Chemistry antara konco dan sahabat neo-Mojopahit, bukan hal aneh!

http://www.antaranews.com/berita/598242/ada-chemistry-antara-jokowi-dan-prabowo

Ada "chemistry" antara Jokowi dan Prabowo
Jumat, 25 November 2016 17:58 WIB | 1.371 Views
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
 
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo 
Subianto di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta. (ANTARA FOTO/Widodo S. 
Jusuf)
  okowi saat ini mulai berpikir untuk merangkul lawan yang konstruktif 
ketimbang merangkul kawan yang destruktif 
Jakarta (ANTARA News) - Politisi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menilai 
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memiliki 
keterikatan atau "chemistry" yang ditunjukkan melalui pertemuan keduanya 
beberapa waktu belakangan.

"Saya akui chemistry keduanya ada," ujar Andreas di sela diskusi Peta Politik 
Pasca 4/11: Mempertanyakan Loyalitas Partai-Partai Pendukung Jokowi" yang 
diadakan lembaga kajian Para Syndicate di Jakarta, Jumat.

Andreas mengatakan keterikatan Jokowi dengan Prabowo dalam pertemuan keduanya 
menjawab pertanyaan publik apakah Gerindra akan masuk kabinet atau tidak.

"Dalam kacamata saya di dalam konteks ini sudah kelihatan dan terfilter apakah 
Gerindra masuk atau tidak. Itu semua bergantung kepada Pak Jokowi dan Pak 
Prabowo," jelas dia.

Yang jelas, kata Andreas, melalui pertemuan Jokowi dengan Prabowo banyak hal 
terklarifikasi, salah satunya mengenai peta kawan politik Jokowi.

"Di sana terlihat mana kawan taktis, mana kawan strategis dan mana kawan 
ideologis," kata Andreas.

Dia menyiratkan sejauh ini beberapa partai koalisi pemerintahan belum dapat 
memposisikan diri sebagai kawan ideologis karena internal partai masih 
bermasalah.

"Kalau PDIP sebagai pengusung Pak Jokowi jelas mendukung dalam konteks 
ideologis. Tapi di partai lain misalnya di PAN kita lihat wibawa Pak Amien 
(Rais) masih besar, PPP masih ada dualisme, PKB meski ada di struktural namun 
mereka memiliki akar rumput NU, dan di dalam Golkar masih banyak faksi-faksi," 
kata Andreas.

Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo memandang pertemuan antara 
Jokowi dengan Prabowo yang terjadi dua kali beberapa waktu belakangan adalah 
peristiwa politik yang sangat bermakna.

Menurut dia, pertemuan itu memunculkan analisis bahwa Jokowi saat ini mulai 
berpikir untuk merangkul lawan yang konstruktif ketimbang merangkul kawan yang 
destruktif. 
Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Kirim email ke