Pengagas Demo Parade Bhinneka: Kami Ingin Memuliakan Bangsa 
https://metro.tempo.co/read/news/2016/11/19/083821535/pengagas-demo-parade-bhinneka-kami-ingin-memuliakan-bangsa
 SABTU, 19 NOVEMBER 2016 | 13:33 WIB
 

 Ribuan orang memadati bundaran Bank Indonesia di Jl Thamrin mengikuti Parade 
Bhinneka Tunggal Ika, Sabtu 19 November 2016 (Twitter.com)
 –– ADVERTISEMENT ––

 

 



 
 TEMPO.CO, Jakarta - Parade Bhinneka Tunggal Ika yang digelar pada Sabtu pagi 
di Bundaran Patung Kuda Arjuna Wijaya dengan menampilkan keberagaman suku 
bangsa, agama serta ras di Indonesia, diikuti  ribuan orang dari masyarakat 
sipil.

"Kemarin komitmen dari berbagai elemen yang mau datang, totalnya ada 97 ribu, 
belum termasuk yang datang pribadi dengan sendirinya," kata salah satu 
penggagas Parade Bhinneka Tunggal Ika, Hasan Nasbi di Jakarta, Sabtu 19 
November 2016.

Hasan yang juga merupakan CEO Cyrus Network sekaligus pendukung kandidat 
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama ini mengatakan sasaran yang dituju dalam 
aksi damai tersebut adalah merawat Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Kebhinnekaan 
Indonesia. Selain itu aksi damai ini bertujuan untuk mempertahankan 
pemerintahan yang terpilih secara konstitusional dan menyerukan penegakan hukum 
yang tidak bisa diintervensi pihak mana pun.

Menurut Hasan, sejumlah masyarakat sipil gelisah karena dibiarkannya kelompok 
yang dinilai tidak menghargai perbedaan, tidak memiliki ke-bhinekaan, namun 
ingin mengganti Pancasila sebagai dasar negara dengan ideologi yang 
bertentangan dengan NKRI. "Yang bisa menerima keberagaman itu hanya Pancasila, 
tapi ada sebagian orang muncul seolah bukan orang Indonesia," ujarnya. 

Oleh karena itu, "Kita harus memuliakan bangsa sendiri, bukan meniadakan sesama 
bangsa hanya karena ia lahir berbeda," ujar Hasan. 

Hasan menambahkan bahwa info Parade Bhinneka Tunggal Ika ini sudah 
disebarluaskan sejak sepekan lalu melalui berbagai sosial media, seperti 
Facebook, Twitter dan Instagram. Antusiasme masyarakat dari berbagai wilayah 
pun terlihat dengan datangnya warga dari Nias, Kalimantan Barat, Banten dan 
Jabodetabek dengan memakai kaos merah/putih dan baju adat.

ANTARA
 

 

Kirim email ke