What is your point?
Do you think I don’t have reason and argument why I said you’re goblok and pengecut? I always have one before I said you’re goblok and pengecut! Bring it here where you cut and paste it from! Then we’ll be able to see the context. Or do you think you want to compare me and you of saying the same thing: swearing words? I never used these swearing words before. Chan knows me well. We’ve been in mailing list for a long time till he invited me to join his mailing list. Do you know why I used these swearing words? It is merely only to you – for telling and teaching you of not doing it! If you do the other people, you’ll get the same and be treated the same. However I used the swearing words but I am not the same with you. I give my reason and argument why I call you goblok. I even call myself kunyuk as you’ve labelled me with this terminology to let you know that I am totally fine with whatever cursing words from you. But why you can’t accept people treat you the same yet you’ve treated them worse? I am not like you who label people without reason and argument! This is our difference. For one thing you accuse and slander me that I called chan goblok. The fact is that I said that you didn’t appreciate chan by ignoring his requests and questions of your blatant aspersions. But you twisted it by saying I claimed chan was goblok. If this is not fitnah, what is it? These smears/fitnah/tuduhan are classified as hatred or hate speech. These umpatan tidak bertanggung jawab has been going on for so long. People let you do it not because people agree but want to see how far you can go and satisfy your swearing mood. It comes to a point that 2 people can’t see it going any further. You’ve been warned. You’re realizing it and back off but involuntarily brought me into it. I don’t have anything to do with this matter. You’re the one to be warned. If I am the one, I’ll handle it my way. How can one don’t agree with capital punishment calls it vampire haus darah? It has been a long time people argue about pro life vs. pro choice. It is a common knowledge that one can be pro choice or pro life regardless of his religion. A lot of Christians are pro life and pro choice as well including the cleric – of course without the pope’s consent. More than that your church people have done a lot worse than capital punishment. Where are you? The thing is that you can’t accept Jokowi applied capital punishment and called him vampire haus darah. Why? Because you don’t have argument for it. It’s a hate speech which is tidak bertanggung jawab! You are lucky chan doesn’t care as he knows this is not a big deal. It’s only a sparking light for this mailing list as well as creating more excitements and opinion from different angles. Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, December 6, 2016 12:45 PM To: Yahoogroups <[email protected]>; Chan CT <[email protected]> Subject: Fw: [GELORA45] Ahok: Sekarang Lebih Banyak Mendengar --> moderator FYI --- 6 Dec 2016 11:53:31 Nesare: Goblok dipelihara! Pengecut! 5 Dec 2016 02:01:11 Moderator: ...maksud TEGURAN saya, dalam berdiskusi hendaknya mempertahankan DISKUSI SEHAT, ajukanlah argumentasi sebaik-baiknya dengan tidak menyerang lawan diskusi dengan kata-kata tidak sopan. ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... <mailto:nesare1@...> > wrote : Koq urusan ane sama moderator, ente kutak katik? Emangnya ada apa ane sama moderator? Ente ndak tahu ya moderator itu menegor ente! Goblok dipelihara! Ane merendahkan intelektual moderator atau ente yg merendahkan intelektural moderator? Tanya sana sama moderator nya. Ane sudah bikin statement bahwa ente merendahkan intelektual moderator karena ente bilang ente menghormati moderator tetapi pertanyaan2 moderator tidak dijawab. Alasannya? Keberatan?! Hehehehehe. Itu bukan menghormati! Ngibrit! Lari! Takut! Salah! Pengecut! Apalagi menghormati orang lain?! Tak uk uk yeah. Humanis menghormati orang lain tidak akan melabel/mengumpat orang lain sbg penjilat pantat, vampire haus darah, kunyuk! Nesare From: [email protected] <mailto:[email protected]> [mailto:[email protected]] Sent: Monday, December 5, 2016 4:47 PM To: [email protected] <mailto:[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Ahok: Sekarang Lebih Banyak Mendengar Saya tegaskan sekali lagi, kalau anda menganggap diskresi moderator tidak usah dianggap, sebagai kentut, itu urusan anda sendiri dgn moderator, kalau anda menganggap moderator rendah intelektualitasnya dan tidak layak didengar itu urusan anda sendiri dgn moderator, bukan urusan saya. ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Menghormati moderator? Hehehehehehe. Ini adalah bigot yang ente terus dengung2kan! Kalau ente hanya menghormati moderator tetapi tidak menghormati orang lain, itu hebat ya?! Kalau ente menghormati orang lain dalam berdiskusi, ente tidak akan menulis kata2 penjilat pantat, vampire haus darah, kunyuk dll plus tanpa alasan/argument lagi! Ane sudah bilang. Ane telanjangi terus kalau kelakuan ente masih begini terus. Ane sudah janji kan?! Ente pikir orang laen itu goblok semua ya sehingga tidak bisa melihat yang mana yang benar dan yang mana yang salah?! Menghormati moderator sembari merendahkan intelektualnya itu menghormati ya?!!!! Hahahahahaha. Ente harus belajar. Banyak belajar mengenal emphati kalau mau menolong orang lain. Dengan cara ente seperti ini, ane pastikan ente itu tidak akan bisa bekerja sama dengan orang lain. Jangankan kerja sama, ngomong aja orang malas sama ente! Benerkan? Endak usah dijawab! Buat ente sendiri saja! Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Monday, December 5, 2016 3:59 PM To: <mailto:[email protected]> [email protected] Subject: RE: [GELORA45] Ahok: Sekarang Lebih Banyak Mendengar Saya menghormati diskresi moderator, kalau anda merasa moderator tidak perlu diindahkan itu terserah anda. ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Pantat nya takut ditulis! Mau berkias tapi pengecut nulis pantat saja! Koq bisa ada2 saja? emangnya ane gak boleh ngomong kaya’ gini sedangkan ente boleh dan tidak ada alasan? Bentar lagi ane mau nulis ente itu penjilat pantat senator ente! Gak boleh ya?! Silahkan ditegor. Moso’ ente lari dari dulu boleh tapi ane ndak boleh? Moso’ ente berani sesumbar jadi democrat?! Perkara penggusuran orang illegal disuruh ganti rugi? Ente tinggal dimana? Nanti ente suruh orang diri tenda diruang tamu ente dan ndak makan minum disitu. Apa yg ente mau lakukan? Usir? Ndak mungkin ya krn ente orangnya baek humanis dan pro orang miskin. Kalau ndak diusir gimana ya? Sedangkan anak isteri ente ngamuk terganggu. Pasti ente usir keluar dan kasih duit ganti rugi ya?!!! Hehehehehehe. Ente ngomong apa trump kalau deportasi segitu banyak illegal immigrant? Apa yang bisa ente lakukan? Apa yang bisa partai ente lakukan? Ini lari ya?! Kalau ini lari dari Indonesia ke USA, kenapa ente lari dari USA ke Indonesia? Hehehehehehe Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Monday, December 5, 2016 3:28 PM To: <mailto:[email protected]> [email protected] Subject: RE: [GELORA45] Ahok: Sekarang Lebih Banyak Mendengar istilah baru "penjilat pantat demokrasi dan HAM!" ha ha ha ada2 lagi. sudah jelas yg anda utarakan pendapat penjilat p*nt*t . perkara penggusuran tanpa ganti rugi jelas policy penguasa dilarikan ke private citizen lagi. sekarang topik dilarikan ke US lagi. si Djie itu harusnya menegor anda yg lari dari satu topik ke topik lain. ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Mulai lagi ya! Dasar penjilat pantat demokrasi dan HAM! Bisanya teriak2 dinegara orang lain saja! Urus tuh negara ente sendiri! Kemana ente setelah partai ente kalah?! Mulai menjilat pantat partai republican ya?! Hehehehehehe Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Monday, December 5, 2016 2:48 PM To: <mailto:[email protected]> [email protected] Subject: RE: [GELORA45] Ahok: Sekarang Lebih Banyak Mendengar inilah omongan penjilat p*nt*t. ---In <mailto:[email protected]> [email protected], < <mailto:nesare1@...> nesare1@...> wrote : Mendengar koq disamakan dengan ganti rugi? Hehehehehehe Orang pinter? Lucu kalo lihat komentarnya. Sedangkan orangnya jalan2 ke grand canyon minum starbucks. Perkara orang miskin dia lepas tangan dan suruh ahok yg bayar?!!!! Hehehehehehe. Lalu teriak2 humanis bela2 orang miskin…..hehehe. Nesare From: <mailto:[email protected]> [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] Sent: Monday, December 5, 2016 2:04 PM To: <mailto:[email protected]> [email protected] Subject: [GELORA45] Ahok: Sekarang Lebih Banyak Mendengar Dengarkan terutama mereka yg tergusur dan beri ganti rugi yg layak. ... <http://www.cnnindonesia.com/kursipanasdki1/20161205192256-516-177551/ahok-sekarang-lebih-banyak-mendengar/> Ahok: Sekarang Lebih Banyak Mendengar Puput Tripeni Juniman Senin, 05/12/2016 20:34 WIB * Sebarkan: * <http://www.cnnindonesia.com/kursipanasdki1/20161205192256-516-177551/ahok-sekarang-lebih-banyak-mendengar/> * <http://www.cnnindonesia.com/kursipanasdki1/20161205192256-516-177551/ahok-sekarang-lebih-banyak-mendengar/> * <http://www.cnnindonesia.com/kursipanasdki1/20161205192256-516-177551/ahok-sekarang-lebih-banyak-mendengar/> <http://images.cnnindonesia.com/visual/2016/11/16/8a859f1d-4674-4c54-9148-1cc51d8623b9_169.jpg?w=700&q=80> Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diminta lebih banyak bicara program ketimbang hal lain. (CNN Indonesia/Safir Makki) Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diminta untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara. Permintaan itu disampaikan oleh tim relawan saat evaluasi setelah sebulan menjalani masa kampanye "Kami bicarakan evaluasi, mereka kasih masukan. Jadi, Ahok sekarang lebih banyak mendengar daripada ngomong," kata Ahok setelah rapat dengan tim relawan di Rumah Lembang, Jakarta, Senin (5/11). Ini bukan pertama kali Ahok diminta untuk tidak banyak bicara. Hal serupa juga terjadi pada awal Oktober lalu. Bahkan, saat itu Megawati Soekarnoputri yang meminta Ahok untuk tidak banyak bicara. Permintaan agar Ahok lebih banyak diam itu diduga lantaran kasus dugaan penistaan agama yang kini menjerat sang calon gubernur. Ahok dijerat pasal penistaan agama setelah dirinya mengutip penggalan Al Quran Surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu. Alih-alih bicara sembarang, tim relawan meminta Ahok untuk mengangkat program andalan yang sudah terbukti berhasil selama meminpin Jakarta. Program itu seperti Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan pemberdayaan warga di rumah susun. Ahok menuturkan, tim relawan memberi nasihat agar lebih banyak mengekspose program itu untuk diketahui masyarakat luas. Tak Menyerang Sementara kepada tim relawan, calon gubernur nomor urut dua ini berpesan untuk tidak menyerang calon lain, khususnya di media sosial. "Saya cuma minta, tolong jangan nyerang-nyerang calon yang lain. Untuk apa diserang? Enggak usah nyerang yang lain deh," ujar Ahok. Ahok menyarankan relawan untuk adu program. Selama satu bulan ini, menurut dia, tiga pasangan calon belum pernah adu program. Ahok mengaku yang terjadi adalah persaingan tidak sehat. "Ada enggak kita bertiga calon adu program? Enggak ada loh, kita malah saling mem-bully, menjelekkan, itu enggak sehat," tutur Ahok. Sebelumnya, saat berkampanye di hadapan warga yang datang di Rumah Lembang, pagi tadi, Ahok menyebut banyak oknum politikus busuk yang mencoba mendegradasi nilai-nilai yang dimilikinya karena tak mampu bersaing secara sehat. "Saya ingin mengedukasi masyakat karena ketika jaman Pilkada, banyak oknum politikus busuk ingin mendegradasi nilai orang yang dia enggak sanggup bersaing," ujar Ahok. (wis/asa)
