Buntet Pesantren Tak Dukung Demo 212, Kyai Adib: Ahok Kecil 
https://m.tempo.co/read/news/2016/11/26/058823312/buntet-pesantren-tak-dukung-demo-212-kyai-adib-ahok-kecil
 SABTU, 26 NOVEMBER 2016 | 06:00 WIB
 
 Ribuan massa memadati Jalan Medan Merdeka Barat. Mereka duduk untuk 
mendengarkan orasi pimpinan Aksi Bela Islam II, 4 November 2016. TEMPO/AHMAD 
FAIZ
 
 TEMPO.CO, Cirebon - Buntet Pesantren meminta santrinya untuk tidak mengikuti 
aksi demonstrasi di Jakarta pada 2 Desember 2016 (212). Hal tersebut 
diungkapkan pengasuh Buntet Pesantren, KH Adib Arsyad, saat menerima kunjungan 
Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal  Syafruddin, Jumat, 25 November 
2016. 

“Kami para kiai, mengimbau kepada ulama, ustad serta alumni Buntet Pesantren 
yang jumlahnya ratusan ribu untuk tidak berangkat ke Jakarta,” kata Adib.

Menurut Adib  setiap persolan tidak harus direspons dengan demonstrasi, namun 
mesti disikapi dengan arif dan bijaksana. Adib berujar ada dua alasan  mengapa 
pengasuh Buntet Pesantren tidak menganjurkan santri serta alumninya untuk 
mengikuti demonstrasi di Jakarta. “Ahok itu kecil. Masak dikeroyok ratusan 
ribu, gak pantes,” kata Adib.

Adapun alasan kedua, Adib menukil kisah  saat Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS 
diperintahkan Allah SWT untuk mengingatkan Firaun. “Kita sendiri tahu Firaun 
itu bagaimana, bahkan mengklaim dirinya sebagai Tuhan,” kata Adib.


 



 Namun kedua nabi tersebut justru diperintahkan untuk mengingatkan dengan 
bahasa dan tutur kata yang santun dan halus, bukan dengan ucapan-ucapan yang 
kasar. Dengan bahasa yang halus dan santun, diharapkan orang yang diingatkan 
bisa sadar. “Kita ambil contoh dari situ,” kata Adib. 

Adib memandang kondisi yang terjadi saat ini justru bisa memecah belah Negara 
Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu Buntet Pesantren pun jauh-jauh hari 
telah mengambil sikap untuk tidak ikut-ikutan ke dalam aksi unjuk rasa 2 
Desember 2016.

Syafruddin membantah jika kedatangannya ke Buntet Pesantren terkait dengan aksi 
demo  2 Desember. “Ini hanya silaturahmi biasa kepada keluarga besar Buntet 
Pesantren,” kata Syafruddin. 

Di hadapan sejumlah kiai, Syafruddin mengatakan bahwa Indonesia kaya potensi 
sumber daya manusia dan sumber daya alam. “Kita memiliki sumber daya manusia 
dan sumber daya alam yang sangat besar. Hampir tidak ada kekurangan,” kata dia. 

Dengan semua potensi itu, katanya, bangsa lain iri. Karena itu Syafruddin  
meminta agar seluruh masyarakat Indonesia menjaganya. Caranya antara lain 
dengan merawat kebersamaan dan soliditas. “Jangan diceraiberaikan oleh 
masalah-masalah kecil."
IVANSYAH

 

 

Kirim email ke