Hal seperti ini dikatakan politisi partai pendukung? Apa Golkar mau cuci bersih 
jejak2 mendukung Ahok yg dikatakan menodai agama?---Wednesday, 14 December 
2016, 14:44 WIB
Ini Tiga Pernyataan Blunder Ahok dalam Sidang


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Ini Tiga Pernyataan Blunder Ahok dalam Sidang | Republika Online
 REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politisi Muda Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung 
mengungkapkan, setidaknya ada tiga pe...  |   |

  |

  |

 
Rep: Eko Supriyadi/ Red: Esthi Maharani

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersiap 
menjalani sidang perdana kasus dugaan penistaan agama di PN Jakarta Utara, 
Selasa (13/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politisi Muda Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung 
mengungkapkan, setidaknya ada tiga pernyataan yang menjadi kontroversi saat 
sidang perdana kasus penistaan agama dengan terdakwa, Basuki Tjahja Purnama 
(Ahk). Pertama ketika kuasa hukum Ahok menyebut persidangan bisa terjadi karena 
adanya tekanan massa GNPF-MUI. 

''Pernyataan ini adalah fitnah besar bagi umat Islam, sekaligus merendahkan dan 
menjatuhkan wibawa hukum dan peradilan Indonesia,'' kata Doli, di Jakarta, Rabu 
(14/12).

Kedua, lanjut dia, pernyataan adanya politisi busuk yang terlibat dalam kasus 
penodaan agama. Menurutnya, pernyataan itu justru memperlihatkan karakter Ahok 
yang selalu mencari kesalahan atau mengkambinghitamkan orang lain. 

''Pernyataan tersebut juga menunjukkan bahwa Ahok sama sekali merasa tidak 
bersalah dan out of context. Sudah nyata bahwa pribadi Ahok-lah yang menistakan 
Alquran dan tidak ada kaitannya dengan orang lain, politik, pilkada, apalagi 
politisi,'' katanya.

Ketiga, Doli menuturkan, pernyataan bahwa Alquran memecah belah rakyat 
menggambarkan isi kepala Ahok terhadap Islam. Ia menjelaskan, Ahok sudah 
berkali-kali tidak bisa menyembunyikan emosinya dan selalu mengeluarkan 
pernyataan secara spontan sebagai bentuk permusuhannya terhadap Islam. 

''Alquran selalu dijadikan kambing hitam dalam upaya memuluskan ambisi 
politiknya. Jadi, bila dilihat dari isi tanggapannya itu, sama sekali tidak 
relevan bahkan kontras dengan 'drama tangisan' yang dibuatnya di depan 
persidangan," katanya.

Kirim email ke