Ya, saudara tiri, banyak iri, sampai ke keturunannya.
Abraham punya anak dengan Hagar, yang akan menurunkan Arab, dengan agama
islamnya ?
Abraham punya anak dengan Sarah, yang menurunkan orang Jahudi, dengan agama
orang Jahudi dan agama Kristen ?
Kain dan Abil juga brsaudara. Iri sampai membunuh ?

2016-12-28 1:16 GMT+01:00 'Sunny' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> *Mengapa sejak adanya NKRI gereja harus dikawal waktu Natal, kalau ada
> rasa  persaudaraan dan kemanusiaan?*
>
> http://ambonekspres.fajar.co.id/2016/12/27/natal-rasa-
> persaudaraan-dan-kemanusiaan-di-ambon/
>
>
> AMBOINA
>
> Natal “Rasa” Persaudaraan dan Kemanusiaan di Ambon
>
> Publish 27 December 2016 @02:17
> [image: LUTFI HELUT/AMEKS PENGAMANAN Aparat TNI-Polri bersama pemuda
> Islam, melakukan pengamanan di sejumlah Gereja di kota Ambon, Sabtu
> (24/12).]
>
>
> Ambon, AE– Puluhan pemuda berdiri di di depan pintu Gereja Maranatha di
> Jl. Pattimura Ambon saat ibadah malam berlangsung, Sabtu (24/12) malam.
> Memakai kopiah putih dan songkok, mereka serius berjaga.
>
> Sebagian lainnya, berdiri di sisi lain dari gereja. Sejak pukul 18.00 wit,
> mereka sudah berada di sana. Selain berjaga-jaga, ada pula diantara mereka
> yang menuntun jemaat untuk menyeberang jalan.
>
>
>
> Sementara di dalam dan di halaman gereja Protestan terbesar di Maluku itu,
> ribuan umat Kristen larut dalam ibadah. Ibadah malam Natal itu, berlangsung
> dengan tenang dan aman.
>
> Ketika ibadah selesai sekira pukul 21.00, puluhan pemuda tersebut
> berkumpul di pintu masuk utama gereja. Mereka berdiri berjejer kiri-kanan
> membentuk barisan. Lalu, saling berjabat tangan dengan jemaat. “Terima
> kasih, ya,”ucap seorang jemaat.
>
> Pantauan penulis, tak hanya berjabat tangan dan mengucapkan terima kasih,
> jemaat dan para pemuda yang berasal dari Gerakan Pemuda Islam (GPI) Maluku,
> Gerakan Pemuda Ansor Maluku dan remaja Masjid Waihaong itu, juga berfoto
> bersama. Sambil mengangkat dua jari tangan sebagai bentuk seruan perdamaian.
>
> Pemandangan yang sama juga terlihat di beberapa geraja lainnya yakni
> Katedral, Gereja Silo dan Gereja Rehoboth. Bahkan, Uskup Diosis Amboina
> Mgr. P.C Mandagi, MSC—pemimpin Gereja Katolik Amboina, pun ikut berfoto
> bersama.
>
> Malam itu, GP Ansor Maluku menurunkan sebanyak 34 personil, Badan
> Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) Maluku 50 orang dan 30 pengurus
> GPI Maluku. Sejumlah pemuda dari Waringin, Talake, Perigi Lima dan Waihaong
> juga ambil bagian.
>
> Ini bukan hal baru baru di Ambon dan beberapa kabupaten/kota lainnya di
> Maluku. Karena, setiap tahun, pemuda Muslim dari berbagai organisasi selalu
> berpartisipasi menjaga jalannya ibadah Natal. Begitu sebaliknya, jika
> perayaan Idul Fitri, pemuda Kristen berjaga di malam takbiran.
>
> Hal itu dilakukan sebagai wujud toleransi dan persaudaraan yang selama ini
> tetap dijaga oleh masyarakat Maluku. Juga untuk menghapus stigma negatif
> Maluku yang pernah didera konflik, sekaligus membangun citra daerah itu
> sebagai labotorium kerukunan dan perdamaian.
>
>
> BACA JUGA:  *KPU Malteng Akan Dilaporkan ke DKPP*
>
>
> “Harapan kita, Natal ini mambawa damai bagi kita semua, bukan saja umat
> Kristen tapi seluruh umat,”ujar Ketua Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda
> (GP)provinsi Maluku, Daim Baco Rahawarin.
>
> Uskup Mandagi merasa bangga dan berterima kasih atas partisipasi pemuda
> Muslim . “Terima kasih kepada umat Muslim dan pemuda Muslim yang menjaga
> keamanan dan jalannya ibadah. Ini luar biasa. Saya bangga sekali,”kata
> Uskup Mandagi seusai ibadah.
>
> Menurut Mandagi, semua agama mengajarkan kebaikan. Dan di Indonesia,
> saling menghargai dan menghormati kehidupan beragama dan suku sangat
> kental. Seperti yang terjadi pada malam itu.
>
> “Dan kebaikan itu seperti ditunjukkan oleh umat Muslim malam ini. Luar
> biasa, saya bangga,”kata Mandagi lagi.
> Hanya saja, Mandagi berpesan agar semua warga kota Ambon bersikap
> hati-hati dengan kelompok-kelompok tertentu yang mencoba menghancurkan
> persaudaraan. Orang-orang seperti itu, sebut Uskup, berpakaian agama tetapi
> anti terhadap ajaran agama yang benar.
>
> “Cuman ya kelompok-kelompok yang menghancurkan persaudaraan kita. Karena
> mereka berpakaian agama, tapi sebenarnya mereka anti agama. Karena itu,
> kita mesti hati-hati juga,”seru dia.
> Pancasila di Panggung Christmas Carols
>
> Partisipasi warga Muslim tak sebatas pada pengawalan ibadah malam Natal.
> Tetapi, juga dalam acara Christmas Carols di Ambon yang selenggarakan oleh
> para seniman dan pendeta selama dua hari (22 dan 23 Desember).
> Christmas Carol sudah berjalan selama lima tahun. Dalam tiga tahun
> terakhir, kegiatan Christmas Carols tidak saja diisi oleh komunitas
> Kristen, tapi juga komunitas Hindu, Budha dan Muslim secara sukarela.
>
> Seperti terlihat pada Sabtu (23/12) malam itu. Ada grup musik cilik dari
> komunitas Budha dan Sanggar Kayla dari komunitas Muslim yang masing-masing
> membawakan satu lagu di awal dan pertengahan acara.
> Ratusan penonton yang hadir pada malam itu, bersorak melihat penampilan
> anak-anak itu diatas panggung yang digelar di halaman gereja Baileo
> Oikemene.
>
>
> BACA JUGA:  *BNI Membuka 4 Kantor Cabang Pembantu (KCP) di Wilayah Maluku*
>
>
> Mendekati akhir acara, penyanyi Kristen Sierra Latuperissa dan penyanyi
> Muslim Nurul Tosiuta berduet. Keduanya melantunkan lagu “Pancasila Rumah
> Kita” ciptaan almarhum Franky Sahilatua dan “Damai Bersamamu” yang
> diciptakan alarhum Chrisye, secara kompak. Ungkapan penyerahan iman dengan
> menyebut nama Tuhan mereka masing-masing, keluar dari mulut mereka.
>
> Lewat penampilannya itu, Nurul berpesan kepada dunia, bahwa masyarakat
> Ambon dan Maluku pada umumnya hidup damai. Tidak ada sekat berarti atas
> dasar agama dan suku serta mengutamakan persatuan, seperti makna dari lirik
> lagu Pancasila Rumah Kita.
>
> “Alasannya, karena saya ingin tunjukkan kepada dunia, bahwa kita agama
> Islam dan Kristen di kota Ambon itu damai. Dan indah jika kita saling
> berbagi,”tegas Nurul yang pada tahun lalu juga berpartisipasi.
>
> Ketua Panitia yang juga pendeta Gereja Protestan Maluku (GPM) Jacky
> Manuputty mengatakan, kegiatan Christmas Carols 2016 diisi oleh sekitar
> seribu orang. Itu sebagai bentuk ungkapan syukur akhir tahun.
> Manuputty berharap, keterlibatan warga dari semua agama dapat dijadikan
> sebagai contoh yang baik dalam menjaga toleransi dan persaudaraan. Apalagi,
> Maluku sedang dikembangkan sebagai laboratorium perdamaian di Indonesia.
>
> “Itu yang menjadi harapan, kita menjadi contoh perdamaian dan toleransi
> umat beragama. Karena satu hal yang harus kita tegaskan di sini, yakni
> Maluku dan Ambon sedang dikembamngkan sebagai laboratorium perdamaian
> berbasis prinsip hidup orang basudara, ”kata Manuputty.
>
> Tema Kemanusiaan
> Panitia Christmas Carols mengusung tema We Care, We Share (Kita (Peduli,
> Kita Berbagi). Ini tema yang universal dan bernilai kemanusian, sebagai
> respons atas kejahatan kemanusian diberbagai belahan dunia selama beberapa
> tahun terakhir.
>
> “Kita mengangkat tema yang sangat universal, tema kemanusiaan. Dan pada
> tahun ini, kita ingin berdoa untuk Allepo, berbagi untuk Allepo, karena di
> Allepo itu bukan saja ada orang Muslim, tapi Kristen juga,”kata Manuputty.
> Belum lama ini, Manuputty mengaku menerima email dari temannya dari luar
> negeri yang juga sesama pegiat perdamaian. Temannya meminta dukungan dan
> do’a dari Maluku untuk warga Aleppo, Suriah yang terkena dampak peperangan.
>
>
> BACA JUGA:  *Nama PANTAS di Tangan Presiden PKS*
>
>
> “Yang mereka minta cuman doa dari kita. Terutama doa, untuk anak-anak di
> Allepo yang tidak bisa menikmati suka cita dan keceriahan seperti yang kita
> rasakan saat ini, karena peperangan di sana,”ungkapnya.
> Video dan foto kegiatan Christmas Carol dan pengawalan pemuda Muslim di
> gereja-gereja mendapat apresiasi di media sosial Facebook dan Twitter.
> Terutama dari luar Maluku.
>
> Seperti foto dua orang pemuda Muslim dengan pakian serba putih dan seroang
> siswa pramuka berjilbab yang berjaga di depan gereja Silo yang dibagi oleh
> Ferry Maitimu @FerryMaitimu. Foto dengan caption; Toleransi dari Ambon,
> Saudara-saudara Muslim ikut mengawal Ibadah malam Natal di Gereja Silo,
> Kota Ambon yang diambil oleh David Rampisela, itu direetwtet oleh 767
> followersnya (pengikut).
>
> “Indahnya keragaman, tapi tetap saling menghargai dan menghormati,”ciut
> akun widhi wedhaswara @widhiholic.
> Rawat Toleransi
>
> Sementara itu, dalam khotbahnya, Pendeta J.W. Parinussa meminta umat
> Kristiani menunjukkan sikap dan sifat toleransi dalam kehidupan
> sehari-hari. Menjaga sumpah persaudaraan Pela Gandong dan Ale Rasa Beta
> Rasa.
> Parinussa juga mengimbau umat berdoa untuk keutuhan bangsa Indonesia.
> Selain itu, berkomunikasi secara santun di media sosial dan menebarkan
> perdamaian.
>
> “Berdoalah bagi keutuhan bangsa, karena kemerdekaan Indonesia adalah
> berkat Tuhan untuk semua warga Bangsa Indonesia. Janganlah memprovokasi.
> Cintailah Maluku dan Maluku Utara, cintai Indonesia. Gunakan media
> komunikasi secaera santun dan bermartabat, yaitu berkoomunikasi dengan
> membawa pesan perdamaian,”pesan Parinussa.(*
>
>
> 
>

Kirim email ke