Rachmad
Ahh kau bukan Pahlawan bagi si Raja Perang semacam AS. KAU hanya inspirasi bagi 
kaum tertindas, kawan (26 Des 1893)

Kau adalah pendiri sebuah negara yg menginginkan kebebasan bagi umat manusia. 
Lebih dari itu kau adalah martir yg menghidupkan keyakinan bagi kaum lapar dan 
miskin. Memahami dalam kesejarahan perkembangan masyarakat kau adalah ahlinya. 
Melawan dogmatis sebuah teori tanpa investigasi sosial untuk memahami kondisi 
sosial dalam berpraktek, kaulah yg mengajari. Memegang garis massa dengan 
sebutan bahwa massa adalah sumber inspirasi ide perubahan yg tidak pernah 
kering, kaulah yang mengabarkan pula. Kau menjelaskan bahwa untuk memahami 
teori dan metode perubahan, maka kita harus ambil bagian dalam gerakan 
perubahan itu. Kau tak pernah ragu melakukan perjalanan yang panjang dari desa 
ke desa, pabrik, kampus, miskin perkotaan, suku minoritas untuk melakukan 
perjuangan yang sangat panjang. Namun kau mengajarkan sebuah kesabaran, 
ketabahan dan keteguhan sebab perjuangan dianggap sebagai lompatan untuk 
menghapuskan penghisapan manusia atas manusia. 

Kau menjelaskan formulasi bahwa desa adalah kekuatan bagi negara-negara dunia 
ketiga. Sebab tuan tanah, borjuasi besar komprador, kabir masih menjadi 
kekuatan reaksi dan cerminan rejim boneka yg menghamba pd imperialisme. Mereka 
adalah persekutan jahat yang menghambat kemajuan peradabaan manusia. Kau 
menguraikan bahwa perjuangan kita bukanlah berhari depan kapitalisme, namun 
hidup bermasyarakat. 

Terakhir aku mencoba mengutip perkataanmu yg sangat indah, "Setiap kawan harus 
diinsafkan bahwa selama kita bersandar pd rakyat, percaya teguh akan daya cipta 
massa rakyat yg tak kunjung habis, dan karena percaya kepada rakyat dan 
menyatukan diri dgn rakyat, maka kita dpt mengatasi kesulitan apapun, dan tidak 
satupun setan2 sejarah yg dapat menghancurkan kita, melainkan kita yg dpt 
menghancurkan setan-setan sejarah".

Kirim email ke