Menag : Indonesia Identik Dengan Agama


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Menag : Indonesia Identik Dengan Agama | Harian Berita Sore
   |   |

  |

  |

 

 Redaksi    18 November, 2016
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Didampingi Gubsu HT Erry Nuradi, Wali Kota 
Medan Dzulmi Eldin, Ketua PMI Sumut Rahmat Shah, Hasrul Azwar saat membuka 
acara Donor Darah dan Doa Bersama Umat Buddha Nusantara bertajuk Untuk Negeriku 
Indonesia di Lanud Soewondo, Polonia, Medan, Jumat (18/9). ( 
beritasore/suef)MEDAN ( Berita ) : Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin 
mengharapkan rakyat Indonesia tidak pernah melupakan agama karena bangsa ini 
identik dan memiliki kaitan sejarah dengan agama.
‘’Kehadiran saya bukan hanya memenuhi undangan, tetapi lebih penting karena 
apresiasi yang setinggi-tingginya kepada umat beragama di Sumut khususnya umat 
Buddha Nusantara yang tetap menjunjungi tinggi nilai-nilai agama,’’ ujar Lukman 
saat membuka acara Donor Darah dan Doa Bersama Umat Buddha Nusantara bertajuk 
Untuk Negeriku Indonesia di Lanud Soewondo, Polonia, Medan, Jumat 
(18/9).Fenomena yang menjadi kelebihan di Indonesia, rasa keberagamaan tersebut 
tidak pernah memandang etnis dan asal daerah. “Dalam konteks Indonesia, 
ber-Indonesia adalah beragama. Jadi, agama dan Indonesia tidak bisa 
dipisahkan,” katanya.Kondisi itu, kata Menag, merupakan warisan kearifan dan 
kebijakan para pendiri bangsa agar Indonesia memiliki sebuah perekat yang tidak 
bisa dipisahkan. Berdasarkan pengalaman selama ini, kemajemukan dan perbedaan 
yang ada di tengah masyarakat mampu dirajut dan disatukan dengan nilai-nilai 
agama. “Jadi, nilai-nilai agamalah yang menyatukan kita di tengah keberagaman 
yang ada,” katanya,Acara pembukaan tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh 
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Acara ini berlangsung selama tiga hari 
berturut-turut. Hari pertama, Jum’at, 18 November 2016, berlangsung pembukaan 
oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin serta pelepasan satwa untuk 
kebebasan Indonesia.Hari kedua dilaksanakan hari Sabtu, 19 November 2016, akan 
dilakukan doa bersama massal 10.000 umat budha untuk kejayaan Indonesia 
dilanjutkan Wejangan Dharma yang aka dilakulan oleh YM Passang Rinpoche dengan 
tema kelahiran kembali serta akan dilakukan pentas seni.Dan hari ketiga, 
Minggu, 20 November 2016 akan dilakukan donor darah raya di lapangan Soewondo. 
Donor darah ini akan dilakukan massal untuk mencapai 35.000 kantong darah.Hadir 
Gubsu HT Erry Nuradi, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, anggota DPR RI Fadly 
Nurzal, Kakanwil Kemenag Sumut Tohar Bayoangin, tokoh masyarakat Abdillah, 
Ketua PMI Sumut Rahmat Shah, Hasrul Azwar, tokoh masyarakat lainnya, tokoh 
agama dan ribuan umat Buddha Nusantara.Dalam kesempatan itu, Menteri Agama 
Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan, dalam konteks Indonesia, Ber-Indonesia 
adalah beragama, sebagaimana beragama adalah ber-Indonesia. Sesungguhnya agama 
dan Indonesia meskipun berbeda namun tidak bisa dipisahkan.Itulah kearifan dan 
kebijakan para pendiri bangsa sehingga negara dengan keberagaman, kemajemukan 
dan pluralitas yang hampir semua ada di semua sektor kehidupan berbangsa 
dirajut dengan sedemikian rupa sehingga dapat bersatu. ” Nilai-nilai agama 
sesungguhnya yang menyatukan kita ditengah-tengah keberagaman,” sebut 
Lukman.Lukman berharap agar nilai-nilai agama yang dijunjung tinggi oleh 
tokoh-tokoh agama dan masyarakat Sumatera Utara agar dapat mengestafetkan 
nilai-nilai agama yang hidup di Indonesia, khususnya di Sumatera 
Utara.“Nilai-nilai agama yang lebih baik yang menyatukan masyarakat ditengah 
keberagaman dapat diestafetkan kepada generasi-generasi pelanjut kita. Ini 
menjadi tanggungjawab kita semua. Mengestafetkan yang lebih baik kepada 
generasi pelanjut kita,” cetus Lukman.Dia juga berharap kegiatan seperti ini 
bukan hanya seremonial saja. Melainkan kegiatan yang dilaksanakan dengan 
keiklasan, kecintaan kita kepada Sang Pencipta dan Indonesia khususnya 
masyarakat Sumatera Utara. “Mari dengan cinta kita saling mendidik, tidak 
dengan murka saling menghardik. Mari dengan hati kita saling mengasihi tidak 
dengan benci saling mencaci maki,” tutup Lukman.Sementara, Gubsu HT Erry Nuradi 
juga mengapresiasi kegiatan ini dan diharapkan untuk terus ditumbuhkembangkan 
agar bangsa Indonesia khususnya Sumatera Utara tetap dalam kondisi aman, damai 
dan kondusif sehingga agenda pembangunan dapat berjalan.“Semua umat beragama 
yang ada dapat melakukan kegiatan seperti ini guna mendorong masyarakat yang 
adil, yang sejahtera dalam harmonisasi keberagaman. Khususnya masyarakat 
Sumatera Utara,” ujar Erry.Erry juga mengajak kepada semua pihak baik 
pemerintah, penegak hukum, pemuka agama maupun masyarakat Sumatera Utara untuk 
dapat berupaya meminimalisir perubahan -perubahan perilaku masyarakat yang 
kurang baik khususnya masyrakat di Provinsi Sumatera akibat arus globalisasi 
yang terjadi di derasnya informasi dan pengaruh-pengaruh dari negara 
lain.Menurut Gubsu Erry, doa merupakan media yang tepat untuk lebih mendekatkan 
diri kepada Sang Pencipta dan memohon agar bangsa Indonesia khususnya Sumatera 
Utara tetap dalam perlindunganNya, masyarakatnya dapat hidup dengan rukun, 
damai dan saling menghormati sebagaimana prasyarat terwujudnya kepentingan 
nasional. ‘’Bagaimanapun beratnya tantangan yang dihadapi mudah-mudahan dapat 
diselesaikan,’’ tutur Erry.Tak lupa, Gubsu Erry juga mengajak kepada seluruh 
masyarakat Sumatera agar menjadikan kegiatan ini bukan hanya sebagai perwujudan 
rasa syukur kepada Tuhan yang maha kuasa tetapi juga sebagai sarana kepada 
seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk merenung sejenak dan introspeksi diri 
atas segala hal telah kita lakukan dalam membangun Sumut.“Marilah kita merenung 
sejenak, apakah kita sudah berbuat maksimal untuk kemajuan Sumatera Utara. Jika 
belum, inilah saatnya bagi kita untuk segera bangkit meningkatkan peran aktif 
dan bergerak bersama membangun dan memajukan Provinsi Sumut yang kita cintai 
ini,” cetus Erry.(suef)



Kirim email ke