Kuba akan penuhi permintaan terakhir Fidel Castro

Minggu, 4 Desember 2016 14:32 WIB | 2.099 Views



Fidel Castro. (REUTERS/Desmond Boylan)



Santiago de Cuba (ANTARA News) - Pemerintah Kuba akan memenuhi permintaan 
terakhir Fidel Castro untuk tidak membangun patung guna menghormatinya dan 
menamai jalan-jalan dengan namanya, kata Presiden Raul Castro pada Sabtu (3/12).

Majelis nasional akan mengajukan perundang-undangan dalam sesi berikutnya bulan 
ini supaya "permintaannya dipenuhi," kata Raul Castro dalam sebuah pawai besar 
untuk kakaknya pada petang hari menjelang pemakamannya di kota Santiago de Cuba.

Walau Castro telah menjadi sosok yang selalu ada dalam kehidupan warga Kuba 
selama puluhan tahun, mendiang pemimpin komunis itu selalu berkata bahwa dia 
tidak ingin ada satu pun monumen yang mengabadikan namanya di pulau tersebut.

Castro, yang berkuasa sejak 1959 sampai 2006, meninggal dunia pada 25 November 
pada usia 90 tahun.

"Pemimpin revolusi itu menolak manifestasi pengkultusan kepribadian apapun," 
katanya.

"Perilakunya konsisten sampai jam-jam terakhir kehidupannya, bersikeras bahwa 
ketika dia meninggal, namanya dan gambarnya tidak akan pernah digunakan untuk 
menamai institusi, plaza, taman, arena, jalan dan tempat-tempat publik lainnya."

Fidel Castro juga menyatakan bahwa tidak boleh ada "monumen, patung dada, arca 
atau bentuk penghormatan serupa untuk mengenangnya" menurut Raul Castro.

Keputusan itu datang di tengah acara-acara pemujaan terhadap Castro sejak dia 
meninggal dunia pekan lalu, dengan televisi pemerintah menyiarkan acara 
penghormatan kepada Fidel sepanjang waktu dan koran partai komunias menyebutnya 
"komandan abadi."

Ratusan ribu warga Kuba berbaris di jalan-jalan di pulau itu pekan ini, 
meneriakkan "Saya Fidel!" saat konvoi membawa abunya dari Havana ke Santiago de 
Cuba, tempat wadah abunya akan dikubur pada Minggu dekat makam ikon kemerdekaan 
abad XIX Jose Marti.

Beberapa orang dalam kerumunan itu berharap satu bangun dibuat untuk mengenang 
Fidel Castro menurut warta kantor berita AFP.

Namun Fidel Castro pernah mengatakan kepada jurnalis Prancis-Spanyol Ignacio 
Ramonet: "Saya berseteru dengan apapun yang menyerupai pengkultusan 
kepribadian." (mu) 





Editor: Maryati


Kirim email ke