*YANG PALING MENJADI PERHATIAN SAYA ketika melihat photo terlampir IALAH :*
*1. Siapa sebenranya ( dibalik Topeng tsb ).....? *
*2. Dari tinngi tubuhnya** ( **Perawakan Mereka nampak langsing2 dan cukup
tinggi untuk Orang Indonesia* )
*3. SELURUH TUBUHNYA TERTUTUP > ( Juga Tangan2 Mereka mengenakan
arungTangan ( Sehingga *
*kulit** Mereke tidak nampak kelihatan...)*
*4. Dari ukuran tubuhnya..... Meraka nampkanya Bukan asli orang Indonesia
(Photo terlampir hanya menunjukkan sebagian tubuhnya ( Photo tsb hanya
menampilkan tubuh mereka kira2 hanya sampai sedikit dibawah dengkul ...dan
kira2 paling sedkiti kakinya yang tak namak > masih tersisa paling sedikit
40-50 cm )*
*Jadi tinggi tubuh merka bisa dipekirakan paling sedikit antara 170-180 cm
...dan ini Bukan Tinggi Badan Rata2 orang Indonesia !! Beluim lagi
Warna rambut dan terutama kulit tubuhnya Tidak nampak.*
*Note: Secara Anatomis Perbandingan tubuh manusia yg normal dan
pertumnbuhan badannya **sesrasi ,*
* Maka perbandingan yg ideal ialah bhw : Tubuh manusia Norma (sampai
leher ) adal 8 x *
* panjangnya Kepala [ 8: 1 ) >Jadi jika kepala itu panjangnya
katakanlah **misalnya :** 20 cm ,> *
* maka Tinggi **badan keseluruhannya + Kepala tsb akan mencapai (
8x20 )+20cm = 180 cm*
KESIMPULAN : *Nampaknya ada baiknya jika B.I.N serious menyelidiki hal tsb
diatas, karena bisa ada kemungkinan Adanya Prembesan Gerilyawan2 Asing dari
luar atau Komando2 Johad asing tak Dikenal .....*
*-----------------------------------------------------------------------------*
*MUNGKIN Pendapat saya ini salah dan tidak benar............ (But who
knows.... )*
Mrc.
2016-12-05 17:26 GMT+01:00 'Sunny' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:
>
>
> http://aceh.tribunnews.com/2016/12/05/ternyata-pasukan-
> bertopeng-mengklaim-sebagai-komando-tentara-acheh-merdeka
>
> Ternyata, ‘Pasukan Bertopeng’ Mengklaim Sebagai Komando Tentara Acheh
> Merdeka Informasi tersebut disampaikan Juru Bicara Teuntra Atjeh
> Meurdehka (TAM) Komando Pusat, Abu Bakar Al Asyi dalam pernyataan tertulis
> kepada Serambinews
> Senin, 5 Desember 2016 21:15
> [image: Ternyata, ‘Pasukan Bertopeng’ Mengklaim Sebagai Komando Tentara
> Acheh Merdeka]
> YOUTUBE
>
> *SERAMBINEWS.COM <http://SERAMBINEWS.COM> –* Sebuah email yang diterima
> *Serambinews.com,* pada Minggu (4/12/2016), menjelaskan bahwa tayangan
> video aksi upacara milad GAM ke-40 yang digelar secara militer oleh
> sepasukan bertopeng adalah mereka yang mengklaim sebagai Panglima Komando
> Tentara Acheh Merdeka (TAM) ASNLF/AM (Acheh-Sumatra National Liberation
> Front).
>
> Upacara tersebut digelar di sebiuuah lokasi yang berada di Wilayah Samudra
> Pasee.
>
> Informasi tersebut disampaikan Juru Bicara Teuntra Atjeh Meurdehka (TAM)
> Komando Pusat, Abu Bakar Al Asyi dalam pernyataan tertulis kepada
> *Serambinews.com.*
>
> Abu Bakar mengatakan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan
> ulang tahun Aceh Merdeka kali ini berhasil dilaksanakan secara khusus di
> Aceh oleh TAM.
>
> Kemajuan pesat di tahun pertama setelah pengaktifan kembali Tentara yang
> dipimpin oleh Panglima Komando Pusat Abu Tjhik Teuntra Atjeh Meurdeka (TAM)
> ASNLF/AM ( Acheh-Sumatra National Liberation Front ) Tahun 2016 ini, telah
> membangkitkan kembali semangat juang bangsa Aceh, yang berusaha dipadamkan
> dengan berbagai ulah sekelompok orang yang tidak bertanggung-jawab.
>
> Dikatakan, tipu muslihat yang mereka publikasikan untuk menggagalkan
> aksi-aksi rakyat dalam menyambut 4 Desember pun telah berhasil kita
> lumpuhkan dengan bukti nyata kerja pejuang-pejuang TAM dan aktifis ASNLF/AM
> di lapangan selama ini.
>
> “Hasilnya, Bendera Bulan Bintang pun berkibar kembali di bumi Aceh dan
> belahan dunia,” tulis Abu Bakar.
>
> Ia menambahkan, kerja sama yang solid dari anggota dan pendukung ASNLF/AM
> di Aceh khususnya Teuntra Atjeh Meurdehka (TAM), memang patut mendapatkan
> pujian.
>
> Meskipun mendapat ancaman dari pihak keamanan NKRI seperti Polda dan TNI
> yang bertugas di bumi Aceh selama ini, mengancam melalui
> statemen-statemen oleh para penguasa lokal yang pro-Indonesia melalui
> publikasi media lokal.
>
> Aksi-aksi tersebut telah dilaksanakan dengan sukses sebagai bentuk
> kebebasan berekspresi masyarakat. Kebebasan ini lah yang secara nyata telah
> diinjak-injak dengan segala macam ancaman yang tidak mengindahkan penerapan
> hak-hak azasi manusia.
>
> Ia mencontohkan, calon Gubenur, Bupati, ketua DPW KPA/PA di Aceh
> menyatakan, "kalaupun ada memasang bendera bulan bintang, silahkan tembak
> di tempat.” Akan mengganggu Perdamaian Aceh.
>
> Ancaman tersebut merujuk pada ultimatum ketua dan mantan keutuha PA itu
> sendiri yang mengharamkan penggunaan bendera bulan bintang dalam aksi
> peringatan 4 Desember di Aceh.
>
> Ironisnya, di saat legislatif lokal Aceh sedang berusaha meloloskan qanun
> bendera untuk menggunakan bulan bintang sebagai bendera daerah Aceh,
> petinggi partai lokal justru mengeluarkan ultimatum-ultimatum yang melarang
> rakyat mengekspresikan diri menggunakan bendera yang dimaksud.
>
> Kebijakan kontra-produktif dari penguasa lokal ini jelas-jelas
> mencerminkan politik cari muka untuk menyenangkan hati pihak Jakarta saja.
>
> Namun demikian, di tengah ancaman dan penjagaan yang sangat ketat
> tersebut, para teuntra Atjeh Meurdehka (TAM) tetap melaksakan acara milad
> ke 40 dengan sukses di tingkat komando pusat TAM dan di sebahagian wilayah
> Aceh yang telah aktif pembentukan struktur TAM wilayah.
>
> Sehingga kejenuhan rakyat terhadap janji-janji Helsinki dan
> ketidak-percayaan mereka terhadap sistem Indonesia yang sedang dijalankan
> di Aceh termanifestasikan ke depan dalam aksi-aksi yang dimaksud.
>
> Untuk itu, kami dari Teuntra Atjeh Meurdehka (TAM) ASNLF/AM Komando Pusat
> mengucapkan terimakasih banyak kepada semua pejuang bangsa Aceh, khususnya
> yang berada di Aceh, yang telah mengambil resiko yang sangat besar demi
> terlaksananya milad tanggal 4 Desember tahun 2016 ini.
>
> “Penghargaan kami yang setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada
> perwakilan-perwakilan TAM wilayah dan ASNLF di luar negeri yang juga
> telah sukses mengibarkan bendera bulan bintang dan acara doa bersama di
> milad kali ini di tempat masing-masing,” demikian pernyataan Abu Bakar
> Alasyi. *(*)*
>
> Lihat video aslinya di sini
>
> Mulai dari tanggal 1-4 Desember 2016 bertugas mengamankan lokasi
> pelaksanaan milad di pedalaman wilayah samudra Pasee, bendera Aceh sudah
> mulai berani dikibarkan di beberapa tempat oleh semua kalangan, dan di
> berbagai kawasan lainnya di seluruh Aceh.
>
>
>