Ujian nasional yang sejak jaman SBY saja sudah dilarang
oleh MA & MK tetap mau diteruskan Jokowi.
Bayangkan, membangkang putusan lembaga-lembaga
hukum tertinggi itu kan sama saja pembangkangan
terhadap konstitusi. Kalau dirinya tidak mau patuh
pada hukum (dan cuma pandai meniru IMF) ya jangan
salahkan orang lain yang juga tidak mau patuh pada hukum
dan belajar meniru pemerintah.
Bukan begitu?
--- jonathangoeij@... wrote:
Sampai sekarang tetap tidak habis pikir bagaimana bisa class action sudah
diajukan dan dalam proses pengadilan tetapi tidak digubris penggusuran jalan
terus sementara hakim yg menangani digeser begitu saja dan lucunya setelah itu
hakim yang baru mengatakan gugatan sudah tidak berlaku lagi karena sudah
digusur. Aneh bin ajaib.
--- ajegilelu@... wrote :
Memang patut disayangkan telinga Jokowi, Ahok dllbaru terbuka melalui tema ini.
Semua teriakan Rakyat bertemapenindasan (melalui demo BBM, listrik, hukuman
mati, dsb)samasekali tidak digubris. Begitu juga teriakan bertema hukum
(penggusuran, PSSI, partai kembar, Sumber Waras, reklamasi dll).Bahkan selagi
masalahnya digugat di pengadilan, penggusuran
tetap jalan dan sang hakim ditendang ke tempat lain.
Karena itu, untuk menghindari bangkitnya fundamentalisme
sebaiknya menahan diri untuk tidak latah mencaplok pancingan-pancingan berbau
SARA. Ini yang dilakukan para petinggi &
tokoh negeri, panik berebut bicara agama ketika isu penistaan diangkat.
Jadi, fokus saja pada kerja politik pemerintah. Sesuai janji kampanye
atau cuma gombalane mukiyo. Sekurangnya, menghitung apa jadinyakalau Ahok
bekerja di tengah kumpulan masyarakat yang terlukaoleh kelakuan Ahok sendiri.
--- jonathangoeij@... wrote:
Sebenarnya sayang sekali demo yang sedemikian besar pergerakan rakyat yang
terjadi menggunakan tema penistaan agama, tema penistaan agama yg diangkat
hanya akan membangkitkan kembali fundametalisme agama yg akan kembali membawa
pada tindakan2 anarki masa atas nama agama. Hal yg mulai terlihat di Bandung
pada kasus pembubaran KKR.
Seandainya demo itu mengangkat tema pengkriminalan para tergusur sebagai ilegal
yang digusur se-mena2 tanpa ganti rugi ataupun mengedepankan protes pada
ekonomi oligarki tentu akan bagus sekali akan terjadi perubahan perlakuan
mendasar thd rakyat kecil, cuman sayangnya kelihatannya tema2 seperti ini tidak
bisa menggerakkan masyarakat seperti tema penistaan agama ini.
--- ajegilelu@... wrote :
Katakanlah Ahok punya mukjizat untuk memenangkan pilkada,
tetap saja dia bakal kesulitan menjalankan pemerintahan yangefektif. Banyak
pegawai pemda yang selama ini merasa tidak
dimanusiakan oleh sikap dan ucapan Ahok, kini bangkit.
Bukan rahasia lagi bahwa kasus penistaan agama hanyalah ujung
tombak perlawanan Rakyat terhadap model kepemimpinanJokowi-Ahok yang banyak
memperalat Rakyat demi kepentingankorporat. Atau dalam bahasa halus yang sering
terdengar, adakekuatan-kekuatan ekonomi besar yang mempengaruhi
jalannyapemerintahan di Indonesia.
--- jonathangoeij@... wrote:
Kelompok "Korporasi" Di Balik Jokowi dan Ahok
SUARA PUBLIK RABU, 07 DESEMBER 2016 , 22:51:00 WIB |
GERAKAN perlawanan yang dilakukan oleh kelompok Islam maupun kelompok
nasionalis, sebenarnya bukan hanya terkait penistaan agama saja. Perlawanan
mereka disebabkan oleh hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap hukum akibat
"pilih kasihnya" penegakkan hukum di bawah pemerintahan Jokowi.Hukum tajam ke
bawah dan tumpul ke atas. Demikianlah kira-kira stigma yang tertanam di benak
masyarakat sekarang ini. Kuatnya intervensi para pemilik modal/korporasi di
pemerintahan Jokowi juga menjadi salah satu alasan bersatunya kelompok Islam
dan kelompok nasionalis dalam perlawanan terhadap ahok,.
Mereka curiga bahwa Ahok adalah simbol representasi pemilik
modal/korporasi/cukong yang sangat arogan, bermulut kasar, kejam, menindas
rakyat kecil. Ahok dianggap berani karena dilindungi kelompok "korporasi" yang
mengatur kebijakan-kebijakan pemerintah dan berlaku sebagai "dalang" yang
bergerak di belakang layar.
Kecurigaan masyarakat terhadap "korporasi" yang memiliki kekuatan yang tak
terbatas oleh kelompok Islam dianggap sebagai ancaman bagi islam dan oleh
kelompok nasionalis/republican dianggap sebagai ancaman terhadap kedaulatan
bangsa dan negara.
Kelompok "korporasi" ini dianggap sebagai penyebab tidak berfungsinya
lembaga-lembaga negara karena oknum-oknum yang menduduki posisi penting di
negara ini sudah "terbeli". Sehingga kelompok "korporasi" ini bisa sesuka hati
mengatur para oknum petinggi-petinggi negara yang duduk di Eksekutif,
Legislatif, maupun Yudikatif.
Diijinkannya Warga Negara Asing memiliki hunian di Indonesia menjadi salah satu
contoh dari sekian banyak peraturan perundang-undangan yang diubah, dimana para
petinggi negara "mengetok palu" memutuskan konsep peraturan perundang-undangan
yang menguntungkan kelompok "korporasi" dan merugikan kepentingan Bangsa dan
Negara.
Ketidakberdayaan rakyat terhadap kondisi yang terjadi sekarang ini, mesti
disikapi masyarakat dengan menempuh jalur-jalur hukum, seperti melaporkan
orang-orang yang diduga sebagai antek korporasi atau antek-antek asing yang
selama ini secara sistematis meniadakan kemampuan eksekutif dalam memerintah.
Orang-orang disekeliling presiden yang merupakan antek korporasi atau asing
diduga selalu berupaya untuk mempengaruhi bahkan meniadakan "peran" presiden
dalam pengambilan keputusannya.
Makar dalam konteks meniadakan kemampuan presiden dan wakil presiden diatur
dalam KUHP pasal 104 yang berbunyi: Makar dengan maksud untuk membunuh, atau
merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden
memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau
pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.
Mari kita kumpulkan bukti sebanyak-banyaknya terkait keterlibatan para antek
tersebut, dan melaporkan mereka ke TNI/Polri, Kementerian Pertahanan, BIN dan
pihak berwajib lainnya. [***]
Bastian P Simanjuntak
(Presiden Gerakan Pribumi Indonesia)
#yiv9104933361 #yiv9104933361 -- #yiv9104933361ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv9104933361
#yiv9104933361ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv9104933361
#yiv9104933361ygrp-mkp #yiv9104933361hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv9104933361 #yiv9104933361ygrp-mkp #yiv9104933361ads
{margin-bottom:10px;}#yiv9104933361 #yiv9104933361ygrp-mkp .yiv9104933361ad
{padding:0 0;}#yiv9104933361 #yiv9104933361ygrp-mkp .yiv9104933361ad p
{margin:0;}#yiv9104933361 #yiv9104933361ygrp-mkp .yiv9104933361ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv9104933361 #yiv9104933361ygrp-sponsor
#yiv9104933361ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv9104933361
#yiv9104933361ygrp-sponsor #yiv9104933361ygrp-lc #yiv9104933361hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv9104933361
#yiv9104933361ygrp-sponsor #yiv9104933361ygrp-lc .yiv9104933361ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv9104933361 #yiv9104933361actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv9104933361
#yiv9104933361activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv9104933361
#yiv9104933361activity span {font-weight:700;}#yiv9104933361
#yiv9104933361activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv9104933361 #yiv9104933361activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv9104933361 #yiv9104933361activity span
span {color:#ff7900;}#yiv9104933361 #yiv9104933361activity span
.yiv9104933361underline {text-decoration:underline;}#yiv9104933361
.yiv9104933361attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv9104933361 .yiv9104933361attach div a
{text-decoration:none;}#yiv9104933361 .yiv9104933361attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv9104933361 .yiv9104933361attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv9104933361 .yiv9104933361attach label a
{text-decoration:none;}#yiv9104933361 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv9104933361 .yiv9104933361bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv9104933361
.yiv9104933361bold a {text-decoration:none;}#yiv9104933361 dd.yiv9104933361last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9104933361 dd.yiv9104933361last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9104933361
dd.yiv9104933361last p span.yiv9104933361yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv9104933361 div.yiv9104933361attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv9104933361 div.yiv9104933361attach-table
{width:400px;}#yiv9104933361 div.yiv9104933361file-title a, #yiv9104933361
div.yiv9104933361file-title a:active, #yiv9104933361
div.yiv9104933361file-title a:hover, #yiv9104933361 div.yiv9104933361file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv9104933361 div.yiv9104933361photo-title a,
#yiv9104933361 div.yiv9104933361photo-title a:active, #yiv9104933361
div.yiv9104933361photo-title a:hover, #yiv9104933361
div.yiv9104933361photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv9104933361
div#yiv9104933361ygrp-mlmsg #yiv9104933361ygrp-msg p a
span.yiv9104933361yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv9104933361
.yiv9104933361green {color:#628c2a;}#yiv9104933361 .yiv9104933361MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv9104933361 o {font-size:0;}#yiv9104933361
#yiv9104933361photos div {float:left;width:72px;}#yiv9104933361
#yiv9104933361photos div div {border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv9104933361
#yiv9104933361photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv9104933361
#yiv9104933361reco-category {font-size:77%;}#yiv9104933361
#yiv9104933361reco-desc {font-size:77%;}#yiv9104933361 .yiv9104933361replbq
{margin:4px;}#yiv9104933361 #yiv9104933361ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv9104933361 #yiv9104933361ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9104933361
#yiv9104933361ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv9104933361
#yiv9104933361ygrp-mlmsg select, #yiv9104933361 input, #yiv9104933361 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9104933361
#yiv9104933361ygrp-mlmsg pre, #yiv9104933361 code {font:115%
monospace;}#yiv9104933361 #yiv9104933361ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv9104933361 #yiv9104933361ygrp-mlmsg #yiv9104933361logo
{padding-bottom:10px;}#yiv9104933361 #yiv9104933361ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv9104933361 #yiv9104933361ygrp-msg
p#yiv9104933361attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv9104933361
#yiv9104933361ygrp-reco #yiv9104933361reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv9104933361 #yiv9104933361ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv9104933361 #yiv9104933361ygrp-sponsor
#yiv9104933361ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv9104933361
#yiv9104933361ygrp-sponsor #yiv9104933361ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv9104933361
#yiv9104933361ygrp-sponsor #yiv9104933361ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv9104933361 #yiv9104933361ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv9104933361 #yiv9104933361ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv9104933361 #yiv9104933361ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv9104933361
#yiv9104933361ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv9104933361