan berkelanjutan mengutamakan kualitas di mana ada integrasi antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Ia mencontohkan industri rokok yang menyumbang investasi sekitar US$ 1,9 miliar. Investasi tersebut memang dapat meningkatkan perekonomian domestik, namun dari sisi manfaat tidak tercapai. "Income growth naik, tapi rokok itu kan menghancurkan otak anak muda," ujarnya. Emil seperti dilansir Antara juga menyinggung industri perbankan dalam menyalurkan pembiayaan jangan hanya mengukur dari nominal ekonominya saja. Ia menilai pola pikir para pimpinan bank juga perlu diubah dengan menyertakan analisis dampak sosial dan dampak terhadap lingkungan dalam proyek yang dibiayai. "Jangan lihat dari untung bank saja, tapi juga aspek sosial dan lingkungan secara serentak. Lembaga bank orientasinya harus berubah," kata Emil. (gor)
