Apa bisa dipercaya ucapan sang menteri?

From: mailto:[email protected] 
Sent: Wednesday, November 23, 2016 1:06 AM
To: GELORA_In 
Subject: [nasional-list] Menag : Indonesia Identik Dengan Agama

  

Menag : Indonesia Identik Dengan Agama
 Redaksi    18 November, 2016   

http://beritasore.com/2016/11/18/menteri-agama-indonesia-identik-dengan-agama/ 



Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Didampingi Gubsu HT Erry Nuradi, Wali Kota 
Medan Dzulmi Eldin, Ketua PMI Sumut Rahmat Shah, Hasrul Azwar saat membuka 
acara Donor Darah dan Doa Bersama Umat Buddha Nusantara bertajuk Untuk Negeriku 
Indonesia di Lanud Soewondo, Polonia, Medan, Jumat (18/9). ( beritasore/suef)

MEDAN ( Berita ) : Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengharapkan rakyat 
Indonesia tidak pernah melupakan agama karena bangsa ini identik dan memiliki 
kaitan sejarah dengan agama.
‘’Kehadiran saya bukan hanya memenuhi undangan, tetapi lebih penting karena 
apresiasi yang setinggi-tingginya kepada umat beragama di Sumut khususnya umat 
Buddha Nusantara yang tetap menjunjungi tinggi nilai-nilai agama,’’ ujar Lukman 
saat membuka acara Donor Darah dan Doa Bersama Umat Buddha Nusantara bertajuk 
Untuk Negeriku Indonesia di Lanud Soewondo, Polonia, Medan, Jumat (18/9).

Fenomena yang menjadi kelebihan di Indonesia, rasa keberagamaan tersebut tidak 
pernah memandang etnis dan asal daerah. “Dalam konteks Indonesia, ber-Indonesia 
adalah beragama. Jadi, agama dan Indonesia tidak bisa dipisahkan,” katanya.

Kondisi itu, kata Menag, merupakan warisan kearifan dan kebijakan para pendiri 
bangsa agar Indonesia memiliki sebuah perekat yang tidak bisa dipisahkan. 
Berdasarkan pengalaman selama ini, kemajemukan dan perbedaan yang ada di tengah 
masyarakat mampu dirajut dan disatukan dengan nilai-nilai agama. “Jadi, 
nilai-nilai agamalah yang menyatukan kita di tengah keberagaman yang ada,” 
katanya,

Acara pembukaan tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Agama 
Lukman Hakim Saifuddin. Acara ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut. 
Hari pertama, Jum’at, 18 November 2016, berlangsung pembukaan oleh Menteri 
Agama, Lukman Hakim Saifuddin serta pelepasan satwa untuk kebebasan Indonesia.

Hari kedua dilaksanakan hari Sabtu, 19 November 2016, akan dilakukan doa 
bersama massal 10.000 umat budha untuk kejayaan Indonesia dilanjutkan Wejangan 
Dharma yang aka dilakulan oleh YM Passang Rinpoche dengan tema kelahiran 
kembali serta akan dilakukan pentas seni.

Dan hari ketiga, Minggu, 20 November 2016 akan dilakukan donor darah raya di 
lapangan Soewondo. Donor darah ini akan dilakukan massal untuk mencapai 35.000 
kantong darah.

Hadir Gubsu HT Erry Nuradi, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, anggota DPR RI Fadly 
Nurzal, Kakanwil Kemenag Sumut Tohar Bayoangin, tokoh masyarakat Abdillah, 
Ketua PMI Sumut Rahmat Shah, Hasrul Azwar, tokoh masyarakat lainnya, tokoh 
agama dan ribuan umat Buddha Nusantara.

Dalam kesempatan itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan, dalam 
konteks Indonesia, Ber-Indonesia adalah beragama, sebagaimana beragama adalah 
ber-Indonesia. Sesungguhnya agama dan Indonesia meskipun berbeda namun tidak 
bisa dipisahkan.

Itulah kearifan dan kebijakan para pendiri bangsa sehingga negara dengan 
keberagaman, kemajemukan dan pluralitas yang hampir semua ada di semua sektor 
kehidupan berbangsa dirajut dengan sedemikian rupa sehingga dapat bersatu. ” 
Nilai-nilai agama sesungguhnya yang menyatukan kita ditengah-tengah 
keberagaman,” sebut Lukman.

Lukman berharap agar nilai-nilai agama yang dijunjung tinggi oleh tokoh-tokoh 
agama dan masyarakat Sumatera Utara agar dapat mengestafetkan nilai-nilai agama 
yang hidup di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.

“Nilai-nilai agama yang lebih baik yang menyatukan masyarakat ditengah 
keberagaman dapat diestafetkan kepada generasi-generasi pelanjut kita. Ini 
menjadi tanggungjawab kita semua. Mengestafetkan yang lebih baik kepada 
generasi pelanjut kita,” cetus Lukman.

Dia juga berharap kegiatan seperti ini bukan hanya seremonial saja. Melainkan 
kegiatan yang dilaksanakan dengan keiklasan, kecintaan kita kepada Sang 
Pencipta dan Indonesia khususnya masyarakat Sumatera Utara. “Mari dengan cinta 
kita saling mendidik, tidak dengan murka saling menghardik. Mari dengan hati 
kita saling mengasihi tidak dengan benci saling mencaci maki,” tutup Lukman.

Sementara, Gubsu HT Erry Nuradi juga mengapresiasi kegiatan ini dan diharapkan 
untuk terus ditumbuhkembangkan agar bangsa Indonesia khususnya Sumatera Utara 
tetap dalam kondisi aman, damai dan kondusif sehingga agenda pembangunan dapat 
berjalan.

“Semua umat beragama yang ada dapat melakukan kegiatan seperti ini guna 
mendorong masyarakat yang adil, yang sejahtera dalam harmonisasi keberagaman. 
Khususnya masyarakat Sumatera Utara,” ujar Erry.

Erry juga mengajak kepada semua pihak baik pemerintah, penegak hukum, pemuka 
agama maupun masyarakat Sumatera Utara untuk dapat berupaya meminimalisir 
perubahan -perubahan perilaku masyarakat yang kurang baik khususnya masyrakat 
di Provinsi Sumatera akibat arus globalisasi yang terjadi di derasnya informasi 
dan pengaruh-pengaruh dari negara lain.

Menurut Gubsu Erry, doa merupakan media yang tepat untuk lebih mendekatkan diri 
kepada Sang Pencipta dan memohon agar bangsa Indonesia khususnya Sumatera Utara 
tetap dalam perlindunganNya, masyarakatnya dapat hidup dengan rukun, damai dan 
saling menghormati sebagaimana prasyarat terwujudnya kepentingan nasional. 
‘’Bagaimanapun beratnya tantangan yang dihadapi mudah-mudahan dapat 
diselesaikan,’’ tutur Erry.

Tak lupa, Gubsu Erry juga mengajak kepada seluruh masyarakat Sumatera agar 
menjadikan kegiatan ini bukan hanya sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan 
yang maha kuasa tetapi juga sebagai sarana kepada seluruh masyarakat Sumatera 
Utara untuk merenung sejenak dan introspeksi diri atas segala hal telah kita 
lakukan dalam membangun Sumut.

“Marilah kita merenung sejenak, apakah kita sudah berbuat maksimal untuk 
kemajuan Sumatera Utara. Jika belum, inilah saatnya bagi kita untuk segera 
bangkit meningkatkan peran aktif dan bergerak bersama membangun dan memajukan 
Provinsi Sumut yang kita cintai ini,” cetus Erry.(suef)



Kirim email ke