Catatan Akhir Tahun 2016
Desember 31, 2016 135

 
SELAMATMENYAMBUT TAHUN BARU 2017

AGRA mengajak kepada seluruh jajaran organisasi, seluruh kaum tani dan Rakyat 
luasIndonesia untuk terus memperbesar organisasi, memperkuat persatuan 
danmemajukan perjuangan, wujudkan Reforma Agraria Sejati!

Kemerosotan Hidup Petani danKekerasan Meningkat Sepanjang Tahun 2016

Kenyataan hidup rakyat yang kian merosotsekarang ini, tetaplah kenyataan yang 
tidak akan pernah bisa terus ditutupi.Meskipun dengan berbagai trik permainan 
angka dan kebijakan yang seolahpopulis, laporan capain ekonomi yang 
dirilis-nya, Pemerintahan Jokowi tidakakan pernah sanggup menutupi kemrosotan 
hidup rakyat, utamanya penghidupan kaumtani dan masyarakat luas di pedesaan.

Bahkan redistribusi dan sertifikasi tanah,hingga penetapan hutan adat sebagai 
implementasi Reforma Agraria palsunya,tidak bisa menutupi kenyataan dimana pada 
saat yang bersamaan perampasan danmonopoli tanah terus berlansung massif dan 
semakin intensif dialami oleh rakyat.Demikian pula dengan penderitaan rakyat 
akibat berbagai tindak kekerasan dankriminalisasi yang selalu digunakan 
pemerintah dalam menghadapi perlawanan dantuntutan rakyat.

Singkatnya, sederet kebijakan yangdikeluarkan oleh pemerintahan Jokowi tetap 
akan menjadi pil pahit bagi rakyat,yang tidak akan pernah berubah manis dengan 
segenap janji dan secuil programsosial yang dibiayai dengan utang dan hibah 
luar negeri. Seluruhnya merupakanbentuk pelayanan pemerintah Indonesia atas 
seluruh kepentingan Imperialis, tuantanah besar dan borjuasi komprador, dan 
pada sisi yang lain akan terusmemerosotkan penghidupan dan meningkatkan 
penderitaan rakyat.

Paket kebijakan ekonomi PemerintahJokowi-JK untuk kepentingan Investor.

Seluruh kebijakan neoliberal imperialismetelah berjalan dengan mulus. Sebagai 
karakter khasnya yang terbelakang,Jokowi maupun pemerintahan boneka 
sebelum-sebelumnya di negeri ini, sama sekalitidak memiliki kepercayaan diri 
untuk membangun bangsa tanpa utang daninvestasi asing. Akibatnya, rakyat 
terpaksa harus menuai celaka dan deritasedemikian rupa. Rakyat bahkan tidak 
memiliki daulat atas produksi danpenghidupan yang dijalankannya.

Empat belas paket kebijakan ekonomi yangdikeluarkan oleh pemerintahan Jokowi-JK 
sejak 2015 hingga penghujung 2016sekarang ini, sepenuhnya untuk melayani 
kepentingan Imperialisme di Indonesia.Paket kebijakan yang tidak ubahnya pintu 
air untuk mengalirkan investasi asingsebagai jembatan bagi eksport capital 
milik imperialis untuk mengatasikrisisnya Finansial yang meledak sejak 2008 
silam.

Seluruh isi dari paket kebijakan  setidaknya berisikan 3 sampai 4 
pointkebijakan yang harus dapat dijalankan. Secara umum keseluruhan isi dari 
paketkebijakan ini menuntut deregulasi, yang merupakan salah satu prinsip 
darikebijakan Neo-Liberal milik imperialis. Dengan demikian paket 
kebijakanekonomi Jokowi ini merupakan satu skema imperialis yang paripurna 
diimplementasikan di Indonesia untuk menjamin keberlangsungan seluruh 
skemaNeo-Liberal di Indonesia.

Perombakan ataupun pembentukan suatukebijakan baru (Deregulasi) pada intinya, 
tidak lain semata-mata untukmenfasilitasi dan memberikan jaminan perlindungan 
atas kepentingan Imperialismedalam berinvestasi dan mengeruk sumberdaya alam, 
sekaligus sebagai skemamenggerakan kapitalnya di Indonesia untuk mendapatkan 
keuntungan berlimpah dariinvestasi dan bunga utang yang terus menggunung. Dalam 
implementasinya,Pemerintah memangkas berbagai aturan yang dinilai menghambat 
dan menghilangkanberbagai syarat pengurusan izin adalah pelayanan yang 
diberikan kepada paraInvestor. Selain itu paket kebijakan ekonimi juga 
memberikan insentif pajakkepada para Investor, mulai dari Tax Allowance, Tax 
Holliday hingga TaxAmnesty. Paket kebijakan ekonomi ini juga bahkan memberikan 
subsidi BBM danListrik kepada para pengusaha.

Sebaliknya, kebijakan pemerintah Jokowi-JKterus memerosotkan tingkat ekonomi 
rakyat, pencabutan subsidi dengan alasanpengalihan subsidi konsumtif ke sector 
produktif seperti pencabutan subsidilistrik, subsidi bahan bakar telah memukul 
perekonomian rakyat. Tidak hanyaitu, penghidupan rakyat juga terus dibebani 
dengan kebijakan Jokowi atasberbagai skema pengumpulan dana public, seperti 
pungutan dana kesehatan melaluiBPJS, Asuransi tani hingga pungutan dana sawit 
(CPO Fund) untuk subsidi energidan cadangan dana peremajaan perkebunan sawit.

Seluruh beban tersebut, ditimpakan olehpemerintah Jokowi kepada rakyat dan kaum 
tani, ditengah merosotnyaharga komoditas pertanian disatu sisi. Sementara pada 
sisi yang lain, biayaproduksi semakin mahal dan kebutuhan hidup terus 
meningkat, mulai darikebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan maupun 
kesehatan

Proyek Infrastruktur Jokowi-JKMeningkatkan Perampasan Tanah dan Kekerasan.

Atas nama pembangunan dan ilusi untuk dapatmembuka lapangan pekerjaan baru, 
saat ini sedang dan akan terus berlangsungmassif pembangunan mega proyek 
infrastruktur oleh pemerintahan Jokowi-JK, baikinfrstruktur fasilitas publik 
maupun Infrastruktur komersil. Mulai daripembangunan jalan tol, pembangunan 
rell kereta api, pembangunan pelabuhan,pembangunan bandara, pembangunan kawasan 
ekonomi khusus, pembangunan waduk danbendungan, reklamasi laut dan berbagai 
proyek infrastruktur lainya.

Seluruh proyek Infrastruktur ini merupakanproyek kepentingan Imperialisme di 
Indonesia, baik untuk menjamin keberlangsunganarus kapital Imperialisme untuk 
pembiayaan proyek melalui utang dan investasi,maupun kepentingan atas kemudahan 
jalur distribusi (pengangkutan) atas bahanmentah yang telah dikeruknya di 
berbagai daerah dan pedalaman Indonesia, maupununtuk pengangkutan barang jadi 
yang akan dipasarkan di Indonesia.

Sementara disisi yang lain, berbagaipembangunan proyek ini yang telah 
dijalankan oleh pemerintahan Jokowi-JK, telahterbukti membawa dampak buruk bagi 
kaum tani dan seluruh rakyat Indonesia. Terbuktibahwa program ini telah semakin 
memasifkan perampasan tanah, mengusir petanidan rakyat luas dari tempat tinggal 
dan sandaran hidupnya. Setiap proyek bahkanselalu disertai dengan berbagai 
tindak kekerasan dan kriminalisasi terhadaprakyat.

Proyek-proyek yang dijalankan olehpemerintahan Jokowi-JK, tiada lain merupakan 
hasil kesepakatan-kesepakatanberbagai perjanian dan kerjasama internasional 
bilateral dan multirateralseperti WTO, RCEP, TPP maupun skema kerjasama 
lainnya. Dimanaseluruhnya berada dibawah kepentingan, kontrol dan dominasi 
Imperialisme.Karenanya, sangat wajar jika seluruh pembiayaan atas proyek 
Infrastruktur bersumberdari Investasi asing dan hutang.

Bagi Imperilisme, proyek Infrastruktur yangdijalankan oleh pemerintahan 
Jokowi-JK, setidaknya memiliki empat kedudukanpenting dalam usaha menyelamatkan 
krisis dalam system kapitalis monopoli duniayang terancam bangkrut sekarang 
ini, yakni:

Pertama dengan berbagai proyek infrastruktur yangdijalankan oleh pemerintah 
Jokowi, yang sepenuuhnya sangat bergantung padautang dan Investasi asing, 
imperialisme dapat memutarkan kapitalnya untukmembiayai proyek infrastruktur, 
baik melalui skema utang maupun investasi,sehingga kapitalnya dapat terbebas 
dari ancaman pembusukan, bahkan justrumemberikan keuntungan berlipat-lipat.

Kedua. dengan berjalannya proyek infrtastruktur,Imperialisme juga dapat 
menggerakkan lebih efektif barang hasil produksiindustri milik imperialisme, 
seperti bahan-bahan baku kebutuhan proyekpembangunan infrastruktur.

Ketiga, denganberjalannya proyek Infrastruktur, maka akan digunakan untuk 
mempermudah danmempercepat mobilisasi sumber daya alam Indonesia yang telah 
dieksploitasi olehperusahan-perusahaan Imperialisme seperti hasil tambang, 
perkebunan, dan hasilproduksi perusahaan milik Imperilisme lainnya di Indonesia 
untuk dibawakepasar.



Keempat, denganberjalanya proyek Infrastruktur pemerintahan Jokowi-JK, 
digunakanoleh para Investor untuk membawa tenaga dari negerinya, juga sebagai 
jalankeluar untuk memecahkan problem pengangguran yang semakin luas di 
dalamNegarinya, sehingga hal ini dapat sedikit meredam gejolak dan perlawanan 
rakyatdidalam Negerinya.


 
Diatas seluruh kepentingan tersebut,Pemerintah Jokowi-JK telah menerbitkan 
perpres no 3 / Th. 2016 tentangpercepatan pelaksanaan proyek strategis 
nasional, termasuk didalamnya mengaturtentang pembangunan 125 proyek 
infrastuktur yang akan dijalankan hingga akhirpemerintahannya tahun 2019 
mendatang. Dalam mengatasi hambatanpelaksanaan pembangunan ini, Perpres 
tersebut bahkan memberikan keleluasaankepada Menteri dan atau kepala lembaga 
dan kepala daerah untuk membuatkeputusan (Diskresi), serta pelibatan aparat 
kekerasan Negara (TNI danPOLRI).

Meningkatnya tindak kekerasan dankriminalisasi terhadap Rakyat
dengan segenap kepentingan ekonomi dan didukung oleh kedudukannya 
sebagaipemerintah boneka yang selalu akan menghamba pada tuan tanah, 
borjuasikomprador dan Imperialisme, tindak kekerasan dan kriminalisasi 
terhadaprakyat jelas sebagai salah satu cara bagi Pemerintah Indonesia untuk 
menjaminkeamanan dan jaminan terpenuhinya seluruh kepentingan Imperialis 
yangdipertuannya.

Di berbagai daerah, sejalan dengan massifnyaperampasan dan monopoli tanah, baik 
untuk perluasan perkebuan, pertambangan dantaman Nasional maupun untuk 
pembangunan proyek infrastruktur, baik yang sudahmulai dioperasikan maupun yang 
tengah dalam proses pembebasan lahan, disertaidengan berbagai tindak kekerasan 
yang brutal dan kejam terhadap rakyat. Kenyataannyaseperti yang terjadi dalam 
proyek pembangunan reklamasi di sepanjang telukJakarta, pembangunan Bandara 
Internasional Jogjakarta, Bandara InternasionalJawa Barat (Kertajati) 
Majalengka, penggusuran Teluk Jambe Karawang Jawa Barat yangmengakibatkan 11 
orang di Teluk Jambe dan 3 orang di Sukamulya menjaditersangka akibat menolak 
penggusuran dan belasan lainnya luka-luka.

Di DKI Jakarta dan sekitarnya, sepanjangtahun 2016 setidaknya telah tergusur 
sebanyak 1.275 jiwa di Bukit Duri JakartaTimur, 90 KK di Rawajati Kalibata 
Jakarta Selatan, 396 KK di Pasar Ikan Jakartautara dan ancaman terhadap 7.000 
Jiwa di Kampung Baru Dadap Tanggerang. Dalampenggusuran tersebut, setidaknya 5 
orang luka parah, 1 di tembak dan 17 lainnyaditangkap.

Ditahun 2016, tindakan represif terhadapgerakan rakyat, terus berlangsung 
semakin massif, terutama bagi mereka yang mempertahankantanah dari ancaman 
penggusuran, petani penggarap dan pemukim di hutan. Merekakerap kali di jerat 
dengan pasal melawan aparat, UU pencegahan danpemberantasan perusakan hutan 
maupun UU ITE. Selain kekerasan,penangkapan dan pemidanaan, pemerintah 
Jokowi-JK kerap melakukan pembatasankebebasan berpendapat dan berorganisasi 
yang berlindung dibalik UU terorismeatau pasal subversive (makar).

Sepanjang tahun 2016, AGRA juga mencatatsetidaknya ada 30 konflik agraria di 12 
Provinsi yang mengakibatkan kekerasan,penangkapan dan kriminalisasi terhadap 
kaum tani dan masyarakat yangmempertahankan tanah, baik konflik baru atau 
konflik lama yang kembali memanaskarena tak kunjung selesai. Dari 30 kasus 
tersebut 92 petani korbankekerasan, 39 korban penembakan, 228 orang ditangkap 
dan 83 dikriminalkan.Bahkan dalam beberapa bulan terakhir ini, sekitar 200 
petani kecil ditangkapdan dikriminalkan dengan tuduhan pembakar lahan di 
Kalimantan dan Sumatra.

Lebih parah lagi, selain terus melakukantindak kekerasan yang semakin intensif, 
dari catatan yang dihimpun oleh AliansiMahasiswa Papua dalam periode April-Juni 
2016 sedikitnya 4,080 orang petani,mahasiswa, suku bangsa minoritas dan 
masyarakat pedesaan di Papua telahditangkap paksa oleh aparat.

Reforma agraria Jokowi perkuatmonopoli dan perampasan tanah dan bertentangan 
dengan aspirasi sejati kaum tanidan rakyat luas Indonesia.

Ditengah hiruk-pikuk persiapan PemiluPresiden pada tahun 2014 silam, Pasangan 
calon Joko Widodo dan Yusf Kalla,menawarkan 9 (sembilan) program prioritas 
sebagai janji politiknya, yangdikenal dengan NAWACITA. Janji politik yang 
termuat dalam Dokumen MenujuIndonesia baru milik Jokowi tersebut, termasuk 
didalamnya adalah programReforma Agraria.

Namun kenyataannya, hingga usai tahun keduapemerintahannya pada 20 Oktober 
lalu, hingga penghujung tahun 2016 ini,perampasan dan monopoli tanah diseluruh 
penjuru negeri ini terus berlangsungmassif dan menggusur kaum tani, suku bangsa 
minoritas, nelayan dan masyarakatluas pedesaan. Bahkan diperkotaan sekalipun, 
rakyat tidak terbebaskan dariperampasan tanah dan penggusuran akibat massifnya 
pembangunan mega proyekinfrastruktur milik Imperialis.

Program reforma agraria Jokowi didalamstrategi nasional pelaksanaan reforma 
agraria adalah program redistribusi danlegalisasi (sertifikasi) 9 juta hektar 
tanah, dan pencapaian target 12,7 jutaha untuk alokasi Perhutanan Sosial 
seperti Hutan Kemasyarakatan (HKM), HutanDesa (HD), dan Hutan Tanaman Rakyat 
(HTR). Intinya program Reforma Agraria(RA) Jokowi adalah bagi-bagi tanah bekas 
HGU milik tuan tanah (perkebunan besar),membagi tanah-tanah telantar milik tuan 
tanah (perkebunan besar), membuka aksestanah milik tuan tanah besar seperti 
Perhutani kepada tani miskin dengan caratumpang sari, PHBM, dan kemitraan.

Dengan demikian, RAJokowi akan tetap melestarikan monopoli tanah, karena tuan 
tanah tetap berkuasamemonopoli tanah, tetap bebas menghisap dan menindas buruh 
tani dan tani miskin.Membagikan tanah sisa milik tuan tanah kepada rakyat 
pedesaan secara terbatasdan hanya cukup untuk sebagian kecil (minoritas) rakyat 
miskin pedesaan.Sedangkan tenaga produktif kaum tani tidak akan bebas dari 
penghisapan danpenindasan feodalisme dan imperialisme.

ProgramRA Jokowi adalah palsu, karena program tersebut hanya legalisasi aset 
atausertifikatisasi yang bertujuan untuk memperluas pasar tanah (land market) 
dankredit perbankan. Program ini bahkan semakin mengancam terjadinya 
perampasantanah semakin massif dan legal, karena memudahkan jual-beli tanah 
yangmenguntungkan perusahaan perkebunan besar dan perbankan yang dengan mudah 
dapatmenyita asset kaum tani karena gagal bayar kredit akibat merosotnya 
hargakomoditas pertanian.



Kesimpulannyabahwa, Ide, konsep dan pelaksanaan Program RA Jokowi bertentangan 
denganaspirasi sejati kaum tani dan rakyat Indonesia. Dimana hakekat reforma 
agrariasejati yakni penghapusan atas monopoli tanah dan penghapusan setiap 
bentukpenghisapan dan penindasan yang bersumber dari monopoli atas tanah. 
Reformaagraria sejati, suatu konsep menyeluruh tata kelola dan kepemilikan 
tanah dansumber-sumber agraria, yang sanggup membebaskan kaum tani dan rakyat 
Indonesiasecara umum, dari penghisapan dan penindasan feodalisme dan 
kapitalismemonopoli (imperialisme).


 
Reforma agraria sejati, sebagai fondasi bagipembangunan Industri nasional untuk 
melahirkan modernisasi pertanian, sekaligusmenjadi syarat mutlak bagi kemajuan 
tenaga produktif di pedesaan. RA danpembangunan Industri nasional, sekaligus 
memutuskan ketergantungan kapital,alat kerja, sarana produksi pertanian hingga 
tujuan produksi pertanian yang tidakdiabdikan pada kepentingan tuan tanah besar 
dan imperialisme.

Penghidupan Kaum Tani dan RakyatIndonesia Semakin Merosot dibawah Kuasa 
Pemerintahan Jokowi-Yusuf Kalla.

Dua tahun dibawah kepemimpinan Jokowi-JK hinggaakhir tahun 2016 ini, 
penghidupan kaum tani dan Rakyat luas Indonesia terusmengalami kemerosotan. 
Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS pada 18 juli 2016lalu menunjukkan bahwa, 
angka kemiskinan per-Maret 2016 mencapai 28,1 juta jiwa(10,86%), di perkotaan 
10,4 juta jiwa dan dipedesaan 17,67 juta jiwa.

Berbanding lurus dengan angka kemiskinanyang tak jua menurun, angka kelaparan 
di Indonesia juga masih tergolong tinggi.Hingga pertengahan 2016 lalu, angka 
kelaparan Indonesia mencapai 20 Jutajiwa, terutama di Indonesia wilayah timur, 
seperti Papua, Maluku dan NTT.Demikian pula dengan angka gizi buruk pada balita 
yang mencapai 7,6 juta (37%),masih belum sanggup dipecahkan oleh Pemerintah.

Sejatinya, kemiskinan, kelaparan dan kemerosotanpenghidupan rakyat, utamanya 
kaum tani dan masyarakat luas pedesaan adalahakibat lansung atas semakin 
hilangnya akses tanah dan sumber penghidupanlainnya, akibat monopoli yang 
dilakukan oleh tuan tanah dan borjuasi kompradorsebagai penopang utama dominasi 
dan ambisi monopoli imperialisme yang rakus takberujung.

Kaum tani dan masyarakat luas pedesaan, mayoritasgagal memenuhi kebutuhan 
pendidikan anak dan kesehatan keluarganya. Merekabahkan terus-menerus mengalami 
kemerosotan ekonomi dan kualitas hidup karenarendahnya upah yang mereka terima 
(buruh tani), mahalnya biaya produksi danrendahnya harga hasil produksinya. 
Keadaan tersebut, tentunya bukanlah takdiryang lahir begitu saja, melainkan 
akibat dari penguasaan dan kontrol atastanah, sarana produksi pertanian (alat 
kerja dan input pertanian) hingga pasardan harga hasil produksi pertanian oleh 
imperialisme dan kaki tangannya didalamNegeri.

Penguasaan tanah, monopoli produksi hinggadistribusi dan harga bahkan semakin 
kuat seiring dengan berbagai kesepakatankerjasama dan perjanjian Internasional 
dibawah Kontrol dan DominasiImperialisme yang dijalankan oleh Pemerintah 
Indonesia.

Dengan ilusi perdagangan bebas, kaum taniIndonesia tidak memiliki kesanggupan 
bersaing dengan berbagai produk pertanianimport yang membanjiri pasar domestik 
dengan harga yang lebih murah. SementaraKaum Tani Indonesia, selain belenggu 
riba yang menggunung, juga harusmenanggung beban biaya produksi yang tinggi 
karena kebijakan pencabutan subsidiyang kian menjerat kaum Tani. Bahkan saat 
ini, pendapatankaum tani terancam semakin kering akibat berbagai skema 
pungutuan dana publikyang dibebankan oleh Pemerintah, seperti Asuransi tani 
yang diwajibkan, BPJSdan pungutan-pungutan harga jual untuk sejumlah komoditas 
pertanian tertentu,seperti sawit melalui CPO fund.

Lebih parah lagi, pengghidupan kaum tani,tidak dapat sedikitpun bergeser lebih 
baik, dimana dengan kenyataanpendapatannya yang terbatas dan terus terkuras, 
kaum tani dan masyarakat luasdipedesaan juga harus menanggung harga kebutuhan 
pokok yang terus naik akibat kegagalanpemerintah mencegah ataupun menekan 
inflasi yang terus terjadi dan tidaksanggup diatasi oleh Pemerintah.

PerjuanganKaum Tani Dan Rakyat Semakin Maju Dan Meluas



Di atasseluruh kenyataan atas penghisapan Imperialisme yang ditopang oleh tuan 
tanah,borjuasi komprador dan kenyataan penghidupan rakyat yang terus 
merosot,sejatinya tidak akan pernah berubah baik dengan mengharapkan niat baik 
daripemerintah yang pada kenyataannya adalah pemerintahan boneka yang 
sangatbergantung dan terus menghamba pada Imperialisme.



Karenanya,Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) menyampaikan salut dan 
apresiasisetinggi-tingginya kepada seluruh anggota dan jajaran pimpinan 
organisasi, kaumtani dan rakyat luas Indonesia yang tak pernah menyerah dan 
terus gigih melancarkanperlawanannya, meskipun dengan berbagai bentuk dan 
perkembangannya. Namun tidakdapat ditutupi bahwa kenyataannya, gerakan rakyat 
memang terus bangkit danmeluas diseluruh penjuru negeri.


 
Dipenghujung tahun ini, AGRA jugamenyampaikan SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU 2017.

AGRA mengajak kepada seluruh jajaranorganisasi, seluruh kaum tani dan Rakyat 
luas Indonesia untuk bersama-samaterus memperbesar organisasi, memperkuat 
persatuan dan memajukan perjuanganuntuk perubahan hidup yang lebih baik di 
tahun berikutnya, terlebih lagiberbagai bentuk penghisapan dan penindasan yang 
semakin buruk terus ancamanpada tahun-tahun mendatang.

Hidup Kaum tani!
Jayalah Perjuangan Rakyat!


Kirim email ke