Tiongkok:
Perdagangan Bebas Asia-pasifik Jangan Dipolitisasi
2016-11-23 11:22:29 CRI
http://indonesian.cri.cn/201/2016/11/23/1s163437.htm
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang kemarin (22/11)
di Beijing menyatakan, pengaturan perdagangan bebas di kawasan Asia-pasifik
harus menghindari perpecahan dan politisasi. Geng Shuang menyatakan hal itu
terkait pernyataan presiden terpilih AS Donald Trump yang mengatakan akan
"keluar dari Persetujuan Kemitraan Ekonomi Strategis Trans-Pasifik (TPP).
Geng Shuang mengatakan, pada prinsipnya Tiongkok memegang pendirian
terbuka atas semua pengaturan perdagangan bebas yang bermanfaat bagi
pengintegrasian perekonomian Asia-Pasifik, pendorongan liberalisasi dan
kemudahan perdagangan dan investasi regional serta pendorongan pembangunan dan
kemakmuran Asia-pasifik. Sementara itu, Tiongkok berharap pengaturan
perdagangan bebas harus mengikuti aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan
juga harus berfungsi untuk mendorong sistem perdagangan multilateral. Tiongkok
berharap seluruh pengaturan perdagangan bebas di Asia-pasifik bisa saling
mendukung dan bukan saling menyisihkan. Kita harus menghindari perpecahan
ataupun politisasi pada pengaturan perdagangan bebas di Asia-Pasifik.
Ada media asing menganalisa, keluarnya AS dari TPP menandakan bahwa
Persetujuan Hubungan Kemitraan Ekonomi Menyeluruh Regional (RCEP) yang
didominasi Tiongkok akan mendapatkan perkembangan besar. Untuk itu jubir itu
menyatakan bahwa proses RCEP didorong dengan ASEAN sebagai intinya. Sejak lama,
Tiongkok, ASEAN dan semua pihak terlibat selalu aktif mendorong perundingan
RCEP. Tiongkok ingin terus bersama dengan semua pihak untuk mendorong
perundingan, agar sedini mungkin mencapai kemajuan positif.