Sidang Ahok: Kemanakah arah Islam di Indonesia dewasa ini? 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38291598 Rohmatin BonasirWartawan BBC 
Indonesia
 2 jam lalu

 Kirim http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38291598#share-tools


 
 Image copyrightACHMAD IBRAHIM/APImage captionMassa Islam turun pada Jumat, 2 
Desember lalu, untuk menuntut agar Ahok dihukum. Dalam tempo beberapa minggu, 
kelompok-kelompok Islam mampu memobilisasi massa dari berbagai lapisan 
masyarakat setelah mencuat kasus dugaan penistaan agama oleh gubernur petahana 
DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yang sering disapa Ahok.
 Gelombang demonstrasi dan kemudian doa pun digelar, termasuk acara yang 
digelar di Monas pada Jumat, 2 Desember silam.
 Dan pada Senin (12/12) diselenggarakan pula gerakan salat Subuh berjamaah 
secara nasional. Di Solo, Jawa Tengah, acara itu dilaporkan ditambah dengan 
deklarasi tiga hal, termasuk memboikot barang belanjaan dari pasar modern atau 
swalayan.
 Sidang Ahok: Fakta dan perdebatan dalam kasus dugaan penistaan agama 
http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-38290908 Kisah di balik penurunan 
baliho mahasiswi berjilbab http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-38288249 
Pengamat politik Islam yang juga wakil ketua umum Dewan Masjid Indonesia, 
Masdar Masudi, berharap gerakan salat Subuh diharapkan murni dilandasi alasan 
agama, bukan karena perkara yang secara sosial mungkin mengemuka.
 "Memang banyak pihak dan juga umat Islam sendiri membacanya ada kecenderungan 
untuk lebih menunjukkan eksistensi dengan berbagai ibadah yang sesungguhnya 
ibadah itu sesuatu yang sangat pribadi, akan tetapi diorganisir untuk 
mengatakan sesuatu yang sifatnya keluar," jelas Masdar.
Image copyrightMAST IRHAM/EPAImage captionSebagian umat Islam di Indonesia 
merasa terancam, kata Profesor Nooraidi. Ditambahkan oleh Masdar Masudi bahwa 
umat Islam belakangan cenderung untuk lebih menunjukkan eksistensi dengan 
berbagai acara ibadah. Ia sendiri mengaku masih melakukan penelahaan mengapa 
ekistensi itu perlu ditegaskan.
 "Apakah karena ada perasaan terganggu atau bagaimana. Tapi menurut saya, itu 
kurang pada tempatnya karena Islam di Indonesia mayoritas, mayoritas yang 
sangat besar, mungkin lebih dari 80%.
 "Artinya, umat Islam tidak perlu merasa inferior (rendah diri) dalam kehidupan 
bermasyarakat dan bernegara karena umat Islam ini secara kuantitas mayoritas 
mutlak," jelas Masdar.
Image captionKelompok-kelompok minoritas, seperti Ahmadiyah, sering menjadi 
sasaran sikap intoleran dan terpaksa tinggal di pengungsian seperti di Lombok 
ini. Yang perlu ditonjolkan, lanjutnya, adalah suasana kedamaian.
 Pengamat Islam dari UIN Sunan Kalijaga, Profesor Noorhaidi Hasan, berpendapat 
pada umumnya arah Islam di Indonesia masih cukup postif.
 'Merasa terancam' Hal itu terkuak dari hasil penelitian yang dilakukannya pada 
2013-2014 yang menyebutkan resistensi masyarakat terhadap penggunaan jihadisme 
dan penggunaan simbol-simbol agama untuk kekerasan tinggi.
 "Patokan saya itu tapi memang angka intoleransi cukup besar, karena pertama, 
banyak orang Muslim di Indonesia mengidap apa yang kami sebut sebagai merasa 
terancam. Perasaan terancam juga berhubungan dengan kepercayaan mereka yang 
cukup tinggi terhadap teori konspirasi."
Image copyrightHOTLI SIMANJUNTAK/EPAImage captionPada umumnya masyarakat 
Indonesia menolak jalan kekerasan. Dijelaskan oleh Profesor Nooraidi bahwa 
dalam teori konspirasi yang berkembang, mereka meyakini ada kekuatan-kekuatan 
besar yang mengancam Islam di Indonesia.
 Ada pun teori konspirasi itu leluasa dimainkan oleh aktor-aktor politik 
tertentu untuk meningkatkan rasa keterancaman umat.
 "Kalau rasa keterancaman meningkat seperti kemarin dipicu dengan kasus Ahok, 
karena Ahok Kristen, Cina, nah ini dianggap bisa mengancam arah masa depan 
Indonesia, lalu intoleransi kemudian kembali meningkat dan orang bisa 
dimobilisasi untuk itu," jelasnya.
 Yang patut digarisbawahi, menurut Profesor Nooraidi, perkembangan tersebut 
tidak berarti bahwa dukungan masyarakat terhadap kelompok pejihad atau gerakan 
radikal besar, meskipun ada upaya-upaya kelompok jihadis untuk memanfaatkan 
keadaan tersebut.

 

 

Kirim email ke