Kamis, 08 Desember 2016 | 11:05 Tiongkok Desak AS Tolak Kunjungan Presiden Taiwan
| | | | | | | | | | | Tiongkok Desak AS Tolak Kunjungan Presiden Taiwan Sejumlah spekulasi yang berkembang menyebutkan bahwa Tsai akan berhenti singgah di New York. | | | | Tsai Ig-wen, dari Partai Progresif Demokrat, menjadi calon terkuat dalam Pemilihan Presiden Taiwan yang akan berlangsung 16 Januari 2016. (Dok SP)Beijing - Tiongkok mendesak Amerika Serikat (AS) agar menolak kunjungan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, dalam kunjungannya ke negara-negara Amerika Latin. Pemimpin baru Taiwan itu dijadwalkan akan mengunjungi tiga negara pada Januari 2017, yaitu Guatemala, Nikaragua, dan El Salvador.Sejumlah spekulasi yang berkembang menyebutkan bahwa Tsai akan berhenti di New York. Meskipun, hal itu telah dibantah oleh sejumlah penasihat Trump, termasuk Taiwan sendiri, kabar kunjungan itu menjadi upaya Tiongkok untuk menunjukkan kekecewaannya atas hubungan yang menghangat antara Taiwan dan AS.Dalam pernyataannya kepada Reuters, Beijing menyerukan agar Washington menolak masuknya Tsai ke AS dalam kunjungan Amerika Latin bulan depan. Kunjungan Tsai itu dilakukan tak lama setelah pelantikan Trump pada 20 Januari 2017.Kementerian Luar Negeri AS tampaknya menolak langkah Tiongkok untuk mendikte negaranya. Disebutkan, jika Tsai singgah di New York, maka itu berdasarkan sifat tidak resmi dan alami dari hubungan dengan Taiwan.Tiongkok dan Taiwan sedang mengalami ketegangan terbaru dalam hubungan keduanya. Presiden perempuan pertama Taiwan, terpilih bulan Januari, menentang persatuan dengan Tiongkok, sedangkan Beijing menyatakan Taiwan sebagai bagian dari provinsinya. Tiongkok juga tidak menganggap Tsai sebagai presiden dalam kapasitas resmi apa pun. Natasia Christy Wahyuni/WIRSuara Pembaruan
