Kalau ada calon lain naiki 1.5 milyard per RW, dan setiap kepala RWnya
dapat 100 juta bagaimana ya ?
Soal kalau sudah menang, janjinya tidak dapat dipenuhi karena tidak ada
uang di APBD, itu urusan lain........, kan yang tidak setuju DPRDnya karena
tidak cukup uang di anggaran ?? Kalau setuju, ya berarti boleh
ngutang..........

2016-12-04 13:27 GMT+01:00 Marco 45665 [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> JIka sudah dari awalnya mulai MULAI  MAIN UANG DAN JIKA SUDAH DARI AWALNYA
>  PARA PEMILIH  mudah DIBODOHI  dan sudah begitu mudah untuk TERPESONA DAN
> TERKICUH untuk MEMILIH karena UANG .....* maka  TIADA PERNAH AKAN  ADA
> AKHIR YANG LEBIH BAIK  selain sama BURUKYYA seperti AWALNYA .......*
>
> PERCAYA atau TIDAK ...maka ITU sudah Soal PILIHAN KITA MASING2....
> > Jika pilihan Anda benar > is NO PROBLEM , tetapi jika PILIHAN ANDA
> ternyata SALAH ...> That will be a  BIG PROBLEM ....
>
> > Kebenaran yang Anda Harapkan  belum pasti dan belum tentu Bisa terjadi
> sebelumnya ....
> > Tetapi Kesalahan PIlih dan PROBLEM yang sangat mungkin bisa terajdi bisa
> Anda hindarkan
>     SEBELUMNYA.....
>
> 2016-12-04 10:39 GMT+01:00 'Chan CT' [email protected] [temu_eropa] <
> [email protected]>:
>
>>
>>
>> Agus-Sylvi keberatan "Rp1 miliar per RW" disebut politik uang
>>
>> Minggu, 4 Desember 2016 15:28 WIB | 1.388 Views
>>
>> Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
>>
>> Agus Harimurti Yudhoyono. (ANTARA /Akbar Nugroho Gumay)
>>
>> Jakarta (ANTARA News) - Tim sukses pasangan calon gubernur dan wakil
>> gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni keberatan
>> penyebutan politik uang untuk program kandidatnya.
>>
>> "Kami sangat keberatan kalau program kami ini dikatakan sebagai politik
>> uang," ujar juru bicara Agus Yudhoyono, Rico Rustombi di Jakarta, Minggu.
>>
>> Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta menduga program Rp 1 miliar per RW yang
>> dijanjikan Agus-Sylvi sebagai wujud politik uang karena program yang
>> disampaikan Agus-Sylvi dalam pidato politik benerapa waktu lalu itu tidak
>> tercantum dalam visi-misi mereka yang disampaikannya ke Komisi Pemilihan
>> Umum DKI Jakarta.
>>
>> Menurut Rico, program itu adalah program pemberdayaan komunitas yang
>> merupakan penjabaran dari visi-misi.
>>
>> Rico menekankan program itu dananya berasal dari APBD DKI, bukan dari
>> kantong pribadi Agus-Sylvi sehingga dalam prosesnya pun nanti harus ada
>> persetujuan dari anggota DPRD DKI Jakarta bila kelak dilaksanakan.
>>
>> "Program ini bukan politik uang atau program bagi-bagi uang. Ini adalah
>> program pemberdayaan komunitas dua arah di mana masyarakat mengetahui apa
>> yang mereka butuhkan di lingkungan RT dan RW mereka sehingga mereka dapat
>> menyampaikan usulan program yang akan dilakukan kepada Pemda DKI Jakarta
>> untuk meningkatkan kondisi yang lebih baik di lingkungan masing-masing,"
>> jelas Rico.
>>
>> Dia mengatakan rakyat harus mengetahui dan memahami yang akan dikerjakan
>> Agus-Sylvi. Jika penjabaran program tidak dijelaskan maka dia
>> mengangggapnya bakal menimbulkan kesan diskriminatif di mana hanya pasangan
>> petahana yang bisa menjelaskan program nyata yang sudah dijalankan.
>>
>> Rico mengungkapkan sejauh ini tim advokasi Agus-Sylvi sudah menjelaskan
>> hal itu kepada pengawas Pemilu. Dia mengharapkan pengawas Pemilu memahami
>> penjelasan mereka.
>>
>> Editor: Jafar M Sidik
>>
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>>
> 
>

Kirim email ke