res : Apakah NKRI sudah punya pilot perempuan?

http://www.jawapos.com/read/2016/12/27/73302/pilot-militer-perempuan-pertama-afghanistan-banjir-ancaman-pembunuhan-ini-alasannya


Selasa, 27 Desember 2016 05:30

Pilot Militer Perempuan Pertama Afghanistan Banjir Ancaman Pembunuhan, Ini 
Alasannya

 
The Independent

-PILOT PEREMPUAN PERTAMA: Niloofar Rahmani khawatir nyawanya terancam jika 
tetap tinggal di Afghanistan.
BERITA TERKAIT 


JawaPos.com– Kapten Niloofar Rahmani mendapatkan kecaman dari warga 
Afghanistan. Penyebabnya, pilot militer perempuan pertama Afghanistan itu 
mengajukan permintaan suaka ke Amerika Serikat (AS). Rahmani mengungkapkan 
bahwa hidupnya terancam jika kembali ke negara asal.

Sejak 15 bulan lalu, perempuan 24 tahun tersebut berada di AS. Dia memperoleh 
pelatihan di pangkalan udara AS di Arkansas, Florida, dan Texas. Seharusnya dia 
kembali ke Afghanistan pada Sabtu (24/12). Namun, Rahmani memilih untuk tetap 
tinggal di AS. ’’Banyak hal yang tidak berubah. Semua kian memburuk,’’ ujar 
pilot yang memiliki kualifikasi untuk menerbangkan pesawat kargo militer C-208 
tersebut.

Rahmani menjelaskan, ancaman terhadap dirinya dan keluarga kian memburuk 
setelah menerima penghargaan Women of Courage dari Kementerian Luar Negeri AS 
pada 2015. Setelah itu, ancaman pembunuhan datang bertubi-tubi. Bukan hanya 
dari anggota Taliban yang masih tersisa, melainkan juga dari beberapa 
kerabatnya. Rahmani dan orang tuanya bahkan harus beberapa kali pindah rumah.

Selama pelatihan di AS, Rahmani kerap dihina dan diancam rekan-rekannya sesama 
tentara Afghanistan. Dulu, ketika Taliban masih berkuasa, perempuan memang 
tidak diperbolehkan bekerja di luar rumah. Kini, setelah lebih dari satu dekade 
kekuasaan Taliban runtuh, kondisi di Afghanistan tidak jauh berbeda. Memang 
mulai banyak perempuan yang berani berkarir. Tetapi, ancaman terhadap mereka 
juga sama banyaknya.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan Mohammad Radmanish mengakui, 
Rahmani tengah mengajukan suaka ke AS. Namun, dia menegaskan bahwa ancaman 
pembunuhan yang diucapkan Rahmani adalah bohong belaka. Karena itu, Radmanish 
berharap pemerintah AS tidak menerima permintaan suaka tersebut. ’’Saya yakin 
dia berbohong dengan mengatakan nyawanya terancam hanya demi bisa mendapatkan 
suaka,’’ tegas Radmanish.

Kecaman terhadap Rahmani juga datang bertubi-tubi dari penduduk Afghanistan. 
Mereka menduga pilot yang lulus dari sekolah penerbangan pada 2012 itu telah 
menghabiskan uang rakyat untuk membiayai pelatihannya di AS. Tetapi, setelah 
pelatihannya selesai, dia malah menolak untuk pulang dan mengabdi pada negara.

Afghanistan mengirim ratusan tentaranya untuk dilatih di AS. Namun, puluhan 
tentara dilaporkan hilang selama 2 tahun belakangan ini. Mereka yang hilang 
memilih untuk menetap di AS meski tanpa kewarganegaraan yang sah. Seorang di 
antara mereka pernah ditahan saat akan menyeberangi perbatasan menuju Kanada. 
(Reuters/NYTimes/sha/c14/any)

Kirim email ke