Pengalaman tidak sama dengan sekolah.

Sekolah menciptakan critical thinking. Karena ditantang berpikir, daya 
analisanya lebih tinggi daripada yang tidak sekolah.

Pengalaman bagus untuk menguasai suatu hal. Bisa dikuasai tapi lebih dari itu 
perlu critical thinking dalam menganalisa dan mengembangkan hal itu.

 

Seperti talent/bakat. Kalau tidak ditempa bakat itu tidak akan nampak. 
Nampakpun akan terbatas. Sekolah adalah salah satu tempat utk mengasah bakat 
itu. Banyak musisi/artis Indonesia yang berbakat tetapi tidak dapat maksimal 
karena kurang sekolah. 

 

Disamping menciptakan critical thinking, sekolah dapat digunakan sbg sumber 
termasuk sumber membuka jaringan, tempat bertanya dll. Pengalaman dalam 
lapangan tidak cukup utk menjangkau hal seluas ini.

 

Susi sekarang ini bagus. Dia ngerti sekali gimana dari nangkap ikan, bisnis 
ikan dan jalur distribusi2nya. Ini pengalamannya. Yang bisa dilakukan susi 
selanjutnya adalah budidaya. Ini luar biasa potensinya. Belum dikembangkan. 
Hasil laut tidak ada artinya dengan budi daya ini kalau Indonesia mampu. Budi 
daya hasil laut ini perlu orang sekolahan. Perlu teknologi, keahlian, jaringan 
dst. Semoga ada orang yg mendampingi susi nantinya utk melihat sector ini. 

 

Salam

Nesare

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, December 6, 2016 8:23 PM
To: GELORA_In <[email protected]>; Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic 
Service Indonesia] <[email protected]>; RKB 
<[email protected]>; Chalik Hammid 
<[email protected]>; NESARE <[email protected]>; Temu Eropa 
<[email protected]>
Cc: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Berita KIARA, 6 Desember 2016. Menteri Susi Pudjiastuti 
Menangis Terima Honoris Causa dari Undip

 

  

MAKANYA .... INILAH SUATU BUKTI YANG SELALU SAYA NYATAKAN  dan kirim pada 
teman2 Internet melalai Iustrasi dibawah ini . { DAN TEXT DIBAGIAN  YANG PALING 
BAWAH  dati Karikatur tsb ADALAH  justru TEPAT MENGENA pada KASUS  IBU SUSI 
..... yang karena PENGALAMANNYA YANG KAYA  tealah berhasil dan diakuioleh UNDIP 
untuk meneria Gelar Doctor Honoris Causa [ Dr.HC ] dalam bidang yang secara 
umum saya  sebut dan Materikan sebagai Dr.HC khususnya dalam Management Niaga 
Perikanan 

 

Terlampir Illustrasi begambar besama Motto nya yg saya buat ditahun 2OO7 yang 
telah lama berlalu.

==========================================================================

 

Illustrasi bergambar 

 

WISDOM is not A PRODUCT OF SCHOOLING -  but of THE LIFELONG ATTEMPT TO ACQUIRE 
IT 

 

>> KEBIJAKAN  itu bukan PRODUK dari Lamanya SEKOLAH / STUDY - tetapi adalah 
>> HASIL dari upaya  atau USAHA seseorang seumur hidup untuk mendapatkannya / 
>> memperolehnya . 

____________________________________________________________________________


​

 

2016-12-07 1:06 GMT+01:00 'Karma, I Nengah [PT. Altus Logistic Service 
Indonesia]' [email protected] <mailto:[email protected]>  [GELORA45] 
<[email protected] <mailto:[email protected]> >:

  

Saya sangat setuju dengan menristek dosen tak perlu S2, S1 cukup yang penting 
pengalaman luas dan kerja keras serta tidak korupsi.

Walaupun tamatan SMP tapi pengalaman luas, How …luar biasa.

Jika di kabinet ada menteri seperti ini 3 orang saja terutama menteri perikanan 
dan kelautan, menteri pertanian serta menteri desa,

saya kira indonesia  akan sejahtera dan tak kurang apa-apa,  malah akan 
mengekspor hasil pertanian dan perikanan.

Karena menteri ini tulang punggung negeri ini.

 

 

From: [email protected] 
<mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected] 
<mailto:[email protected]> ] 
Sent: Tuesday, December 06, 2016 6:21 PM
To: WALHI; Program Kemitraan Bahari; MLingkungan; IPB Fisheries; Himitekindo; 
Keadilan Iklim; Kelautan Perikanan; Illegal Fishing Indonesia; Perempuan
Subject: [**EXTERNAL**] [referensi_kelautan_perikanan] Berita KIARA, 6 Desember 
2016. Menteri Susi Pudjiastuti Menangis Terima Honoris Causa dari Undip

 

  

Menteri Susi Pudjiastuti Menangis Terima Honoris Causa dari Undip

 

 

WARTA KOTA, SEMARANG - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sempat 
beberapa kali menyeka air mata saat penganugerahan doktor honoris causa dari 
Universitas Diponegoro Semarang.

 

Saat menyaksikan video mengenai profilnya di sela pengukuhan doktor kehormatan 
yang berlangsung di Auditorium Undip, Semarang, Sabtu, Susi terlihat mengusap 
air matanya karena terharu.

 

Ketika hampir selesai menyampaikan pidato pengukuhannya, perempuan kelahiran 
Pangandaran, 15 Januari 1965 itu pun beberapa kali menitikkan air mata saat 
menyampaikan ucapan terima kasihnya.

 

Pada kesempatan itu, Susi menyampaikan pidato tentang "Pemberantasan Illegal, 
Unreported, and Unregulated Fishing: Menegakkan Kedaulatan dan Menjaga 
Keberlanjutan Untuk Kesejahteraan Bangsa".

 

Pidato pengukuhannya itu pun disampaikannya lugas tanpa teks meski sebenarnya 
sudah menyiapkan materi yang ternyata hanya dijadikannya sekadar sebagai 
panduan menyampaikan pidatonya.

 

Susi mengakui hanya bersekolah sampai kelas 2 SMA, yakni SMA Negeri 1 
Yogyakarta sehingga terkadang berpikir masih belum pantas mendapatkan 
penghargaan sebagai doktor kehormatan.

 

"Universitas lain sebelumnya juga pernah meminta (memberikan gelar kehormatan), 
namun saya bilang akan pikir-pikir dulu. Karena saya menteri yang paling tidak 
berpendidikan tinggi," katanya.

 

Bahkan, saat mau diberikan gelar kehormatan oleh Undip, Susi meminta untuk 
diuji terlebih dulu kompetensinya agar yakin bahwa dirinya pantas untuk 
mendapatkan gelar doktor kehormatan.

 

"Tim uji kompetensi kemudian datang ke rumah, tanya jawab, dan sebagainya. 
Ternyata hasilnya (skor) cukup tinggi yang membuat saya sebenarnya juga 
surprise," ungkapnya.

 

Mengenai kondisi kemaritiman di Indonesia, ia mengakui permasalahan yang ada di 
laut Indonesia banyak sekali yang harus diinventarisasi satu persatu untuk 
diselesaikan secara komprehensif.

 

"Seperti illegal fishing. Yang terlibat itu (illegal fishing) kita semua tahu 
bukan orang-orang kecil. Namun, ikan dan laut itu adalah kedaulatan bangsa 
sendiri," tegas Susi.

 

Sementara itu, Rektor Undip Prof Yos Johan Utama menilai Susi layak untuk 
mendapatkan gelar doktor kehormatan karena prestasi dan jasanya terhadap 
kemajuan dunia kemaritiman di Indonesia.

 

"Bahkan, level (skor) yang didapatkannya dari hasil uji kompetensi BSNP adalah 
9. Ini menunjukkan bahwa orang pandai dan hebat tidak harus selalu muncul di 
perguruan tinggi," katanya.

 

Hadir dalam kesempatan itu, antara lain Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan 
Tinggi Prof Muhammad Nasir, Menteri Kesehatan Nila F Muluk, dan Gubernur Jawa 
Tengah Ganjar Pranowo.  

 

Sumber: 
http://wartakota.tribunnews.com/2016/12/04/menteri-susi-pudjiastuti-menangis-terima-honoris-causa-dari-undip

 

 

 

 

 

 

.

  
<http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=21933137/grpspId=1705083663/msgId=4089/stime=1481019921>
 
  
<http://y.analytics.yahoo.com/fpc.pl?ywarid=515FB27823A7407E&a=10001310322279&js=no&resp=img&cf12=CP>
 

 



Kirim email ke