res : Rupanya otak orang korea lebih cerdas karena sering minum ginseng dan 
oleh sebab itu untuk bikin database perlu bantuan mereka, padahal di NKRI ada 
ribuan universitas.

http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/16/11/25/oh6mr5368-korea-bantu-indonesia-bangun-database-tebu-secara-daring

Friday, 25 November 2016, 12:18 WIB
Korea Bantu Indonesia Bangun Database Tebu Secara Daring
Red: Dwi Murdaningsih
Syaiful Arif/Antara 
 
Tanaman tebu

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kementerian Pertanian (Kementan) RI bekerjasama 
dengan Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Korea Selatan (Korsel) 
membangun sistem pengelolaan data tebu industri secara daring (online). 
Kementan Republik Korsel melalui EPIS (The Korea Agency of Education, Promotion 
and Information Servise in Food, Agriculture Forestry and Fisheries) memberikan 
bantuan berupa hibah dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan pelaporan tebu/gula 
secara online untuk pabrik-pabrik gula di 10 provinsi, yakni Jatim, Jabar, 
Jateng, DI Yogjakarta, Sumut, Sumsel, Lampung, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan 
NTB.

Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian Leli Nuryati mengatakan 
penerapan sistem pengelolaan data pangan nasional untuk tebu industri tersebut 
berkaitan dengan sistem pelaporan data tebu nasional sehingga dapat disajikan 
secara cepat dan akurat kepada seluruh stakeholder terkait. Akan tetapi dalam 
kerangka dasarnya, sistem tersebut untuk membangun sistem informasi pangan 
nasional dan mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia.

"Di sisi lain, dapat memprediksi permasalahan dalam pengembangan tebu dan kapan 
akan terjadi suplus," katanya, Jumat (25/11).

Variabel yang akan dikumpulkan atau diinput dalam pengelolaan data tersebut 
yakni meliputi luas tanam tebu, luas panen tebu, jumlah tebu yang digiling, 
rendemen tebu, produksi gula kristal putih, produktivitas gula kristal putih, 
serta variabel penunjang lainnya. Selain data tebu, ke depan semua data pangan 
dibangun secara online. Saat ini Kementan sudah mengembangkan satelit landsat-8 
dari LAPAN.

Kepala Subdirektorat Tanaman Tebu dan Pemanis Lainnya, Gede Wirasuta mengatakan 
potensi komoditi tebu Indonesia yang cukup besar menjadikan pemerintah harus 
mampu menyajikan data secara cepat dan akurat kepada seluruh stakeholder yang 
terkait. Menurut dia, membangun sebuah data memang mahal, tetapi akan lebih 
mahal jika akan membangun tanpa memiliki data. 

Ia menambahkan satu contoh kemudahan yang akan diperoleh dengan 
beroperasionalnya sistem ini adalah kecepatan, ketepatan, dan keakuratan data 
yang diperoleh. Selain itu, dapat mempermudah bagi pihak pemerintah untuk 
menentukan kebijakan, arah dan strategi dalam pengembangan tebu di Indonesia.

“Bila kita kaitkan dengan program saat ini sedang kita bangun, di mana peta 
perjalanan pengembangan tebu (roadmap) memuat informasi dan data secara 
lengkap, tepat, dan cepat, maka akan mempermudah melakukan analisis data dan 
mempercepat proses penyelesaian permasalahan yang terjadi untuk menghasilkan 
langkah kebijakan, arah, dan strategi pengembangan tebu dan gula ke depan,” 
kata dia.
 
Sementara itu, Ketua Tim EPIS Sang-Hun Lee menyampaikan pembangunan sistem 
pengelolaan data tebu secara online ini akan disupport Kementerian Pertanian 
dan Urusan Pedesaan Korsel. Menurutnya, pertanian indonesia sudah relatif maju 
dan sistem pendataan pangan cukup bagus yakni berbasis teknolog informasi.

"Ke depannya perlu ditingkatkan lagi, sehingga benar-benar dapat memberikan 
data pangan yang cepat dan akurat untuk semua pemangku kepentingan," kata dia.

Kirim email ke