Selasa, 20 Desember 2016 | 05:50 http://www.beritasatu.com/politik/405426-lewat-twitter-presiden-berpesan-tegas-pada-ormas.html# http://www.beritasatu.com/politik/405426-lewat-twitter-presiden-berpesan-tegas-pada-ormas.html# http://www.beritasatu.com/politik/405426-lewat-twitter-presiden-berpesan-tegas-pada-ormas.html# http://www.addthis.com/tellfriend.php
Lewat Twitter, Presiden Berpesan Tegas pada Ormas http://www.beritasatu.com/politik/405426-lewat-twitter-presiden-berpesan-tegas-pada-ormas.html Joko Widodo dan Gatot Nurmantyo. (Antara) Jakarta - Menyusul sejumlah insiden yang berpotensi mengganggu toleransi umat beragama belakangan ini, Presiden Joko Widodo dalam akun Twitter resminya memberi peringatan cukup jelas kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) yang intoleran. "Aparat hukum jangan ragu menindak tegas ormas yg melawan hukum dan meresahkan masyarakat." tulis presiden di akun @Jokowi yang diunggah Senin (19/12) malam. Follow https://twitter.com/jokowi Joko Widodo ✔@jokowi https://twitter.com/jokowi Aparat hukum jangan ragu menindak tegas ormas yg melawan hukum dan meresahkan masyarakat –Jkw 7:02 AM - 19 Dec 2016 https://twitter.com/jokowi/status/810862931197861889 https://twitter.com/intent/tweet?in_reply_to=810862931197861889 3,8373,837 Retweets https://twitter.com/intent/retweet?tweet_id=810862931197861889 3,4733,473 likes https://twitter.com/intent/like?tweet_id=810862931197861889 Statemen Presiden itu disampaikan setelah beredar berita adanya aksi kelompok Front Pembela Islam yang masuk ke sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya dengan dalih melaksanakan fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang larangan pemakaian atribut Natal oleh umat Muslim. Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah dipanggil presiden untuk membahas masalah ini, dan Tito sendiri mengatakan telah memerintahkan jajarannya agar menindak tegas kelompok atau ormas yang melarang paksa atribut Natal di mal atau pertokoan. Dua pekan lalu sebuah ormas di Kota Bandung memaksa panitia membubarkan kebaktian Natal di gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), di dekat kampus Institut Teknologi Bandung. Beberapa hari setelah peristiwa itu, Kapolda Jawa Barat dan Kapolrestabes Bandung dimutasi, meskipun tidak ada penjelasan resmi bahwa hal itu terkait dengan insiden di Sabuga. Heru Andriyanto/HA BeritaSatu.com
