di flagstaff aja ada setidaknya 10 gerai lihat aja pakai store locator 
ketikkan flagstaff az kelihatan sama map-nya sekalian, agak keselatan di sedona 
penduduknya sekitar 10 ribu ada sekitar 4 gerai. 
 

 anda yg mau buktikan teori anda ya silahkan saja bikin riset atau hitung2 
sendiri sana.
 

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

 Penduduknya William, AZ 3200 orang.
 Emangnya starbucks jualan kopinya sama penduduknya yang 3200 orang itu saja?
 Emangnya bisa untung dan survive? Ini pertanyaan pertama.
 Kalau gak bisa jualan sama 3200 penduduk kota William saja, sama siapa 
starbucks jualannya? Ini pertanyaan kedua.
 Pertanyaan ketiga ada apa disekitar William?
  
 Pertanyaan ketiga: kalau dikaitkan dengan maju tidak suatu kota kalau ada 
starbucks, gimana analisanya kasus starbucks di William, AZ ini?
 Terakhir bejibunnya dimana? Dekat flagstaff, AZ ada kota lumayan gede namanya 
Winslow dengan penduduk 10000 orang dan punya regional airport lagi. Gak ada 
tuh starbucks di winslow?
  
 Ayo jawab……katanya orang pinter dan jago bisnis.
  
 Ane walaupun belum pernah ke grand canyon, bisa google dan lihat2 juga loh.
 Walaupun kami2 orang miskin dan tinggal didusun tapi melek internet utk 
melihat omongan ente yg serba ngaco itu.
 Jadi hati2 ya jangan sok keminter……
  
 Hehehehehehe
 Nesare
  
  
 From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 29, 2016 3:32 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Jokowi: Starbucks Menandakan Suatu Kota Itu Maju Atau 
Belum


  
  
 pake tanya yg minum kaktus atau batu segala, apa mau bikin lagu saingin kolam 
susu? 

 anda riset sendiri saja utk menjawab pertanyaan2 itu.

  

 waktu itu saya sempat berhenti di Williams, AZ kota kecil banget cuman 
sepetak, buat mampir ke restroom, disana ada starbucks-nya. kemudian diteruskan 
sekitar 30 menit ke Flagstaff, AZ kotanya lebih gedean dikit disini 
starbucksnya ada banyak, sengaja nginep disini karena mau mengunjungi Lowell 
Observatory https://lowell.edu/ di observatory ini kita bisa melihat planet2 
pakai teropong ada 2 teropong yg boleh utk umum yg satu besar satunya kecil. 
highly recomended.

  

  

 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :



 Dimana?

 Siapa yg beli? Kaktus atau batu?

  

 Kalau orang yg beli, kelompok orang yg mana? Rakyat setempat atau turis?

 Berapa banyak yg beli?

 Seasonal atau sepanjang waktu bisnisnya?

 Ini pertimbangan yg menentukan ada demand atau tidak.

  

 Ini logika orang bisnis!

  

 Kalau dusun dgn penduduk 500 orang. Feasible ndak?

 Yg minum kopi 20% = 100 orang. Banyak kan?

 Sehari minum sekali = $500.

 Untung 20% - 30% = $100-$150 sehari. Feasible ndak?

 Ini contoh orang bisnis ngomong!

  

 Dusun apa yg ada 500 orang di USA? Banyak endak?

  

 Gerai apa yg memiliki starbucks di USA? Cari tahu sana. Riset dulu, jangan 
asal jiplak ngomong bejibun starbucks ada dimana2!

  

 Lalu bandingkan dengan starbucks di Indonesia. Ini topik diskusinya.

 Gimana bisa didusun2 bisa ada starbucks? Purchasing power, life style dan 
substitute product ada, ngapain orang beli starbucks?

 Gimana bisa bener klaim bahwa “ keberadaan starbucks menunjukkan kota maju”. 
Gak bener! Kenapa tidak benar? Karena keberadaan starbucks krn kota itu sudah 
mapan/maju artinya kota itu sudah ada purchasing power, mau beli dan life 
stylenya suka minum kopi. Kalau kriteria ini tidak ada, ngapain starbucks buka 
gerai disitu? Ya duit engkongmu pake’ buka java coffee di gurun di Arizona 
sana, biar yg beli kaktus dan batu. Hehehehehe lucu bener jadinya.

  

 Seharusnya klaimnya kan begini: starbucks buka gerai dikota yang sudah mapan; 
starbucks buka di kota A menunjukkan kota A akan Sudah berkembang dan akan 
berkembang lebih bagus; starbucks mendorong bisnis franchise diindonesia supaya 
maju dst..dst.

  

 Nesare

  

  

 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 29, 2016 12:48 PM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Jokowi: Starbucks Menandakan Suatu Kota Itu Maju Atau 
Belum



  

  

 karena ada yang beli, gitu aja kok nggak ngerti.


 arizona itu kalau musim panas panasnya bukan main, minum ice coffee ice 
frappuccino ya pas banget sambil relax.


 kalau musim dingin dinginnya bukan main, cocok minum kopi panas.


  


 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :





 Oh ya bejibun ya diarizona?


 Oh ya bejibun ya digrand canyon?


  


 Yang bener?


 Kalau bejibun begitu, ane nanya ngapain starbucks buka gerai disitu?


  


 Hehehehehe


  


 Nesare


  


  


 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 29, 2016 12:14 PM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Jokowi: Starbucks Menandakan Suatu Kota Itu Maju Atau 
Belum




  


  


 



 



  



 barusan driving ke grand canyon arizona ngelewatin banyak small towns dan ada 
starbucks disana. anda tinggal masuk ke website starbucks pilih store locator 
kalau mau tahu dikota apa saja.



  



 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :







 Ayo sebutkan dimana? Kota apa? lalu sebutkan kenapa starbucks buka gerai 
disitu?



 Ane mau lihat gimana jawabannya. Ayo buktikan kalau ente ngerti bisnis!



  



 Nesare



  



  



 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 29, 2016 11:42 AM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Jokowi: Starbucks Menandakan Suatu Kota Itu Maju Atau 
Belum





  



  



 kelihatannya anda tidak pernah ke arizona ataupun nevada, starbucks juga ada 
di dusun kecil didaerah tandus arizona atau nevada.




  




 ---




 "Gak mungkin starbucks buka gerai didusun kecil di daerah tandus/gurun di 
Arizona atau Nevada."




  




 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :









 Oh ya bejibunnya dimana? Digurun pasir yg hanya ada kaktusnya saja. yg beli 
kaktus?




 Kaktus tidak perlu banyak minuman, suruh engkongmu bikin java coffee di gurun 
pasir situ jualnya sama kaktus2 itu.




 Ente ‘kan humanis dan pasti sangat kasihan sama kaktus2 itu.




  




  




 Hehehehehehe aduh….tololnya…




  




 Nesare




  




  




 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, November 29, 2016 11:07 AM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Jokowi: Starbucks Menandakan Suatu Kota Itu Maju Atau 
Belum






  




  




 ngaco aja, starbucks di arizona dan nevada itu bejibun.





  





 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :











 Kelihatan jalan pikirannya Tatiana yg belum dapat membedakan bisnis ekonomi 
dan imperialisme. Dia melihat semua yg berbau duit disebut 
imperialisme/kapitalisme. Ini salah.





 Makanya dia tidak bisa melihat ada dimensi kehidupan lain yg tidak kalah 
pentingnya dari duit adalah agama.





 Imperialism bisa terjadi dengan memanfaatkan semua hal termasuk duit/capital 
dan agama.





 Kalau kita lihat sejarah manusia ini, imperialisme agama lebih jahat dan lebih 
barbaric drpd duit/capital.





  





 Starbucks termasuk luxurious/leisure product artinya minuman santai/selingan. 
Bagi sebagian orang termasuk mahal krn dibandingkan dgn menyeduh kopi sendiri 
dirumah jauh lebih murah. Jadi ketika starbucks membuka gerai/tokonya disuatu 
tempat, mereka sudah mengukur purchasing power daerah itu. Biasanya sudah mapan 
daerah itu. Gak mungkin starbucks buka gerai didusun kecil di daerah 
tandus/gurun di Arizona atau Nevada. Apalagi mau buka gerai starbucks di desa 
danan selatan jogja kearah pacitan ya tidak cocok krn rakyatnya belum segitu 
tinggi kemampuan belinya. Ada purchasing power pun belum tentu feasible. Harus 
dilihat bagaimana purchasing power ini bisa sustanaible utk jangka waktu 
tertentu/panjang dan bisa disebut feasible.





  





 Jadi memang benar kalau starbucks sudah pilih lokasi, tempat itu sudah 
feasible. Jelas dengan kedatangan starbucks apalagi Walmart, daerah itu sudah 
feasible/maju dan akan lebih maju lagi krn akan mendatangkan bisnis dari mana2 
termasuk restoran, salon rambut, toko jualan HP dll.





  





 Yang harus disorot itu adalah kemampuan bangsa Indonesia sendiri kenapa tidak 
mampu buka franchise seperti starbucks, mcdonald, burger king dll. Bukannya 
mentertawakan adanya imperialisme krn tidak mampu dan kalah bersaing.





 Coba kita lihat diri kita sendiri sebelum dengan mudah menyalahkan orang lain.





  





 Nesare





  





  





 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, November 28, 2016 8:34 PM
To: [email protected] mailto:[email protected]; nesare1@...; 
Tatiana <jetaimemucho1@... mailto:jetaimemucho1@...>
Subject: Re: [GELORA45] Jokowi: Starbucks Menandakan Suatu Kota Itu Maju Atau 
Belum







  





  





 Ini satu pendapat yang cukup menarik, ... adanya bisnis waralaba macam 
STARBUCK dijadikan ukuran kota itu sudah maju oleh Jokowi. Benarkah begitu?






  






 Saya tidak mengerti bagaimana ilmu bisnis waralaba itu berjalan, tapi saya 
bisa melihat praktisnya saja, STARBUCK baru akan dibuka berjalan seandainya 
kota itu sudah MAJU tentu TIDAK SALAH! Karena saya perhatikan di beberapa kota 
di Tiongkok dan khususnya di HK dimana saya tinggal, kopi STARBUCK itu 
terhitung MAHAL, hampir seporsi nasi/mie untuk makan siang/malam. Jadi, kalau 
saja kota itu masih terb elakang, masih MISKIN taraf hidup penduduknya, 
bagaimana akan MAMPU minum kopi di STARBUCK???






  






 Kalau yang sederhana begini saja, nenek yang satu ini sudah tidak bisa 
melihat, hanya berteriak-teriak kebudayaan imperialisme, apa bedanya dengan 
seorang PETINJU yang serampangan meninju lawannya???






  






 Bukankah sudah seharusnya kita dengan lebih baik mempelajari bagaimana 
mereka/kapitalisme berbisnis bisa sampai begitu maju dan besar, sehingga kita 
mampu bersaing dan mengalahkan yang dituduh imperialisme itu! BEGITU SERU 
LENIN, agar komunis-komunis juga bisa bisnis, berdagang berhadapan dan 
mengalahkan kapitalis-kapitalis yang sudah maju lebih dahulu! Begitulah yang 
yang dijalankan PKT sekarang ini, dengan bisnis dan perdangan berhadapan dengan 
kapitalis-kapitalis didunia, bahkan BERHASIL keluar menjadi penyaing kuat dan 
dirasakan mereka menjadi “ANCAMAN”!






  






 









































Kirim email ke