*T R A G I S . . . . . ?*

Benarkah kekuatan / kualitas Iman orang orang Nasrani / Kristen jauh lebih 
tinggi dari kualitas orang orang Muslim ?

Untuk lebih jelasnya, marilah sama-sama kita baca ulasan ceria pak Muhammad 
Zazuli mengenai kekuatan Iman tsb.

Semoga tulisan ini mampu membuka mata hati kita untuk saling berbaik sangka dan 
saling bersahabat agar tidak terjadi perpecahan antara sesama kita anak bangsa 
yang beradab.
A m i n

~ . ~ . ~ . ~ . ~

Muhammad Zazuli

*TANDA KEKUATAN IMAN*

Saya rasa orang Nasrani itu punya Iman yang luar biasa.
Bayangkan, lima kali dalam sehari mereka mendengarkan suara adzan dari 
kampung-kampung, toh Iman mereka tidak luntur juga.

Belum lagi kalo ada acara besar seperti Istighosah, Maulidan, Haul, Dzikir 
bersama, Pengajian, Tabligh akbar, Parade takbiran dan sebagainya.

Pas bulan Ramadhan, seluruh stasiun TV selama sebulan penuh menayangkan 
acara-acara Islami dan seluruh Mall se-Indonesia memajang atribut Lebaran dan 
musik-musik Islami tapi toh Iman mereka tidak kandas juga.

Bandingkan dengan umat Islam.

Mengucapkan Selamat Natal yang cuma sekali dalam setahun saja Imannya dianggap 
sudah buyar.

Melihat atribut Natal di Mall atau memakai Topi Sinterklas saja Imannya 
langsung bubar.

Melihat warung buka di bulan puasa saja Imannya langsung tergoda. 

Main game Pokemon saja bisa langsung dianggap kafir.

Belum lagi kalo makan Sari Roti atau minum Equill.

Memilih pemimpin non muslimpun sudah dianggap murtad.

Bahkan duit yang ada gambar pahlawan beda agama saja bisa langsung dianggap 
haram dan diboikot.

Saya kira kemunculan fenomena “Om Telolet Om” juga adalah sekedar protes dan 
reaksi dari kaum muda kritis yang sudah jenuh dan muak dengan kelakuan 
orang-orang munafik yang selalu bawa-bawa agama.

Mereka, para kaum agamais ini sangat mudah menghakimi orang lain sebagai kafir 
dan sesat tapi jarang instropeksi dengan kesalahan dan kekurangannya sendiri.

Mereka suka memaksakan kehendak dengan berlindung di balik topeng agama demi 
mendapatkan keuntungan bagi diri dan kelompoknya sendiri.

Mereka mengaku sebagai pejuang agama tapi anti kritik dan anti perbedaan serta 
gemar mengumpat dan memaki “Anjing Babi”.

Ideologi sektarian dan politik kebencian yang masif dijalankan akhir-akhir ini 
saya rasa bukan hanya akan gagal total namun juga akan kontra produktif.

Citra Islam akan menjadi semakin buruk dan para politisi yang selalu bawa-bawa 
agama justru akan dijauhi dan tidak dipercaya oleh rakyat.

Negara bukannya menjadi semakin maju namun justru akan menjadi semakin mundur 
ke belakang.

Masih untung kalo negara kita tidak pecah dan hancur seperti negara-negara yang 
ada di Timur Tengah.

Salam Waras..
🙏🏼

Kirim email ke