Tuh dengerin suara dan tuntutan petani kentang!!! Mereka butuh perlindungan negara supaya pertanian mereka tidak mati!! Di mana sih logika pemerintah Jokowi ini? Mau swasembada, tapi petani dan pengusaha kecil nasional dimatikan karena negara terus import dan masuk dalam segala macam persetujuan Free trade. "Free trade", apanya yang "free"? Free untuk mematikan pertanian dan pengusaha kecil dan menengah nasional??? Jangan terus nggoblok-ngoblokin kaum tani Indonesia! Seolah-olah tani Tkk "etosnya" lebih tinggi dari pada tani Indonesia, seperti kata peneliti utama Pusat kajian Hortikultura tropika, prof. Sobir. Selidiki dulu kenapa produk nasional belum/tidak bisa bersaing dengan produk import. Gimana mau berproduksi dengan baik kalau tanahnya saja masih harus diperjuangkan. Kemudian masalah pupuk dan bibit mahal yang dimonopoli antara lain oleh raksasa jahat Monsanto. Belum lagi masalah polusi/kontaminasi dari pabrik-pabrik yang di beberapa daerah mempengaruhi kesuburan tanah. Selidiki juga apa yang dimakan kaum tani Indonesia. Cukup bergizikah?? Mau dibandingkan dengan "tani" Tiongkok yang mengerjakan lebih dari 38 tani Indonesia! Orang bisa langsung memuji "tani" Tkk itu, karena dianggap menciptakan pekerjaan bagi warga Indonesia!! Ha...ha.. lantas lupa apa yang mereka dapat dari warga/tani Indonesia itu...Tidak lain dan tidak bukan nilai lebih!!!Mereka menghisap tani Indonesia. Kedudukan mereka adalah tani kaya atau tuan tanah!! Terus terang saya MENOLAK KERAS KEDATANGAN "TANI" TKK UNTUK BEKERJA DAN BERUSAHA DI INDONESIA!!! Wong tani Indonesia sendiri sudah banyak yang jadi buruh tani karena tidak punya tanah, pengangguran terus merupakan masalah abadi, kok masih buka pintu untuk "serangan" tani Tkk!
2500 Petani Kentang Ding Demo Ke Jakarta WONOSOBOZONE - Sebanyak 2.500 petani kentang asal Dieng berangkat untuk melaksanakan unjuk rasa ke Jakarta. Mereka adalah perwakilan dari para petani kentang Kecamatan Kejajar Wonosobo dan Kecamatan Batur Banjarnegara. Sebanyak 56 bus dan 7 kendaraan pribadi yang digunakan, diberangkatkan dari Kompleks Taman Wisata Kalianget Wonosobo, Kamis (7/11) siang.Aparat Polres Wonosobo dan Polsek Kejajar diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan pengawalan keberangkatan para petani. Rencananya, mereka akan melaksanakan aksi di Gedung DPR, Kementrian Ketahanan Pangan, dan Kementrian Perdagangan di Jakarta pada Kamis 8 Desember 2016. Kapolsek Kejajar AKP Sukirman yang menemui para petani menghimbau agar dalam melaksanakan aksi, para petani selalu menjaga nama baik Kabupaten Wonosobo dan Dieng. “Saya harap dalam melakukan aksi, tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Sampaikan aspirasi dengan sopan dan santun. Semoga tuntutan para petani sekalian dikabulkan oleh pemerintah,” kata AKP Sukirman. Sementara itu, Pimpinan Koordinator aksi Mudasir menyatakan bahwa seluruh peserta merupakan petani kentang di wilayah Dieng. “Kami mendatakan semuanya secara detail untuk menghindari adanya kelompok lain yang hendak menyusup. Jumlahnya 2.469 peserta yang menggunakan 56 bus. Jumlah ini ditambah 7 mobil pribadi,” katanya. “Tujuan kami murni untuk menyuarakan aspirasi agar pemerintah menghentikan impor kentang sayur yang kami nilai sangat merugikan petani. Sasarannya ke DPR-RI, Kementrian Ketahanan Pangan dan Kementrian Perdagangan,” katanya.
