Pengamat: Demo 25 November Tak Relevan Lagi
Jumat, 18 November 2016 | 9:37

http://sp.beritasatu.com/home/pengamat-demo-25-november-tak-relevan-lagi/117485 

Aksi demo damai yang berbuntut kerusuhan di depan Istana [google] 

Berita Terkait

§  Aksi 4 November Bermartabat, Jangan Dinodai dengan Aksi Susulan

§  Presiden Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum Kasus Ahok

§  Tak Ajukan Praperadilan, Tim Kuasa Hukum Ahok Siapkan Solusi

§  Hendardi: Putusan Polri Bantah Tuduhan Jokowi Lindungi Ahok

§  Soal Kebinekaan, Anggota DPR Ini Minta Presiden Ingatkan Ahok



[JAKARTA] Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris 
menilai demontrasi yang rencananya digelar pada tanggal 25 November 2016 tidak 
relevan lagi. Pasalnya, tuntutan pendemo untuk memproses hukum Gubernur DKI 
Jakarta non aktif Basuki T. Purnama alias Ahok terkait dugaan penistaan agama 
telah dipenuhi oleh aparat kepolisian.

"Demo tanggal 25 November tidak relevan lagi karena tuntutan pendemo sudah 
terpenuhi, tingggal kawal saja proses hukum Ahok yang sudah ditersangkakan oleh 
polisi," ujar Syamsuddin di Jakarta, Jumat (18/11).

Syamsuddin bahkan menganggap demo tanggal 25 November inkonstitusional jika 
niatnya tidak hanya tertuju pada kasus Ahok, tetapi berupaya mengotak-atik 
pemerintahan yang sah. Dia mengingatkan publik jangan sampai terprovokasi 
dengan aktor-aktor yang mempunyai agenda tersendiri dalam kasus Ahok ini.

"Banyak pemain yang memanfaatkan kasus penistaan agama oleh Ahok untuk 
mengambil keuntungan politik. Aktor-aktor ini hanya menumpang pada kasus Ahok 
dengan dua agenda besar, yakni menjegal Ahok jadi gubernur DKI Jakarta dan 
mengganggu bahkan menggulingkan pemerintahan yang sah," terang dia.

Lebih lanjut, Syamsuddin memandang positif pertemuan antara Presiden Jokowi dan 
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang sudah berlangsung dua kali. 
Pertemuan tersebut, kata dia mau menunjukkan kepada publik bahwa dua tokoh siap 
bekerja untuk menjaga pemerintahan yang sah dan menjaga keberagaman atau 
kebhinekaan.

"Ini juga menunjukkan bahwa pemerintahan yang sah didukung oleh oposisi yang 
dipimpin Prabowo. Apalagi Prabowo menunjukkan sikap yang tidak menghasut atau 
memanaskan situasi bangsa saat ini," tandas dia. (YUS)


Kirim email ke