Karena itu saya tetap menyayangkan para petinggi 
dan tokoh negeri pada berebut pusing dan hanyut bicara 
soal SARA / penistaan agama. Mereka lalu membawa 
persoalan ayat ini ke proses hukum. Padahal, dengan 
menawarkan islah / perdamaian tidak akan jadi serepot ini.
Terutama presiden. Harusnya dia adalah orang yang 
memberi contoh bagaimana berdiri di atas semua golonganmasyarakat maupun ketua 
partai.
Tapi ya sepertinya memang ada yang menginginkan negeri ini 
gaduh terus dan mulai menarik-narik masuknya militer.

"Saya bilang, ayat ini tidak ada urusannya dengan Gubernur, betul? Kenapa?"


 --- SADAR@... wrote:
From: jonathangoeij@...
Sent:Tuesday, November 29, 2016 11:16 AM



Beredar Pidato Gusdur saat Mendampingi Ahok di Bangka Belitung (VIDEO)
 Kamis, 17 November 2016 19:42Youtube/Ahok VersusAbdurahman Wahid (Gusdur) 
POSBELITUNG.COM - Heboh penetapan status tersangka oleh Bareskrim Polri kepada 
Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus dugaan 
penistaan agama ramai diperbincangkan.Hal ini tak lepas dari tindakan 'kepleset 
lidah' Ahok di hadapan warga Kepulauan Seribu yang membawa-bawa ayat suci Al 
Quran, dalam hal ini surat Al Maidah 51.Pernyataan Ahok tersebut akhirnya 
berbuntut panjang.Ucapannya dianggap menistakan Al Quran dan agama Islam.Aksi 
demo 4 November lalu yang menuntut Ahok agar diproses hukum akhirnya berujung 
ditetapkannya Ahok sebagai tersangka oleh kepolisian, Rabu (16/11/2016).Media 
sosial pun heboh terkait hal ini. Netizen ramai memperbincangkan kasus yang 
menimpa calon Gubernur DKI Jakarta tersebut.Sepak terjang Ahok selalu menuai 
pro dan kontra.Tetapi menarik untuk disimak, mantan Presiden RI Almarhum 
Abdurahman Wahid atau Gusdur punya pandangannya sendiri tentang Ahok, termasuk 
ia menyoroti  isu politik yang rentan dikait-kaitkan dengan soal agama.Dalam 
sebuah video yang diposting kembali netizen pasca heboh kasus dugaan penistaan 
agama oleh Ahok, memperlihatkan saat Gusdur menjadi juru kampanye bagi Ahok 
yang mencalonkan diri sebagai Gubernur Bangka Belitung tahun 2007 silam.Gusdur 
secara lugas dan tegas meluruskan apa yang selama ia sebut sikap oknum-oknum 
tertentu yang mengait-ngaitkan politik dengan soal agama.Berikut kutipan pidato 
Gusdur saat mendampingi Ahok di hadapan warga Bangka Belitung, September 2007 
silam."Belum bisa baca Quran udah ngomongin Quran. Berani!Jadi karena itu, 
mantap saja semua nyoblos Ahok.Peganglah ini. Kalau omongan orang tolol, ga 
usah didengarkan, betul?Ada yang mengatakan, orang Kristen dan orang Yahudi 
tidak akan rela dengan kamu Muhammad sampai kamu ikut agama mereka.Saya bilang, 
ayat ini tidak ada urusannya dengan Gubernur, betul? Kenapa?Karena kalau orang 
Kristen dan orang Yahudi tidak rela dengan kita, kita juga tidak rela dengan 
agama siapapun, betul engga?Apa anda mau shalat di belakang orang Yahudi? 
enggak mau! Shalat di belakangnya orang Kristen? Shalat di belakangnya orang 
Cina? enggak mau!Tapi kalau pemerintahan, Tidak apa-apa! Nah begitu, kita harus 
tahu dong.Dimana makenya ayat, jangan sembarangan aja.Oleh karena itu, kita 
tidak perlu takut-takut, anda semua harus bersama-sama, memilih orang yang 
pandai untuk pemerintahan.Basuki Ahok sudah membuktikan diri menjadi Bupati 
yang baik di Belitung Timur.Disana sekarang orang berobat gak bayar. Bayar Rp 5 
ribu untuk semua penyakit, kenapa itu bisa? karena jujur! Jadi dia nggak ikut 
makan.Urusan politik tak ada hubungannya dengan soal agama.Jadi kalau nyoblos 
Ahok, tidak berarti kita ikut agamanya dia. Kita lihat dia sebagai calon 
gubernur yang baik, setuju?" Kecam Dukungan Berbau 'Mistis', Ahok Tegur Keras 
PendukungnyaSeorang pendukung berkemeja kotak-kotak terlihat mengoleskan minyak 
ke kepala calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat 
berada di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2016).Setelah 
dioleskan minyak, Ahok terlihat berulang kali memegang rambutnya.Hingga pada 
akhirnya, Ahok mengambil microphone yang ada di atas meja.Kemudian, dia menegur 
pendukungnya yang telah mengolesi minyak ke rambutnya tersebut."Lain kali, ini 
masing-masing orang punya kepercayaan. Kalau mau doa, doa silakan, enggak usah 
kasih-kasih minyak ke kepala saya, enggak usah macem-macem. Sori deh, pusing 
saya," kata Ahok.Ahok memperingatkan agar pendukungnya tidak memberikan hal-hal 
yang berbau mistik.Sebelum diberi minyak, Ahok pernah diberikan segumpal tanah 
yang diberi kemenyan.Kemudian, Ahok dipaksa harus mengantongi tanah itu ke 
kantong pakaiannya."Jadi enggak usah oles-olesin ya, bau, pusing saya. Saya 
percaya Tuhan pasti tolong, tapi enggak usah terlalu seperti itu," kata Ahok.Ia 
meminta agar pendukung tak menularkan kegiatan mistik kepadanya."Mistik 
masing-masing pribadi, silakan. Kalau bapak ibu suka ada tanah kemenyan dikasih 
atau ditaburi depan rumah kasih bungkus merah-merah, wangi-wangian, mau 
dikantongi, silakan. Tapi jangan kasih ke saya gitu lho, nanti saya pusing. 
Tolong ya ini, makasih banyak," kata Ahok. (Kompas/Youtube/Ahok Versus)

   

Kirim email ke