res : Ancaman Jakarta bergetar memperjelas bahwa untuk keselamatan rakyat nusantara dari segi politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan neokolonial, maka pulau Jawa harus dimerdekakan menjadi negara merdeka, berdaulat penuh dan bebas dari ikatan administrasi kolonial apa pun dengan pulau-pulau diluar batas territorialnya. Ini sangat penting agar penyebaran penyakit yang dilancarkan oleh serdadu jubah putih rezim neo-Mojopahitnya tidak akan lagi merugikan bagi penuduk diluar batas territorialnya. Membuat pulau Jawa merdeka adalah tugas suci sesuai dengan mukadimah UUD45: “KEMERDEKAAN ADALAH HAK SEMUA BANGSA”.
Dukunglah kemerdekaan pulau Jawa sebagai tugas mulia nan suci untuk hari depan yang baik sejahtera, aman dan damai. http://wartakota.tribunnews.com/2017/01/03/jika-ahok-tidak-dipenjara-kami-akan-buat-jakarta-bergetar 'Jika Ahok Tidak Dipenjara, Kami akan Buat Jakarta Bergetar' Massa anti-Ahok yang menempati sisi utara Gedung Kementerian Pertanian, tak henti-hentinya menyuarakan takbir. Selasa, 3 Januari 2017 11:17 WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO Mass anti-Ahok berorasi di samping Kantor Kementerian Pertanian di Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017). Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Joko Supriyanto WARTA KOTA, PASAR MINGGU - Auditorium Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, menjadi tempat sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakawa Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa (3/1/2017). Baca: Saksi JPU Mengaku Bawa Data Rekam Jejak Ahok Massa anti-Ahok yang menempati sisi utara Gedung Kementerian Pertanian, tak henti-hentinya menyuarakan takbir. Baca: Penonton Susah Diatur, Terjadi Kekacauan di Depan Ruang Sidang Kasus Ahok Hasan (34), warga Cibinong, mengaku sudah datang sejak malam dan menginap di Masjid Al Ikhlas, Jalan Raya Ragunan, Jatipadang, Jakarta Selatan. Baca: Ini Alasan Sidang Ahok Tidak Boleh Disiarkan Langsung "Sudah datang dari semalam. Kami juga salat subuh di sana, bareng sama enam orang lainnya dari Cibinong," ungkapnya kepada Warta Kota. Hasan menghadiri sidang Ahok tanpa ada ajakan dari siapa pun. "Saya murni dari diri saya. Saya mau mendukung umat muslim, jadi tidak ada ajakan dari orang lain," katanya. Hingga kini, kubu pendukung dan anti-Ahok terus melakukan orasi. Di tengah orasinya, salah satu orator anti-Ahok yang berada di mobil komando mengatakan, hukum harus bisa berlaku adil. "Jika pelaku hukum berlaku adil, maka kami akan dukung. Tapi jika tidak ada keadilan, kami dari Sabang sampai Merauke akan melakukan revolusi," tegasnya.
