Ketua MPR: Penggusuran Itu Tidak Pancasilais 
http://news.liputan6.com/read/2663873/ketua-mpr-penggusuran-itu-tidak-pancasilais
 
 http://www.liputan6.com/ Liputan6 http://www.liputan6.com/ 28 Nov 2016, 16:14 
WIB


 

 

 Liputan6.com, Jakarta Mengenakan seragam Komando Angkatan Muda Muhammadiyah 
(Kokam) beserta baret merahnya, ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyampaikan 
sosialisasi Empat Pilar MPR RI dihadapan anggota Muhammadiyah Tangerang Banten. 
Serta peserta Tanwir Pemuda Muhammadiyah I tahun 2016. Acara tersebut 
berlangsung Kota Tangerang Banten, Senin (28/11).
 
 Dalam sambutannya, ketua MPR antara lain berharap, Pemuda Muhammadiyah bisa 
berkontribusi dalam upaya mempersatukan NKRI. Apalagi pada saat kondisi politik 
tanah air tengah menghangat, jelang pelaksanaan Pilkada serentak Februari 
nanti. Pemikiran- pemikiran yang baik atau program yang berguna buat persatuan 
bangsa tentu akan menjadi sumbangsih yang sangat berguna bagi bangsa dan negara.
 

 Pada kesempatan itu, Zulkifli juga menyayangkan sikap sebagian masyarakat yang 
belum melaksanakan Pancasila. Sikap yang tidak mencerminkan Pancasila, itulah 
menurut Zulkifli yang menyebabkan masyarakat Indonesia tak kunjung mendapatkan 
kesejahteraan. Dan senantiasa bertikai untuk kepentingan sesaat.
 

 Buktinya, di Indonesia ini terdapat 1119 izin tambang, milik swasta nasional 
dan asing. Selain itu ada juga 260 lebih izin batubara, tetapi masyarakat tak 
kunjung beroleh kesejahteraan. Masih banyak orang miskin, anak-anak tak 
bersekolah, serta pengangguran.
 

 "Insan Pancasilais selalu disinari cahaya illahi. Ucapan dan tindak tanduknya 
mencerminkan Ketuhanan, sesuai sila pertama", kata Zulkifli menambahkan.
 

 Orang yang bersikap Pancasiliais, kata Zulkifli, tidak bisa membiarkan rakyat 
yang miskin tertindas, tidak membiarkan anak tak sekolah. Karena sikap manusia 
Pancasilais selalu berpihak pada yang lemah. Mereka tidak pernah berkompromi, 
apalagi bernegosiasi kecuali terus berpihak pada masyarakat kelas bawah.
 

 Merujuk pernyataan Ketua MK, kata Zulkifli saat ini banyak pemimpin yang 
mengalami disorientasi. Mereka tidak tahu, untuk apa menjadi pemimpin. Karena 
yang mereka pahami hanya mencari kekayaan dan keuntungan pribadi.
 

 "Pemimpin yang main gusur itu tidak Pancasilais. Karena Pancasila itu 
mengajarkan musyawarah untuk mufakat", kata Zulkifli menambahkan.
 

 
 Cara memindahkan manusia secara beradab, itu pernah diajarkan oleh Jokowi, 
saat ia menjadi walikota Solo. Ketika itu Jokowi tidak asal gusur. Ia mengajak 
masyarakat berdialog untuk mencari mufakat, bahkan oleh Jokowi musyawarah 
seperti itu dilaksanakan berulang-ulang sampai masyarakat faham dan bisa 
menerima. Bahkan setelah masyarakat menerima, Jokowi tidak memberikan ganti 
rugi. Karena ia memberikan ganti untung.
 

Kirim email ke