Pada Senin, 28 November 2016 22:22, "kh djie [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]> menulis:
---------- Forwarded message ----------
Ahok yang Mulai Bangkit PascaDemonstrasi
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ lahagu/ahok-yang-mulai-
bangkit-pasca-demonstrasi_ 583a7bc452f9fd551a28e0fdPasca terpuruk di dasar
jurang, Ahok secara perlahan mulai bangkit. Sejakmenyerempet Surat Al-Maidah
akhir September 2016 lalu, Ahok diserang darisegala penjuru. Serangan Buni
Yani, Habib Rizieg, Amin Rais, Munarman, AhmadDhani, Fadli Zon, Fahri Hamzah,
SBY, Ratna Sarumpaet, MUI, ILC TV One, surveiLSI Denny JA dan seterusnya datang
bertubi-tubi bak Tsunami. Hasilnya Ahokterlihat hancur-lebur berkeping-keping.
Puncaknya ketika dua serangan rudal meluluh-lantahkannya. Demo 4 November2016
adalah serangan rudal paling mematikan bagi Ahok. Lalu penetapan dirinyasebagai
tersangka oleh Bareskrim Polri 16 November 2016 adalah serangan rudalpencabut
nyawa. Saat dirinya ditetapkan tersangka, Ahok dinyatakan sudah tamat.Akan
tetapi hanya beberapa detik pasca penetapan itu, Ahok ternyata bangkitlagi.
Dukungan kepadanya lewat sosial media dengan tagar “Kami Ahok”,berhari-hari
menjadi trending topik di Twitter. Berbagai polling di sosialmedia menempatkan
Ahok di urutan paling atas. Sejak Ahok ditetapkan sebagai tersangka, namanya
justru semakin berkibarbukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia
internasional. Tak kurang AmnestyInternasional meminta Polri menghentikan
penyelidikan kasus Ahok. Sebelumnyaditenggarai bahwa demo 4 November 2016,
membuat Donald Trump menang atas HilaryClinton pada Pilpres Amerika.
Negara-negara Barat pun akan terus menyorotIndonesia. Di rumah pemenangan Ahok
di Lembang, dukungan deras datang dari berbagaipihak, termasuk dukungan dari
PPP Djan Faridz. Setiap hari ratusan orang silihberganti menyatakan dukungan
atau menerima beragam pengaduan. Diperkirakanbahwa label tersangka yang
disandang Ahok tidak terpengaruh. Walaupun Polrimencoba berpacu dengan waktu
agar kasus Ahok cepat tuntas, namun mendapatkanvonis di pengadilan tidak
secepat yang diharapkan. Butuh waktu berbulan-bulanbahkan tahunan untuk
mendapat label ikrah atau berkekuatan hukum tetap. Para pendukung Ahok yakin
bahwa Ahok mampu memenangkan Pilkada DKI satuputaran. Keyakinan itu terlihat
dari warga Jakarta yang tidak banyak turun kejalan saat demo 4 November lalu.
Pun saat parade Bhinneka Tunggal Ika,masyarakat Jakarta tidak banyak yang turun
ke jalan. Warga Jakarta terlihatwait and see. Sepintas ada keanehan yang
melanda warga Jakarta saat ini. Hasil Survei Indikatormisalnya menyatakan bahwa
warga Jakarta puas atas kinerja Ahok namun tidak maumemilihnya. Namun bila
dianalisis lebih lanjut keanehan itu bisa dipahami. Jikahasil survei
elektabilitas Ahok beberapa pekan terakhir cenderung turun, itubisa jadi karena
status Ahok yang saat ini telah ditetapkan tersangka atasdugaan penistaan agama
yang membuat dukungan kepadanya semakin tergerus. Itukemungkinan pertama. Akan
tetapi kemungkinan keduanya dan ini yang ditakuti para lawan Ahok,adalah orang
yang disurvei enggan menjawab pertanyaaan karena faktor memanasnyasuhu politik
dan sosial di masyarakat. Kondisi itu membuat orang yang ditanyadalam survei
tak mau mengambil risiko politik. Dari dukungan kepada Ahok diLembang, terlihat
bahwa warga Jakarta yang punya suara malah simpatik kepadaAhok yang dikepung
dari segala sudut. Soal hasil survei yang mencap elektabilitas Ahok jatuh, ada
kemungkinabahwa masyarakat yang disurvei saat ini cenderung tidak terbuka dan
jujurmengutarakan apa yang ada di benaknya. Alasannya untuk menghindari
risikopolitik dan sosial. Bisa saja warga Jakarta tidak mengatakan mendukung
Ahoktapi di bilik suara berbalik mendukung. Masyarakat Jakarta sangat rasional
dalam memilih. Namun mereka tidak maumenghadapi resiko politik dalam kehidupan
sehari-hari. Untuk menghindari risikopolitik itu, warga Jakarta cenderung
menyatakan dukungan kepada Anis atau Agusatau bahkan tidak menjawab sama
sekali. Warga Jakarta yang rasional dalam memilih paham sekali bahwa Ahok saat
initerus dikepung oleh kasus SARA. Alasannya, hanya itu yang bisa
menghentikannya.Ahok yang memiliki elektabiltas tinggi, jelas susah dikalahkan.
Namun wargaJakarta sendiri tidak mudah digerakkan. Oleh karena itu orang dari
luar Jakartadikerahkan untuk menjegal Ahok. Saat ini mayoritas masyarakat
Jakarta terlihat mencari aman. Merekacenderung menjaga risiko politik dan
sosial di masyarakat. Masyarakat Jakartadari berbagai survei terkesan
berpura-pura tidak memilih Ahok. Tujuannya adalahagar orang luar Jakarta tidak
perlu mencampuri urusan politik di Jakarta. Didaerah lain juga banyak penistaan
agama tetapi sama sekali tidak diangkat kepermukaan. Mengapa? Karena memang
tidak menarik. Kekuatan silent majority inilah yang menakutkan para lawan Ahok.
Siapa yangberani menjamin bahwa masyarakat Jakarta tidak lagi memilih Ahok di
biliksuara? Jika ternyata Ahok menang satu putaran, maka kiamat bagi para lawan
Ahokuntuk bertahun-tahun ke depan. Nah, oleh karena itu tidak ada jalan lain
selainmematikan dan mengubur Ahok untuk selama-lamanya. Penetapan Ahok
sebagaitersangka belumlah memuaskan para lawan Ahok. Mereka meminta Ahok
ditahan agartidak lagi berkoak-koak mengkampanyekan dirinya. Jika kemudian pun
Ahok sudah ditahan atau dipenjara, maka lawan Ahok akandemo lagi agar Ahok
secepatnya divonis di atas lima tahun sebelum Pilkada 15Februari 2017
mendatang. Dan jika sudah divonis, maka para lawan Ahok akan demolagi agar MA
secepat kilat membuat hukuman Ahok inkrah atau berkekuatan hukumtetap. Apakah
demo dan tuntutan demo itu masih waras atau mengedepankan proseshukum yang
adil? Untuk sementara sama sekali tidak dipedulikan. Demi mematikanAhok dan
menguburnya untuk selama-lamanya, Habieb Rizieq tanpa membaca
benarundang-undang, terus melontarkan logika dungu bahwa ia akan memasukkan
Presidendan Kapolri ke penjara jika menghalangi demo 2 Desember
2016.Logika-logika dungu memang banyak diperlihatkan dalam Pilkada DKI
Jakartakali ini. Sebagai contoh misalnya, Agus mengatakan bahwa program calon
gubernursama sekali tidak penting asalkan orangnya baik. Belum lagi cara Anis
Baswedanmengatasi perumahan kumuh di DKI yang katanya tidak akan digusur tetapi
cukupdilukis, membuat hati geli mendengarnya. Apakah demo 2 Desember 2016
mendatang yang tujuannya agar Ahok ditahan olehPolri sukses? Apakah demo itu
semakin membuat semakin banyak logika dunguterlihat? Entahlah. Yang jelas
kolaborasi membahana antara TNI-Polri besertamasyarakat yang mencintai NKRI
semakin terlihat kokoh dan tak mudah digoyahkan.Dan satu lagi yang perlu
dicamkan, yakni bahwa Ahok masih hidup dan bahkan iamulai bangkit lagi. Salam
Kompasiana, Asaaro Lahagu
#yiv2214779788 #yiv2214779788 -- #yiv2214779788ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv2214779788
#yiv2214779788ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv2214779788
#yiv2214779788ygrp-mkp #yiv2214779788hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv2214779788 #yiv2214779788ygrp-mkp #yiv2214779788ads
{margin-bottom:10px;}#yiv2214779788 #yiv2214779788ygrp-mkp .yiv2214779788ad
{padding:0 0;}#yiv2214779788 #yiv2214779788ygrp-mkp .yiv2214779788ad p
{margin:0;}#yiv2214779788 #yiv2214779788ygrp-mkp .yiv2214779788ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv2214779788 #yiv2214779788ygrp-sponsor
#yiv2214779788ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv2214779788
#yiv2214779788ygrp-sponsor #yiv2214779788ygrp-lc #yiv2214779788hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv2214779788
#yiv2214779788ygrp-sponsor #yiv2214779788ygrp-lc .yiv2214779788ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv2214779788 #yiv2214779788actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv2214779788
#yiv2214779788activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv2214779788
#yiv2214779788activity span {font-weight:700;}#yiv2214779788
#yiv2214779788activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv2214779788 #yiv2214779788activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv2214779788 #yiv2214779788activity span
span {color:#ff7900;}#yiv2214779788 #yiv2214779788activity span
.yiv2214779788underline {text-decoration:underline;}#yiv2214779788
.yiv2214779788attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv2214779788 .yiv2214779788attach div a
{text-decoration:none;}#yiv2214779788 .yiv2214779788attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv2214779788 .yiv2214779788attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv2214779788 .yiv2214779788attach label a
{text-decoration:none;}#yiv2214779788 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv2214779788 .yiv2214779788bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv2214779788
.yiv2214779788bold a {text-decoration:none;}#yiv2214779788 dd.yiv2214779788last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv2214779788 dd.yiv2214779788last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv2214779788
dd.yiv2214779788last p span.yiv2214779788yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv2214779788 div.yiv2214779788attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv2214779788 div.yiv2214779788attach-table
{width:400px;}#yiv2214779788 div.yiv2214779788file-title a, #yiv2214779788
div.yiv2214779788file-title a:active, #yiv2214779788
div.yiv2214779788file-title a:hover, #yiv2214779788 div.yiv2214779788file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv2214779788 div.yiv2214779788photo-title a,
#yiv2214779788 div.yiv2214779788photo-title a:active, #yiv2214779788
div.yiv2214779788photo-title a:hover, #yiv2214779788
div.yiv2214779788photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv2214779788
div#yiv2214779788ygrp-mlmsg #yiv2214779788ygrp-msg p a
span.yiv2214779788yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv2214779788
.yiv2214779788green {color:#628c2a;}#yiv2214779788 .yiv2214779788MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv2214779788 o {font-size:0;}#yiv2214779788
#yiv2214779788photos div {float:left;width:72px;}#yiv2214779788
#yiv2214779788photos div div {border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv2214779788
#yiv2214779788photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv2214779788
#yiv2214779788reco-category {font-size:77%;}#yiv2214779788
#yiv2214779788reco-desc {font-size:77%;}#yiv2214779788 .yiv2214779788replbq
{margin:4px;}#yiv2214779788 #yiv2214779788ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv2214779788 #yiv2214779788ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv2214779788
#yiv2214779788ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv2214779788
#yiv2214779788ygrp-mlmsg select, #yiv2214779788 input, #yiv2214779788 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv2214779788
#yiv2214779788ygrp-mlmsg pre, #yiv2214779788 code {font:115%
monospace;}#yiv2214779788 #yiv2214779788ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv2214779788 #yiv2214779788ygrp-mlmsg #yiv2214779788logo
{padding-bottom:10px;}#yiv2214779788 #yiv2214779788ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv2214779788 #yiv2214779788ygrp-msg
p#yiv2214779788attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv2214779788
#yiv2214779788ygrp-reco #yiv2214779788reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv2214779788 #yiv2214779788ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv2214779788 #yiv2214779788ygrp-sponsor
#yiv2214779788ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv2214779788
#yiv2214779788ygrp-sponsor #yiv2214779788ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv2214779788
#yiv2214779788ygrp-sponsor #yiv2214779788ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv2214779788 #yiv2214779788ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv2214779788 #yiv2214779788ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv2214779788 #yiv2214779788ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv2214779788
#yiv2214779788ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv2214779788