Pejabat Thailand Khawatirkan Perilaku Raja Baru Thailand
  
|    |  
Pejabat Thailand Khawatirkan Perilaku R...
  |  |

 
-

sindonews.com Pertama Kalinya, Raja Baru Thailand Tampildi 
Hadapan Publik BerliantoJum’at, 2Desember 2016 – 18:31 WIB
RajaThailand yang baru, Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun, muncul ke 
hadapanpublik untuk pertama kalinya 
setelah naik tahta. Foto/Reuters BANGKOK - Raja baru Thailandtampil di hadapan 
publik untuk pertama kalinya sejak naik takhtapada Kamis kemarin. Hal ini 
sekaligus mengakhiri kekosongan tahta kerajaan sejakkematian ayahnya Raja 
Bhumibol Adulyadej pada 13 Oktober lalu.

Maha Raja Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun, turut ambil bagian 
dalamsebuah upacara diBangkok Grand Palace yang menandai 50 hari kematian 
ayahnya. Sejumlah pegawainegeri berpakaian hitam dan putih, warna resmi untuk 
berkabung, berbaris di jalan-jalanmenuju Istana saat konvoi raja melewatinya 
seperti dikutip dari Reuters, Jumat (2/12/2016). Maha RajaVajiralongkorn, yang 
saat itu putra mahkota, terkejut beberapa saat ia diminta untukmenunda suksesi 
setelah kematian ayahnya. Hal itu menyebabkan takhta kerajaan kosongselama 
tujuh minggu.

Pengangkatan Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun untuk naik takhta 
dilakukandalam sebuahupacara singkat yang disiarkan langsung stasiun televisi. 
Peristiwa inisekaligus mengakhiriperalihan yang belum pernah terjadi sebelumnya 
yang memunculkan pertanyaan terkaithubungan kerajaan dengan para jenderal yang 
telah berkuasa sejak kudeta 2014.

Pemerintah militer jelas-jelas menyatakan ingin mengawasi perkembangan 
ekonomidan politik selamatahun-tahun yang akan datang, bahkan setelah pemilihan 
umum pada tahun 2017. Sejakmengambil alih kekuasaan pada 2014, junta militer 
telah berjuang untukmenghidupkan kembaliekonomi yang tertatih-tatih oleh ekspor 
yang lemah dan permintaan domestik yangkendur.

"Thailand tetaplah negara dengan politik yang rapuh dan masih harusdilihat 
bagaimana Raja yang barumenavigasikan kapal diatas perairan yang tidak tenang," 
ucap seorangdiplomat senior Baratyang berbasis di Bangkok, yang menolak untuk 
diidentifikasi karena sensitivitasmasalah ini,kepada Reuters.

Thailand adalah monarki konstitusional, tetapi istana adalah salah satu 
lembagayang paling berpengaruh.Kritik terhadap raja, wali atau pewaris, dikenal 
dengan istilah Prancis lese majeste,adalah kejahatan yang berujung hukuman 
penjara hingga 15 tahun di Thailand. 

(ian)

Kirim email ke