Kira2 siapa si Durna dan Sengkuni yg digambarkan pelukis Eko ini?
 

 ---
 Tapi, Hanoman dan Kresna harus berhadapan dengan tokoh antagonis, yakni 
Pandita Durna dan Sengkuni. Keduanya, memiliki sifat licik. Durna digambarkan 
Eko sebagai tokoh spiritualis yang merusak Pancasila. Sedangkan, Sedangkan, 
Sengkuni dilukiskan tokoh yang sok nasionalis yang bertepuktangan saat terjadi 
kekacauan.
 ...
 Pilgub DKI Jakarta http://www.tribunnews.com/topics/pilgub-dki-jakarta Cerita 
Pelukis Samakan Ahok dengan Hanoman, Jokowi dengan Kresna 
http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/12/14/cerita-pelukis-samakan-ahok-dengan-hanoman-jokowi-dengan-kresna
 
 Rabu, 14 Desember 2016 12:59 WIB
 

 Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama 
http://www.tribunnews.com/tag/basuki-tjahaja-purnama alias Ahok disamakan 
dengan tokoh Hanoman oleh seorang pelukis bernama Eko Bandoyo.
 Eko membawa gulungan kertas kanvas. Saat naik ke atas panggung, seusai 
bersalaman, Ahok membuka gulungan kertas bergambar wayang dengan tokoh 
pewayangan, Kresna, Hanoman, Pandota Durna dan Sengkuni.
 Eko mengurai sifat satu per satu tokoh tersebut. Eko mengibaratkan, Ahok 
adalah Hanoman, yang mempunyai sifat paling jujur meski buruk rupa.
 "Saya ibaratkan Pak Ahol adalah Hanoman. Kethek putih. Meski pun 
perwujudannya, maaf, kera, tapi dia tokoh pewayangan paling jujur, sangat 
jujur," kata Eko di atas panggung utama, Rumah Lembang 
http://www.tribunnews.com/tag/rumah-lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 
(14/12/2016).
 Sedangkan Kreana disamakannya dengan Presiden Joko Widodo 
http://www.tribunnews.com/tag/joko-widodo. Kresna, perawakan kurus dan hitam, 
serta matanya tertutup kain.
 "Kalau Kresna, yang kurus hitam digambarkan pemimpin kita. Saya lukisnya, 
matanya tertutup. Meski pun matanya tertutup, Kresna berjalan dengan mata 
hatinya," ucap Eko.
 Kresna dan Hanoman, kata Eko, sangat berkaitan. Diibaratkannya seperti Jokowi 
dan Ahok. Berdua saling menyeimbangkan dalam memberantas koruptor, yang 
digambarkan oleh Eko, seekor tikus.
 "Jakarta barometer Indonesia. Jakarta harus bagus, jadi penyeimbangan Kresna. 
Hanoman yang memimpin Jakarta. Sedangkan kekacauam negara, dilukiskan dengan 
tikus, babi, dan rayap," imbuh Eko.
 Tapi, Hanoman dan Kresna harus berhadapan dengan tokoh antagonis, yakni 
Pandita Durna dan Sengkuni. Keduanya, memiliki sifat licik. Durna digambarkan 
Eko sebagai tokoh spiritualis yang merusak Pancasila. Sedangkan, Sengkuni 
dilukiskan tokoh yang sok nasionalis yang bertepuktangan saat terjadi kekacauan.
 Ahok sempat bertanya kepada Eko, siapa sosok Pandito Durna dan Sengkuni di 
dunia nyata. Tapi, Eko tak mengasih tahu secara gamblang melalui pengeras 
suara. Eko dan Ahok berbisik di balik lukisan.
 "Pak Ahok bertanya, 'siapa Durna dan Sengkuni?' kemudian saya berbisik, yang 
tahu hanya kita berdua," ucap Eko.
 Lukisan Eko dibuat tak lebih dari sebulan. Eko melukis, karena gelisah melihat 
situasi politik Indonesia. Eko berencana, melelang lukisan, setelah mendapatkan 
tanda tangan dari Presiden Jokowi. Hasil lelang, akan disukbangkan.
 
 "Saya sumbangkan untuk negeri ini, setelah mendapatkan tanda tangan Kresna. 
Tidak tahu berapa, mungkin ratusan juta rupiah," tutur Eko.
 

 

Kirim email ke