Dalam soal nomor 48 ujian mata pelajaran tarikh tersebut, ditanyakan: “Siapakah 
nama calon Gubernur Jakarta yang melecehkan Al-Quran saat ini?” Soal pilihan 
ganda itu menyediakan jawaban: a. Paijo b. Ahik c. Ken Arok d. Basuki (ahok).

 ...
 Kasus Ahok Jadi Soal Ujian di Sekolah Muhammadiyah 
https://nasional.tempo.co/read/news/2016/12/09/079826747/kasus-ahok-jadi-soal-ujian-di-sekolah-muhammadiyah
 JUM'AT, 09 DESEMBER 2016 | 16:49 WIB
 

 Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meninggalkan 
Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, 1 Desember 2016. Kasus dugaan penistaan agama 
yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama, akan dilimpahkan kepada Kejaksaan Agung 
hari ini. TEMPO/Subekti

 
 TEMPO.CO, Purbalingga - Kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada 
Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama rupanya terbawa hingga ke 
soal ujian sekolah. Kasus ini menjadi salah satu soal yang diujikan di Sekolah 
Menengah Pertama Muhammadiyah 1 Purbalingga. 


Dalam soal nomor 48 ujian mata pelajaran tarikh tersebut, ditanyakan: “Siapakah 
nama calon Gubernur Jakarta yang melecehkan Al-Quran saat ini?” Soal pilihan 
ganda itu menyediakan jawaban: a. Paijo b. Ahik c. Ken Arok d. Basuki (ahok).

Ujian pelajaran tarikh atau sejarah itu adalah untuk kelas IX dan dilaksanakan 
pada Jumat, 2 Desember 2016. Ada 50 soal pilihan ganda dan lima soal dengan 
jawaban terbuka.

Baca:
Tak Ada Makar, Aktivis Pun Jadi 
https://indonesiana.tempo.co/read/103111/2016/12/10/iwank.1.2/tak-ada-makar-aktivis-pun-jadi
Ini Dia 4 Indikasi Makar Demo Akbar 
http://indonesiana.tempo.co/read/99731/2016/11/22/iwank.1.2/ini-dia-4-indikasi-makar-demo-2511
Ahok Akan Disidang, Ini 3 Alasan Dia Akan Lolos 
https://indonesiana.tempo.co/read/101742/2016/11/30/iwank.1.2/ahok-akan-disidang-ini-3-alasan-dia-akan-lolos

Ketua Majelis Pendidikan, Dasar, dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah 
Purbalingga menerangkan dia baru mengetahui kejadian itu pada Senin, 5 Desember 
2016. Mengetahui hal tersebut, dua hari setelah itu, Sukamto melayangkan surat 
teguran kepada Jumanto, guru yang membuat soal tersebut. 

“Ini dilakukan oleh guru tersebut karena gurunya mungkin belum berpengalaman 
dan kurang memahami situasi. Yang bersangkutan sudah membuat surat pernyataan 
minta maaf tertulis,” katanya kepada Tempo, Jumat, 9 Desember 2016.

Baca:
Buya Syafii Maarif: 400 Tahun untuk Ahok 
https://indonesiana.tempo.co/read/102151/2016/12/02/info.indonesiana/buya-syafii-maarif-400-tahun-untuk-ahok
Lomba Blog Indonesiana 'Mengenang Gie' 
http://indonesiana.tempo.co/read/102751/2016/12/08/indonesiana/lomba-blog-indonesiana-mengenang-gie
Makar Versus Kebebasan Berpendapat by Ikhsan Darmawan 
http://indonesiana.tempo.co/read/103012/2016/12/09/ikhsan.atjeh83/makar-versus-kebebasan-berpendapat-ikhsan-darmawan

Sukamto menambahkan, pembuatan soal mata pelajaran ciri khusus, seperti tarikh, 
Al-Islam, bahasa Arab, dan kemuhammadiyahan, dibuat berdasarkan kebijakan 
sekolah masing-masing. Namun dia menjamin kejadian tersebut tidak terjadi di 
sekolah Muhammadiyah lainnya. “Tidak ada verifikasi soal dari majelis. Tapi 
biasanya setiap akhir tahun ada yang harus dikoordinasikan pada semua pelajaran 
ciri khusus,” ujarnya.

Tempo mencoba mendatangi SMP Muhammadiyah 1 Purbalingga. Namun Jumanto tidak 
berada di sekolah. Menurut beberapa guru di sekolah tersebut, Jumanto merupakan 
guru bimbingan konseling.

Berdasarkan surat pernyataan permohonan maaf tertulis yang dibuat Jumanto, yang 
diperoleh Tempo dari PD Muhammadiyah Purbalingga, dia mengaku membuat soal 
tersebut karena dikejar deadline dengan kondisi kelelahan dan kurang fokus. 
Sebab, soal yang sudah dibuatnya dan tersimpan di komputer sekolah hilang 
karena rusak. Jumanto mengakui yang sudah dia lakukan tidak sesuai dengan buku 
ajar. “Saya secara pribadi tidak ada niat bahwa naskah yang saya buat 
menimbulkan perbedaan pendapat sekarang ini,” tulis Jumanto. 

BETRIQ KINDY ARRAZY

 

 

Kirim email ke