Silahkan menyaksikan kebiadaban aparat militer pemerintah Jokowi terhadap kaum 
tani yang membela tanah dan kehidupannya.

Suasana mencekam dalam aksi 


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|    |  
Suasana mencekam dalam aksi tolak pengukuran di majalengka
 Suasana terjadinya aksi penembakan di Desa Sukamulya Aksi penolakan pengukuran 
lahan untuk Bandara Internasional...  |   |

  |

  |

 
tolak pengukuran di majalengka






Detik-Detik Ribuan Aparat 'Serbu' Petani Majalengka
Raja Eben Lumbanrau, CNN IndonesiaJumat, 18/11/2016 08:56 WIB
Ratusan petani Sukamulya, Majalengka, Jawa Barat melakukan aksi penolakan 
terhadap pengukuran lahan oleh BPN. Lahan itu rencananya digunakan untuk 
pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat. (Dok. Istimewa)Jakarta, CNN 
Indonesia -- Konflik antara petani dengan polisi terjadi di Desa Sukamulya, 
Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Kamis (18/11) seakan mencapai puncaknya. 
Kisruh tersebut melibatkan ratusan petani dan ribuan personel gabungan.

Para petani Desa Sukamulya menolak pengukuran lahan di desa mereka, sebagai 
bagian dari pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Aparat 
gabungan yang diterjunkan kemarin terdiri dari Polda Jawa Barat, Polres 
Majalengka, TNI dan Satpol PP, dengan jumlah sekitar 1.500 personel.

Desa Sukamulya memiliki luas sekitar 735 hektare. Kawasan itu menjadi salah 
satu area yang akan digunakan untuk lahan BIJB sekitar 1.800 hektare.

Dampak dari konflik tersebut, enam orang warga Sukamulya ditahan, yaitu 
Zaenudin, Carsiman, Tarjo, Darni, Sunardi, dan Junen. Empat di antaranya 
langsung dibawa ke Polda Jawa Barat.Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri 
Yunus sebelumnya mengatakan, enam orang itu diamankan karena membawa senjata 
tajam dan ketapel yang diduga untuk melukai polisi. Polisi pun lantas memberi 
peringatan dan mengusir dengan gas air mata.

Selain itu, menurut Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dalam keterangan 
persnya, 16 orang juga mengalami luka akibat terkena serpihan material gas air 
mata yang ditembakan oleh polisi. Sekitar 70 hektare lahan warga turut rusak 
akibat terinjak-injak.

Berikut, kronologi konflik antara ribuan personel gabungan dengan ratusan 
petani di Majalengka berdasarkan versi KPA.

Pukul 08.25 WIB
Polisi dan warga mulai berhadap-hadapan di lahan persawahan, pintu masuk ke 
desa.

Pukul 10.40 WIB
Aparat kepolisian memasuki area persawahan. Masyarakat melakukan aksi penolakan 
pengukuran. Negosiasi terjadi di tengah sawah antara polisi dan warga. 

Pukul 12.36 WIB
Terus mendapat pengadangan dari warga, polisi mulai melakukan pemukulan dan 
menembakkan gas air mata. Warga pun terpukul mundur dan berlarian. Akibatnya, 
16 orang terluka akibat serpihan gas air mata dan enam orang ditahan.

Pukul 15.00 WIB
Polisi terus masuk ke pemukiman. Jalur masuk ke Desa Sukamulya diblokade oleh 
personel gabungan. 

Pukul 20.00 WIB 
Polisi mendirikan tenda di wilayah pemukiman warga ditemani 11 truk yang 
mengangkut mereka. Warga ketakutan dan memutuskan berkumpul di balai desa.

Jokowi Tak Serius

Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika mengutuk keras penyerangan polisi terhadap 
warga yang mempertahankan desanya dari penggusuran. 

"Rentetan tindakan yang dilakukan oleh aparat ini mengindikasikan bahwa 
pemerintah Jokowi–JK tidak pernah serius dalam menjalankan kebijakan reforma 
agraria yang telah ia canangkan dalam program Nawacita dan Strategi Nasional 
Reforma Agraria," kata Dewi dalam keterangannya.

KPA, menurut Dewi Kartika, mendesak Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan 
Pertanahan Nasional dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menghentikan 
proses pengukuran paksa hingga ada proses dialog dan mediasi yang terbuka di 
antara semua pihak terkait.

"Menuntut Kapolda Jawa Barat untuk segera menarik pasukan mereka yang terlibat 
dalam proses pengukuran paksa dan membebaskan 6 orang warga yang ditangkap," 
kata Dewi.

Diketahui, bandara itu akan dikelola PT BIJB, satu BUMD yang dibentuk pada 2013 
lalu. Tak hanya bandara, perusahaan itu juga akan membuat Aerocity yang 
diperkirakan dibangun di atas lahan 3.200 hektare. 

Dalam situs resminya, PT BIJB menyatakan bandara itu diproyeksikan awalnya 
untuk mengangkut sekitar 5 juta penumpang per tahun. Pembangunan itu sendiri 
dibagi tiga fase, dan tahap pertama adalah beroperasinya landasan pacu 3.500 
meter pada 2017.(rel/asa)


Selain menangkap 8 orang warga, polisi juga membuat 11 orang warga desa 
Sukamulya Kertajati Majalengka luka-luka akibat serpihan tembakan gas air mata, 
saat ini kondisi desa diisolasi, aparat kepolisian membangun tenda-tenda di 
jalan-jalan masuk menuju desa. Jika ada warga yang mencoba keluar desa langsung 
ditangkap, begitupun sebaliknya. Menurut informasi keberadaan aparat kepolisian 
akan berlangsung selama lima hari. 

Terus galang dan perluas dukungan untuk membebaskan 8 orang warga yang 
ditangkap dan membebaskan desa Sukamulya dari kepungan aparat kepolisian.

Kirim email ke