http://sinarharapan.net/2016/12/ini-bedanya-dokter-umum-dan-militer/
Ini Bedanya Dokter Umum dan Militer December 27, 2016 Ilustrasi/Ist SHNet, Jakarta – Saat di rumah sakit sama-sama memakai jas berwarna putih. Di lehernya pun biasanya tergantung stetoskop. Ini adalah ciri umum seorang dokter. Tak peduli apakah ia dokter dari kalangan militer ataupun biasa. Tapi tahukah kamu, ternyata antara dokter militer dan umum memiliki perbedaan? Setidaknya, itu yang dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Saat memberikan pembekalan kepada 166 calon prajurit remaja (capaja) perwira karier kesehatan TNI, di Magelang, Jawa Tengah, pekan lalu, Panglima mengatakan, dokter militer lebih memiliki ikatan batin dengan pasiennya dibandingkan dokter umum dari kalangan non militer. “Dokter-dokter umum di luar TNI tidak seperti dokter militer, karena saat menghadapi pasien tidak ada ikatan batin. Sedangkan dokter militer dalam melaksanakan tugasnya, karena satu Korps dan satu baju sesama tentara, maka otomatis ada ikatan batin, inilah bedanya,”katanya. Ia menyebut, dokter militer adalah orang-orang terpilih. Dalam mengobati pasien, ia selalu menggunakan hati, bukan karena dibayar. “Apabila kalian melakukan tugas seperti ini, maka seorang dokter militer akan mendapatkan pengalaman-pengalaman yang tidak didapat oleh dokter-dokter umum diluar sana,” katanya. Ia menjelaskan betapa sulitnya TNI mendapatkan tenaga kesehatan, seperti dokter, apoteker, dan tenaga farmasi empat tahun lalu. Untuk mengatasi hal itu TNI memberikan Beasiswa Ikatan Dinas. “Namun saat ini, ada 5.000 calon dokter dan tenaga kesehatan yang berlomba untuk masuk TNI,” ucapnya. Ia mengingatkan kepada para tenaga kesehatan TNI, bahwa berkarier di bidang kesehatan memiliki peluang yang besar dan bahkan di masa mendatang bisa meraih kesuksesan di luar institusi militer. Ia menambahkan, orang yang baik adalah orang yang mempunyai peluang dan bisa memanfaatkan peluang, dan orang yang hebat adalah orang yang bisa menciptakan peluang sekaligus dapat manfaatkan peluang tersebut. Sedangkan orang yang luar biasa adalah orang yang mendapatkan musibah, tapi musibah itu dia olah untuk menjadikan peluang dan dimanfaatkan. Oleh karena itu, ia mengharapkan, kepada Perwira Karier Kesehatan TNI dari tenaga kesehatan, untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Sebab, orang yang sial adalah orang yang tidak punya peluang dan tidak dapat memanfaatkan peluang, dan orang yang bodoh adalah orang yang punya peluang namun tidak dapat memanfaatkan peluang tersebut.(TH/Puspen TNI)
