Beredar Pidato Gusdur saat Mendampingi Ahok di Bangka Belitung (VIDEO) 
http://belitung.tribunnews.com/2016/11/17/beredar-pidato-gusdur-saat-mendampingi-ahok-di-bangka-belitung-video?page=all
 Kamis, 17 November 2016 19:42
 
 
 
 Youtube/Ahok Versus
 
 Abdurahman Wahid (Gusdur) 
 

 POSBELITUNG.COM - Heboh penetapan status tersangka oleh Bareskrim Polri kepada 
Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus dugaan 
penistaan agama ramai diperbincangkan.
 Hal ini tak lepas dari tindakan 'kepleset lidah' Ahok di hadapan warga 
Kepulauan Seribu yang membawa-bawa ayat suci Al Quran, dalam hal ini surat Al 
Maidah 51.
 Pernyataan Ahok tersebut akhirnya berbuntut panjang.
 Ucapannya dianggap menistakan Al Quran dan agama Islam.
 Aksi demo 4 November lalu yang menuntut Ahok agar diproses hukum akhirnya 
berujung ditetapkannya Ahok sebagai tersangka oleh kepolisian, Rabu 
(16/11/2016).
 Media sosial pun heboh terkait hal ini. Netizen ramai memperbincangkan kasus 
yang menimpa calon Gubernur DKI Jakarta tersebut.
 Sepak terjang Ahok selalu menuai pro dan kontra.
 Tetapi menarik untuk disimak, mantan Presiden RI Almarhum Abdurahman Wahid 
atau Gusdur http://belitung.tribunnews.com/tag/gusdur punya pandangannya 
sendiri tentang Ahok, termasuk ia menyoroti  isu politik yang rentan 
dikait-kaitkan dengan soal agama.
 Dalam sebuah video yang diposting kembali netizen pasca heboh kasus dugaan 
penistaan agama oleh Ahok, memperlihatkan saat Gusdur 
http://belitung.tribunnews.com/tag/gusdur menjadi juru kampanye bagi Ahok yang 
mencalonkan diri sebagai Gubernur Bangka Belitung tahun 2007 silam.
 Gusdur secara lugas dan tegas meluruskan apa yang selama ia sebut sikap 
oknum-oknum tertentu yang mengait-ngaitkan politik dengan soal agama.
 Berikut kutipan pidato Gusdur http://belitung.tribunnews.com/tag/gusdur saat 
mendampingi Ahok di hadapan warga Bangka Belitung, September 2007 silam.
 "Belum bisa baca Quran udah ngomongin Quran. Berani!
 Jadi karena itu, mantap saja semua nyoblos Ahok.
 Peganglah ini. Kalau omongan orang tolol, ga usah didengarkan, betul?
 Ada yang mengatakan, orang Kristen dan orang Yahudi tidak akan rela dengan 
kamu Muhammad sampai kamu ikut agama mereka.
 Saya bilang, ayat ini tidak ada urusannya dengan Gubernur, betul? Kenapa?
 Karena kalau orang Kristen dan orang Yahudi tidak rela dengan kita, kita juga 
tidak rela dengan agama siapapun, betul engga?
 Apa anda mau shalat di belakang orang Yahudi? enggak mau! Shalat di 
belakangnya orang Kristen? Shalat di belakangnya orang Cina? enggak mau!
 Tapi kalau pemerintahan, Tidak apa-apa! Nah begitu, kita harus tahu dong.
 Dimana makenya ayat, jangan sembarangan aja.
 Oleh karena itu, kita tidak perlu takut-takut, anda semua harus bersama-sama, 
memilih orang yang pandai untuk pemerintahan.
 Basuki Ahok sudah membuktikan diri menjadi Bupati yang baik di Belitung Timur.
 Disana sekarang orang berobat gak bayar. Bayar Rp 5 ribu untuk semua penyakit, 
kenapa itu bisa? karena jujur! Jadi dia nggak ikut makan.
 Urusan politik tak ada hubungannya dengan soal agama.
 Jadi kalau nyoblos Ahok, tidak berarti kita ikut agamanya dia. Kita lihat dia 
sebagai calon gubernur yang baik, setuju?" 
 Kecam Dukungan Berbau 'Mistis', Ahok Tegur Keras Pendukung 
http://belitung.tribunnews.com/tag/pendukungnya
 Seorang pendukung berkemeja kotak-kotak terlihat mengoleskan minyak ke kepala 
calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat berada di 
Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2016).
 Setelah dioleskan minyak, Ahok terlihat berulang kali memegang rambutnya.
 Hingga pada akhirnya, Ahok mengambil microphone yang ada di atas meja.
 Kemudian, dia menegur pendukungnya yang telah mengolesi minyak ke rambutnya 
tersebut.
 "Lain kali, ini masing-masing orang punya kepercayaan. Kalau mau doa, doa 
silakan, enggak usah kasih-kasih minyak ke kepala saya, enggak usah 
macem-macem. Sori deh, pusing saya," kata Ahok.
 Ahok memperingatkan agar pendukungnya tidak memberikan hal-hal yang berbau 
mistik.
 Sebelum diberi minyak, Ahok pernah diberikan segumpal tanah yang diberi 
kemenyan.
 Kemudian, Ahok dipaksa harus mengantongi tanah itu ke kantong pakaiannya.
 "Jadi enggak usah oles-olesin ya, bau, pusing saya. Saya percaya Tuhan pasti 
tolong, tapi enggak usah terlalu seperti itu," kata Ahok.
 Ia meminta agar pendukung tak menularkan kegiatan mistik kepadanya.
 "Mistik masing-masing pribadi, silakan. Kalau bapak ibu suka ada tanah 
kemenyan dikasih atau ditaburi depan rumah kasih bungkus merah-merah, 
wangi-wangian, mau dikantongi, silakan. Tapi jangan kasih ke saya gitu lho, 
nanti saya pusing. Tolong ya ini, makasih banyak," kata Ahok. 
(Kompas/Youtube/Ahok Versus)

 




 

 

 

Kirim email ke