Dan ini sekedar pengurang rasa pedas: Sebagai lelaki yang pandai nyanyi ada baiknya SBY memulai dengan menunjukkan suara emasnya. K E M B A L I
Tentu kita berharap balasannya jangan "My Way" melulu, apalagi dibawakan dengan lemas. ----- Gerindra inginhubungan SBY dan Megawati seperti Jokowi dan Prabowo Reporter : RaynaldoGhiffari Lubabah | Kamis, 17 November 2016 16:27 Jokowi danPrabowo di istana. © 2016 merdeka.com/risky erzi andwika Merdeka.com- PresidenJoko Widodo mengundang Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto ke Istana Negarasiang ini. Jokowi menerima Prabowo dengan sambutan hangat. Mereka menyempatkan diri untuk makan siang bersama. Kedatangan Prabowomerupakan kunjungan balasan dari kunjungan Jokowi ke kediamannya di Hambalang,Bogor. Menanggapi hal ini, Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan, keakrabanJokowi dan Prabowo harus dicontoh oleh para elite politik di Indonesia.Keakraban itu, kata Arief, menunjukkan keduanya sudah melupakan rivalitas yangterjadi saat Pilpres 2014 lalu. Arief menyinggung hubungan antara Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan KetumPartai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak pernah akur dancenderung terbawa konflik pribadi. Hubungan antara SBY dan Mega sangat kontrasdengan Jokowi dan Prabowo. "Justru keakraban Prabowo dan Joko Widodo harus dicontoh oleh elitepolitik nasional yang pernah menjadi rival dalam pemilihan presiden, tetapisetelah selesai dan Pak Joko Widodo menang mereka tetap bisa bersahabat secaraikhlas dan lahir batin," kata Arief kepada merdeka.com, Kamis (17/11). "Jangan kayak Ibu Mega dan Pak SBY yang hingga hari ini tidak bisa dudukbersama dan bersahabat dan terbawa ke perseteruan pribadi," sambungnya. Menurutnya, pertemuan Jokowi dan Prabowo menunjukkan mereka memiliki sikapseorang ksatria dan negarawan. Terbukti, Jokowi pun tidak sungkan memintamasukan dari Prabowo atas kondisi dan masalah nasional saat ini. "Jadi masyarakat bisa melihat kalau Pak Prabowo itu berjiwa satria dannegarawan sama dengan pak Joko Widodo. Dan Pak Joko Widodo sangat menghormatiPak Prabowo sebagai seorang senior yang bisa dimintakan masukan oleh Pak JokoWidodo," terangnya. Oleh sebab itu, Arief berujar, pertemuan yang di awali dengan makan siangbersama itu memberikan gambaran bahwa perbedaan politik dan panasnya persaingantidak harus memecah persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa. "Jadi ya undangan makan siang Pak Joko Widodo ke Istana pada Prabowo bisajadi contoh yang baik untuk menunjukan perbedaan garis politik dan persaingantidak harus memecahkan rasa persaudaraan sesama anak bangsa yang punyakewajiban untuk membangun bangsa," pungkasnya. Seperti diketahui, dalam pertemuan tersebut, baik Jokowi dan Prabowo sepakatkeutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap hal yang utama. "Kita tidak inginkan kita terpecah belah gara-gara perbedaan politik,karena sangat mahal harganya bagi NKRI," ujar Jokowi kepada wartawan diteras Istana, Jakarta,Kamis (17/11). Selain membahas masalah domestik, keduanya juga membicarakan persoalan ekonomibaik yang tengah dihadapi Indonesia dan dunia. Sayangnya, tidak dijelaskansecara resmi isi pembicaraan itu. Meski begitu, Jokowi mengaku sangat senang dikunjungi oleh Prabowo. Diaberharap kedatangannya itu menjadi contoh bagi masyarakat. "Ini sangat baik, kunjungan sangat baik. Saya berharap budaya seperti inijuga sampai ke bawah," ucap Jokowi. [rnd]
