Isu Serbuan Pekerja Asal China dan Komunisme, Ini Kata Panglima TNI
Rabu, 28 Desember 2016 | 21:49 WI
           
http://nasional.kompas.com/read/2016/12/28/21493311/isu.serbuan.pekerja.asal.china.dan.komunisme.ini.kata.panglima.tniKompas.com/ANDREAS
 LUKAS ALTOBELI Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot 
Nurmantyo saat berbincang dengan para buruh dari berbagai elemen kawasan 
Tangerang di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Rabu 
(9/11/2016). Panglima berbincang tentang wawasan kebangsaan.   JAKARTA, 
KOMPAS.com – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menilai, ada upaya 
sistematis yang ingin mengacaukan kondisi keamanan dalam negeri.Salah satunya 
dengan menyebar isu membanjirnya tenaga kerja asing asal China dan kebangkitan 
paham komunis di Indonesia.“Isu tentang tenaga kerja asing asal China 10 juta 
itu hoax. Presiden mengatakan, dari Tiongkok itu hanya 21 ribu, sangat kecil 
sekali,” kata Gatot saat menjadi pembicara pada seminar bertajuk ‘Meruwat 
Indonesia, Merawat NKRI’ di Kantor PP Muhammadiyah, Rabu (28/12/2016).Demikian 
pula soal isu kebangkitan paham komunis di Tanah Air. Menurut dia, TNI siap 
menindak tegas apabila isu tersebut terbukti.(Baca: Sekjen PPP Sarankan Bebas 
Visa untuk China Dievaluasi, Ini Alasannya)“Enggak usah dikomando. Umat Islam 
juga pasti siap,” tegas dia.Gatot mengungkapkan, tujuan utama diangkatnya isu 
tersebut yakni sebagai upaya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan 
bangsa.Dengan demikian, negara lain dapat dengan mudah masuk ke Indonesia. 
Sebagai negara yang berada di garis ekuator, Indonesia menyimpan banyak 
cadangan sumber daya alam dan energi.Itu, kata Gatot, menjadi daya tarik serta 
minat tersendiri bagi negara asing untuk menguasai Indonesia.“Tujuannya untuk 
membingungkan, memprovokasi rakyat, mengadu domba, mengancam persatuan dan 
kesatuan, dan yang terakhir memecah belah bangsa,” kata dia.Di samping isu-isu 
sektarian, rencana peralihan poros kekuatan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) 
dari Timur Tengah ke Filipina selatan juga menjadi ancaman tersendiri bagi 
Indonesia.(Baca: Imigrasi Tolak WNA China dan Sudan Masuk ke Indonesia)Kawasan 
tersebut berdekatan dengan Poso yang selama ini dikenal sebagai tempat 
persembunyian teroris.Dengan adanya perpindahan markas, Panglima memprediksi, 
tujuan utama ISIS yaitu bukan hanya untuk menguasai Filipina selatan, melainkan 
juga mengacaukan kondisi keamanan Indonesia.Dengan demikian, negara asing dapat 
berdalih menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk mengatasi persoalan 
ISIS.Kompas TV Isu 10 Juta Tenaga Kerja Tiongkok Bohong!

   
| Penulis | : Dani Prabowo |
| Editor | : Krisiandi |

Kirim email ke