Mekhanisme ORDE BARU Dwi Fungsi TNI yang menguasai R.I. selama Setengah Abad 
berjalan terus dibawah kekuasaan Presiden JOKOWI, dan JOKOWI secara systematis 
telah menipu Rakyat Indonesia;JOKOWI terpilih jadi Presiden pada Pilpres 
sekitar dua Tahun yang lalu, atas Pidatonya yang berapi-api untuk melaksnakan 
TRISAKTI Bung Karno, dan setelah dinobatkan jadi Presiden R.I. JOKOWI 
melaksakan seluruh mekhanisme kekuasaan ORBA-Dwi FungsiTNI. Sudah waktunya 
JOKOWI untuk diturunkan dari jabatannya.
--------------------------------------------
Pada Jum, 25/11/16, 'Chan CT' [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]> menulis:

 Judul: [GELORA45] Ditahan Selama Sepekan, Petani Sukamulya: Kami Cuma 
Mempertahankan Hak Kami
 Kepada: "GELORA_In" <[email protected]>
 Tanggal: Jumat, 25 November, 2016, 9:05 AM
 
 
  
 
 
 
   
 
 
     
       
       
       
 
 
 
 Ditahan Selama Sepekan, Petani Sukamulya: Kami Cuma
 Mempertahankan Hak 
 Kami
 Jumat, 25 November
 2016 | 10:41
 
http://sp.beritasatu.com/home/ditahan-selama-sepekan-petani-sukamulya-kami-cuma-mempertahankan-hak-kami/117563
 
 Ilustrasi ditangkap 
 [AFP] 
 
 Berita 
 Terkait
 § 
 Berencana Blokade 
 Jalan Bandara, 21 Petani
 Ditangkap
 [BANDUNG] Senyuman Carsiman, 44
 tahun, Sunardi, 45 tahun, dan Darni, 66 
 tahun tidak bisa menyembunyikan kelelahan yang mereka alami.
 Mereka bertiga 
 melempar senyum sesaat turun dari mobil yang mengantarnya
 dari Markas Kepolisian 
 Daerah Jawa Barat ke kantor Lembaga Bantuan Hukum Bandung,
 Kamis (24/11) 
 petang.
 Menjalani penahanan selama satu
 pekan, ketiganya dijemput kuasa hukum 
 beserta istri dan perwakilan dari desanya. "Saya petani
 setelah keluar dari 
 penjara, saya merasa bahagia. Saya tidak menyangka
 dipenjara, karena pada 
 prinsipnya kami bukan maling yang melanggar aturan
 pemerintah," kata Carsiman 
 kepada wartawan selepas beristirahat dan menyantap nasi
 kotak.
 Satu pekan lalu di Desa
 Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten 
 Majalengka, mereka bertiga dengan ratusan petani lainnya
 menanyakan perihal 
 batas-batas dan daerah mana yang hendak diukur petugas untuk
 Bandara 
 Internasional Jawa Barat di desa tersebut.
 Pengukuran itu rencananya
 dilakukan pada lahan seluas 12 dari rencana 740 
 hektare luasan wilayah Desa Sukamulya seluruhnya. Setidaknya
 ada 1.483 kepala 
 keluarga yang tinggal di desa tersebut. Pengukuran lahan,
 yang dipastikan 
 berujung pada pengosongan lahan untuk bandara pada akhirnya
 ini, menyertakan 
 sedikitnya 1.500 personil bersenjata, gabungan dari TNI dan 
 polisi.
 Upaya warga menahan dan
 bernegosiasi dengan panitia khusus mendapatkan 
 tindakan kekerasan dari aparat. Mulai dari pemukulan,
 penembakan gas air mata, 
 penembakan peluru karet hingga penahanan tiga petani yang
 baru ditangguhkan 
 penahanannya.
 “Saya sedang diam tiba-tiba
 ditangkap. Saya bawa ketapel diselipkan di 
 celana belakang, tiba-tiba polisi ngejar saya. Saya
 ditangkap dan digeledah, 
 dapet itu ketapelnya. Saya dipukul sampai kepala berdarah.
 Saya bawa ketapel 
 tapi enggak dipakai,” tutur Sunadi.
 Penangkapan Darni berbeda. Dia
 dibawa petugas kepolisian saat menyeduh 
 kopi di rumahnya. Polisi mendobrak pintu belakang rumahnya.
 Dengan tangan 
 diborgol, Darni dibawa ke mobil. “Saya ditanya kenapa kamu
 ikut-ikutan, saya 
 jawab karena saya cuma ingin mempertahankan hak saya,”
 tegas Darni yang 
 rambutnya dominan beruban ini.
 Koordinator Front Perjuangan
 Rakyat Sukamulya, Bambang Nurdiansyah 
 menyatakan, warga Sukamulya tidak menolak proses pembangunan
 bandara tersebut. 
 “Kami menolak penggusuran dari tanah kami,” kata
 Bambang.
 Sejak awal perencanaan bandara
 tersebut pada tahun 2004, Bambang 
 mengungkapkan, pemerintah tidak pernah mengajak masyarakat
 untuk bermusyawarah. 
 Apalagi, masyarakat sudah lama tinggal di atas tanah yang
 cukup subur dan harus 
 tercerabut dari akar budayanya untuk kepentingan pembangunan
 
 bandara.
 “Setiap hektare bisa
 menghasilkan tujuh ton gabah kering giling atau 
 setara 4.900 ton. Dengan harga yang berlaku sekarang bisa
 mendapatkan Rp23 
 miliar per musim. Dalam setahun bisa dua kali panen bisa
 dapat Rp46 miliar, 
 belum termasuk hasil palawija,” ungkap
 Bambang.
 Mayoritas warga Desa Sukamulya
 bertahan dan meminta pemerintah 
 menghentikan proses pengukuran lahan untuk digunakan sebagai
 bagian dari 
 bandara. Sekretaris Desa Sukamulya Ade Hari Jahari
 mengungkapkan, lahan Desa 
 Sukamulya termasuk dalam kawasan cadangan untuk bandara.
 “Makanya kami meminta 
 pengukuran dihentikan dan diperbolehkan tetap tinggal di
 sini,” ujar pria 
 berusia 34 tahun ini.
 Kuasa hukum para tersangka, Arip
 Yogiawan mengungkapkan, saat ini proses 
 pengukuran lahan sudah mencapai luasan 50 hektare di Desa
 Sukamulya. Padahal 
 luas lahan yang sepakat dilepaskan oleh sedikitnya 60 kepala
 keluarga itu hanya 
 sekitar 12,7 hektare.
 “Jadi pengukuran juga sudah di
 luar batasnya. Kericuhan kemarin bukan 
 bermaksud melawan petugas. Namun warga mempertanyakan proses
 pengukuran karena 
 masih ada hal yang perlu dinegosiasikan dan deadlock. Polisi
 membubarkan, baru 
 terjadi perlawanan dari warga, sehingga menurut hemat kami
 ini bukan menghalangi 
 (petugas),” ujar Arip.
 Saat ini, sambung Arip, Komisi
 Nasional Hak Asasi Manusia dan Kantor Staf 
 Kepresidenan sudah turun dan melakukan mediasi. “Warga
 diminta menegaskan 
 tuntutannya. Karena dianggap masih simpang siur. Ada yang
 minta direlokasi, ada 
 yang keberatan pindah, jadi ini sedang dibicarakan. Warga
 berharap pembebasan 
 tanah ini lewat pertemuan partisipatif melibatkan warga
 dengan aparat desa di 
 kantor desa,” tegas Arip.
 Gubernur Jawa Barat Ahmad
 Heryawan menyesalkan bentrokan antara petani 
 dan pihak keamanan tersebut. Heryawan menyatakan pihaknya
 berupaya semaksimal 
 mungkin membebaskan lahan untuk bandara
 tersebut.
 “Seharusnya dengan musyawarah
 panjang selesai semua urusan. Yang jelas 
 harus dimusyawarahnya. Coba bayangkan saja untuk runway-nya
 saja Rp1,6 triliun, 
 kemudian air traffic control Rp500 miliar, untuk terminalnya
 Rp2,1 triliun, 
 pembebasan lahan hampir Rp1 triliun lebih,” kata
 dia.
 Pemerintah Provinsi Jawa Barat
 ngotot membebaskan lahan tersebut karena 
 proyek itu ditargetkan selesai tahun 2017 mendatang.
 “Kalau tidak selesai ada 
 anggaran negara yang mubazir,” kata Heryawan.
 [153]
  
 
 
     
      
 
     
     
 
 
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402 --
   #yiv7536894402ygrp-mkp {
 border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
 0;padding:0 10px;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-mkp hr {
 border:1px solid #d8d8d8;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-mkp #yiv7536894402hd {
 color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
 0;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-mkp #yiv7536894402ads {
 margin-bottom:10px;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-mkp .yiv7536894402ad {
 padding:0 0;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-mkp .yiv7536894402ad p {
 margin:0;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-mkp .yiv7536894402ad a {
 color:#0000ff;text-decoration:none;}
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-sponsor
 #yiv7536894402ygrp-lc {
 font-family:Arial;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-sponsor
 #yiv7536894402ygrp-lc #yiv7536894402hd {
 margin:10px
 0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-sponsor
 #yiv7536894402ygrp-lc .yiv7536894402ad {
 margin-bottom:10px;padding:0 0;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402actions {
 font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402activity {
 
background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402activity span {
 font-weight:700;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402activity span:first-child {
 text-transform:uppercase;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402activity span a {
 color:#5085b6;text-decoration:none;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402activity span span {
 color:#ff7900;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402activity span
 .yiv7536894402underline {
 text-decoration:underline;}
 
 #yiv7536894402 .yiv7536894402attach {
 clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
 0;width:400px;}
 
 #yiv7536894402 .yiv7536894402attach div a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv7536894402 .yiv7536894402attach img {
 border:none;padding-right:5px;}
 
 #yiv7536894402 .yiv7536894402attach label {
 display:block;margin-bottom:5px;}
 
 #yiv7536894402 .yiv7536894402attach label a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv7536894402 blockquote {
 margin:0 0 0 4px;}
 
 #yiv7536894402 .yiv7536894402bold {
 font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}
 
 #yiv7536894402 .yiv7536894402bold a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv7536894402 dd.yiv7536894402last p a {
 font-family:Verdana;font-weight:700;}
 
 #yiv7536894402 dd.yiv7536894402last p span {
 margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}
 
 #yiv7536894402 dd.yiv7536894402last p
 span.yiv7536894402yshortcuts {
 margin-right:0;}
 
 #yiv7536894402 div.yiv7536894402attach-table div div a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv7536894402 div.yiv7536894402attach-table {
 width:400px;}
 
 #yiv7536894402 div.yiv7536894402file-title a, #yiv7536894402
 div.yiv7536894402file-title a:active, #yiv7536894402
 div.yiv7536894402file-title a:hover, #yiv7536894402
 div.yiv7536894402file-title a:visited {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv7536894402 div.yiv7536894402photo-title a,
 #yiv7536894402 div.yiv7536894402photo-title a:active,
 #yiv7536894402 div.yiv7536894402photo-title a:hover,
 #yiv7536894402 div.yiv7536894402photo-title a:visited {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv7536894402 div#yiv7536894402ygrp-mlmsg
 #yiv7536894402ygrp-msg p a span.yiv7536894402yshortcuts {
 font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}
 
 #yiv7536894402 .yiv7536894402green {
 color:#628c2a;}
 
 #yiv7536894402 .yiv7536894402MsoNormal {
 margin:0 0 0 0;}
 
 #yiv7536894402 o {
 font-size:0;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402photos div {
 float:left;width:72px;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402photos div div {
 border:1px solid
 #666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402photos div label {
 
color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402reco-category {
 font-size:77%;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402reco-desc {
 font-size:77%;}
 
 #yiv7536894402 .yiv7536894402replbq {
 margin:4px;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-actbar div a:first-child {
 margin-right:2px;padding-right:5px;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-mlmsg {
 font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean,
 sans-serif;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-mlmsg table {
 font-size:inherit;font:100%;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-mlmsg select,
 #yiv7536894402 input, #yiv7536894402 textarea {
 font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-mlmsg pre, #yiv7536894402
 code {
 font:115% monospace;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-mlmsg * {
 line-height:1.22em;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-mlmsg #yiv7536894402logo {
 padding-bottom:10px;}
 
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-msg p a {
 font-family:Verdana;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-msg
 p#yiv7536894402attach-count span {
 color:#1E66AE;font-weight:700;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-reco
 #yiv7536894402reco-head {
 color:#ff7900;font-weight:700;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-reco {
 margin-bottom:20px;padding:0px;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-sponsor #yiv7536894402ov
 li a {
 font-size:130%;text-decoration:none;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-sponsor #yiv7536894402ov
 li {
 font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-sponsor #yiv7536894402ov
 ul {
 margin:0;padding:0 0 0 8px;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-text {
 font-family:Georgia;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-text p {
 margin:0 0 1em 0;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-text tt {
 font-size:120%;}
 
 #yiv7536894402 #yiv7536894402ygrp-vital ul li:last-child {
 border-right:none !important;
 }
 #yiv7536894402 
 

Kirim email ke