http://www.antaranews.com/berita/597009/susilo-yudhoyono-katakan-sutan-bhatoegana-berjasa-besar-kepada-demokrat?utm_source=populer_home&utm_medium=populer&utm_campaign=news
Susilo Yudhoyono katakan Sutan Bhatoegana berjasa besar kepada Demokrat Sabtu, 19 November 2016 15:10 WIB | 17.674 Views Pewarta: Laily Rahmawati Dokumentasi Sutan Bhatoegana. (ANTARA FOTO/Reno Esnir) Bogor (ANTARA News) - Ketua Umum PP Partai Demokrat, Susilo Yudhoyono, menyampaikan kedukaannya atas kepergian selamanya Sutan Bhatoegana yang ia kenal sebagai pejuang sejati dalam membangun Partai Demokrat. "Almarhum memiliki jasa besar dalam organisasi ini (Partai Demokrat), dikenal sebagai orang yang suka bersahabat," kenang Yudhoyono, saat melayat di rumah duka, Komplek Perumahan Vila Duta, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu. Dia mengatakan, secara pribadi telah bersahabat dengan Bhatoegana sejak 15 tahun lalu. Banyak sahabat yang hadir melayat memiliki kenangan indah bersamanya. Batoeghana berkiprah di jalur politik sejak 2001 dan dia memulai itu di Partai Demokrat. Integritas Bhatoegana kepada Partai Demokrat sangat tinggi, dia tidak pernah menjadi "kutu loncat" alias pindah-pindah partai politik hingga hayatnya berakhir. "Almarhum adalah pejuang sejati. Pejuang politik besar. Ibaratnya dulu kita tidak punya apa-apa, cuma punya semangat, tekad mengabdi untuk negara tercinta. Kita berjuang bersama," kata Yudhoyono. Menurut dia, perjuangan almarhum membangun partai tidak pernah absen, selalu optimistis dalam menghadapi tantangan dana permasalahan yang tidak mudah. Hingga diberikan anugerah atas perjuangan politik yang dulu dilakukannya. "Disamping punya jasa besar dalam organisasi. Almarhum punya sifat suka bersahabat dangan semua. Dikala ada permasalahan, almarhumm ikut mencarikan solusi. Lalu bangkit menuju masa depan lebih baik," katanya. Yudhoyono menyebutkan, banyak kenangan dirasakan oleh semua keluarga besar Partai Demokrat, termasuk istrinya, Kristiani Yudhoyono, dan para sahabat. Sebenarnya, lanjut Yudhoyono, dia berpesan sebelum berangkat ke Malaysia untuk menjenguk Bhatoegana saat dirawat di RS BMC. Tetapi, tidak disangka, ia mendengar kabar almarhum telah berpulang. "Tidak ada kata lain yang dapat diucapkan selain selamat jalan, semoga amal ibadah hidup di dunia berbakti dan berjasa berjuang dicatat oleh Allah SWT. Setiap manusia punya kekurangan dan kekhilafan tetapi tidak menutup sebuah pernjuangan mendapat hasil yang nyata," katanya. Yudhoyono menyampaikan, hari ini keluarga besar Partai Demokrat berduka dengan kepergian Sutan Bhatoegana menghadap Alllah SWT. "Kita semua kehilangan, berbela sungkawa dan percaya kalau almarhum telah tiada. Tapi percayaah rencana Allah selalu lebih indah dari apa yang kita pikirkan," kata dia Dia menambahkan, "Saya yakin almarhum diterima di sisi Allah, sesuai amal baktinya, pada saat bersama-sama kita semua." Bhatoegana wafat, pukul 08.00 WIB Sabtu, setelah dirawat di RS BCM Kota Bogor. Jenazah akan dimakamkan setelah Shalat Ashar di pemakaman Giri Tama, Tonjong, Parung, Kabupaten Bogor. Editor: Ade Marboen ++++ http://www.antaranews.com/berita/597077/sutan-bhatoegana-di-mata-ani-yudhoyono?utm_source=fly&utm_medium=related&utm_campaign=news Sutan Bhatoegana di mata Ani Yudhoyono Minggu, 20 November 2016 02:05 WIB | 2.258 Views Pewarta: Laily Rahmawati Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono di acara kompetisi lari Tjanting Funday, Minggu (2/10/2016). (Nanien Yuniar) Bogor (ANTARA News) - Istri Presiden keenam RI Ani Yudhoyono menyampaikan rasa duka atas kepergian Politisi Sutan Bhatoegana Siregar, yang dimatanya sosok almarhum sebagai pejuang awal berdirinya Partai Demokrat. "Saya kenal almarhum berjuang sejak awal Demokrat berdiri," kata Ani saat hadir di rumah duka Sutan Bhatoegana di Komplek Perumahan Vila Duta, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu. Ia mengenang masa-masa berjuang bersama Sutan membangun Partai Demokrat yang kala itu mengusul SBY sebagai calon presiden. Sejumlah kader meminta dirinya untuk bergabung. "Kami berdua bermalam-malam sering menghadiri rapat, kala itu Pak SBY juga hadir untuk menghadiri undangan perayaan pernikaan Bapak Gynanjar," katanya. Kenangan itu sangat membekas dihatinya, yang menceritakan kepada SBY bahwa disana ia bersama para kader Demokrat, berjuang membesarkan partai, hingga rela harus pulang tengah malam. "Kala itu tidak banyak anggota perempuannya, baru ada saya dan bu Hamidah dan satu lagi dari Kepulauan Riau," katanya. Menurut dia, perjuangan Sutan Bhatoegana semasa hidupnya tidak sia-sia, Partai Demokrat tetap berdiri berkatnya hingga sekarang. "Kepada keluarga, putra, putri dan cucu seiring kepergian Pak Sutan diberikan ketabahan dalam menjalankan kehidupan selanjutnya," katanya. Ani hadir ke rumah duka bersama Ketua Umum PP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi putra keduanya Edhie Baskoro Yudhoyono. SBY hadir memberikan kata sambutannya, diiringi kata sambutan para sahabat setelahnya. Menurut Ghani, rekan sejawat Sutan Bhatoegana, kepribadian Sutan dikenal baik, meski suka berbicara ceplas-ceplos, selalu cepat tangan membantu siapapun yang sedang kesusahan. "Orangnya sangat terbuka, kalau tidak bilang tidak, kalau iya bilang iya, suka menolong tidak banyak mikir, langsung menolong sampai tuntas," kata Ghani. Sementara itu, Vince R mengenang banyak kisah yang dilaluinya bersama almarhum Sutan Bhatoegana, saat bersama bersusah payah membangun Partai Demokrat setelah berkonsultasi dengan SBY tahun 2001. "Kami berdua sudah pernah ke daerah-daerah menyosialisasikan Partai Demokrat, 2/3 wilayah ini sudah kami datangi. Tidak kecil jasa Sutan kepada Partai Demokrat, semoga keluarga tabah dan ikhlas," katanya. Sutan Bhatoegana Siregar wafat pukul 08.00 WIB di RS BMC Bogor setelah menjalankan perawatan medis secara intensif di ruang ICU. Mantan Ketua Komisi VII DPR RI tersebut pergi meninggalkan seorang istri, tiga orang anak, empat cucu dan satu cucu akan lahir dalam waktu dekat. Editor: AA Ariwibowo COPYRIGHT © ANTARA 2016
