Yang suka asal jeplak itu cuma tukang boncengberaji mumpung. Ketawain aja. --- jetaimemucho1@... wrote: Memang golput cara untuk memperlihatkan tak satupun dari kedua calon presiden dapat diterima. Persis seperti ketika pemilu antara Jokowi dan Prabowo. Saya langsung dituduh pro Prabowo karena mencoba menjelaskan bahwa memilih Jokowi bukan solusi. di AS, aktris Susan Sarandon juga langsung dituduh mau pilih Trump ketika dia turut membelejeti korupsi dan boroknya Hilary dan menyatakan suaranya yang tadinya buat Bernie, tidak akan dia kasih kepada Hilary. Tuduhan itu bikin dia ketawa saja. OnWednesday, November 23, 2016 4:30 PM, ajeg wrote: Kasus DAPLini konon ikut memberi sumbangan besar bagi kekalahan Hillary. Bukan dengan mengalihkan dukungan kepada Trump, melainkan karena yang "merah"; "coklat"; "hitam"; "kuning"; bahkan "putih", rame-ramenggolput. --- jetaimemucho1@... wrote: Perjuangan rakyat melawan multinasional yang mengekplotasi sumber energi (minyak) dan pertambangan yang dibelakangnya adalah kekuatan imperialis, terjadi di seluruh dunia, termasuk di negeri dedengkot Imperialis AS sendiri. Aparat militer, anjing jaga negara anti-rakyat di mana-mana juga sama brutalnya dalam menghadapi perlawanan rakyat, tidak perduli kulit warna dan jenis rasnya. Sama dengan modal, yang juga tidak kenal warna dan ras. Hanya orang-orang remo yang percaya modal bisa "dijinakkan", yang berwarna "kuning" bisa lebih baik dari yang berwarna "putih" atau "hitam". Saksikan sendiri keganasan aparat militer dan konsekwensi para pembela kepentingan rakyat suku bangsa Indian dan lingkungan hidupnya. BARBARIC Dakota Access Oil Police Cause Mass Hypothermia
| | | | | | | | | | | BARBARIC Dakota Access Oil Police Cause Mass Hypothermia WARNING: This footage could be disturbing to watch. On November 20th, 2016 North Dakota water protectors used a ... | | | | Woman Could Lose Arm From Standing Rock Protest | | | | | | | | | | | Woman Could Lose Arm From Standing Rock Protest | | | |
