res : Keadaan Rupiah seperti K....,  sebentar ngaceng sebentar lagi lemas, jadi 
tidak mengherankan. Tak bisa 24 jam ngaceng, sekalipun pakai jamu kuat urat. 
Kalau sering lemas dibilang lemah syahwat, hehehehehe

http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/16/11/25/oh6vup382-gubernur-bi-sebut-pelemahan-rupiah-bukan-karena-demonstrasi

Jumat, 25 November 2016, 15:35 WIB
Gubernur BI Sebut Pelemahan Rupiah Bukan karena Demonstrasi
Red: Nur Aini
Republika/Agung Supriyanto 
 
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyampaikan paparanya dalam 
International Seminar on Financial Market Deepening 2016 : The Way Forward For 
Indonesia di Bank Indonesia (BI), Jakarta, Senin (19/9). 

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo 
menekankan pelemahan nilai tukar rupiah sepanjang Kamis (24/11) dan Jumat 
(25/11) ini bukan karena sentimen pasar dari rencana demonstrasi pada 2 
Desember 2016 dan isu penarikan uang tunai secara masif.

"Penarikan uang itu tidak ada isu. Kita perbankannya sehat, likuditasnya juga 
baik. (Pelemahan) Ini karena faktor di luar negeri," kata Agus di sela Rapat 
Kerja Ekonomi dan Keuangan Daerah, di Surabaya, Jatim, Jumat (25/11).

Menurut BI, tekanan terhadap rupiah pada Kamis (24/11) dan Jumat ini, yang 
membawa rupiah ke level Rp 13.500 per dolar AS, karena nilai tukar mata uang 
dolar AS yang menguat setelah dirilisnya data-data perbaikan ekonomi AS pada 
Rabu (23/11). Sentimen positif ekonomi AS tersebut membuat pelaku pasar semakin 
yakin Bank Sentral AS The Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuannya 
pada 14 Desember 2016, sehingga terjadi pergerakkan arus modal ke negara Paman 
Sam, yang akhirnya memperkuat kurs dolar AS dan memperlemah mata uang non-dolar 
AS, termasuk rupiah.

Gubernur BI menekankan volatilitas nilai tukar rupiah ini hanya bersifat 
sementara. "Ini adalah kondisi temporer, dan kondisi temporer ini yang paling 
utama adalah karena kondisi di luar negeri," kata Agus, yang juga Mantan 
Menteri Keuangan RI.

Selain ekseptasi kenaikan bunga acuan The Fed, volatilitas kurs rupiah juga 
karena ketidakpastian kebijakan ekonomi Presiden AS terpilih Donald Trump yang 
membayangi sikap dan keputusan para pelaku pasar. Agus mengatakan pelaku pasar 
masih menunggu kepastian mengenai kebijakan fiskal Trump dan kabinet menteri 
yang akan membantunya.

Pelaku pasar juga menyoroti, apakah Trump benar-benar akan merealisasikan 
kebijakan fiskal yang ekspansif, sehingga memperbesar nilai penerbitan surat 
utang ke pasar.

"Apakah akan ada defisit fiskal yang sangat besar karena pengurangan pajak yang 
besar, kemudian pengeluaran infrastruktur yang ditingkatkan dan apakan kemudian 
akan ada utang yang lebih besar di Amerika, dan juga bagaiman hubungan antara 
pemerintah dan The Federal Reserve," ujar dia.

Pada pembukaan perdagangan Jumat, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank 
melemah sebesar enam poin menjadi Rp 13.515, dibandingkan Kamis yang di posisi 
Rp 13.509 per dolar AS. Sementara kurs rupiah dari refrensi Jakarta Interbank 
Spot Dollar Rate (JISDOR) BI bergerak di Rp 13.570 per dolar AS pada Jumat 
siang.

Kirim email ke