Cerita Ahok, Mulai dari Saksi Ngaku-ngaku Advokat hingga Habib Novel Malu Kerja 
di Pizza Hut


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Cerita Ahok, Mulai dari Saksi Ngaku-ngaku Advokat hingga Habib Novel Malu K...
 Antara lain, Ahok bercerita soal seorang saksi, Gus Joy Setiawan, yang mengaku 
advokat. Ternyata di ruang sidang...  |   |

  |

  |

 

Selasa, 3 Januari 2017 21:42
Gubenur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menjalani 
sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama, di Auditorium Kementerian 
Pertanian, Jakarta, Selasa (3/1/2017). 

WARTA KOTA, PASARMINGGU - Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama 
atau Ahok, hadir dalam sidang dugaan penistaan agama yang mendudukkannya 
sebagai terdakwa yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Gedung 
Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017).Seusai 
mengikuti sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Ahok pun 
membeberkan banyak hal kepada awak media yang sudah menunggunya sejak Selasa 
subuh.
Baca: Jika Ahok Tidak Dipenjara, Kami akan Buat Jakarta Bergetar
Antara lain, Ahok bercerita soal seorang saksi, Gus Joy Setiawan, yang mengaku 
advokat. Ternyata di ruang sidang dia ketahuan bukan advokat.Kisah lain, Ahok 
juga membeberkan bagaimana saksi lainnya, Sekjen DPD FPI DKI Jakarta Novel 
Bamukmin alias Habib Novel, yang pernah bekerja di gerai restoran Amerika, 
Pizza Hut, mengubah nama restoran menjadi Fitsa Hats."Ya tadi direncanakan 
jaksa penuntut umum mendatangkan enam saksi. Tapi ternyata ada dua nama tidak 
jadi, satu meninggal, satu saya tidak tahu alasannya apa. Nanti diganti dengan 
urutan yang lain. Jadi yang dua itu minggu depan. Dan kita juga menemukan ada 
saksi yang fotonya bukan advokat tapi ngaku advokat, yaitu Gus Joy," ujar Ahok 
kepada wartawan, Selasa malam.
Baca: Kakak Angkat Ahok Pertanyakan Kapabilitas Pelapor Ahok
"Jadi itu bukan advokat, tidak pernah disumpah, saya kira waktu itu pernah 
orang mempersoalkan adik saya adalah notaris bukan advokat. Ternyata kalau Anda 
memakai dasi advokat itu, kalau tidak disumpah, Anda bisa dipidana tujuh 
tahun," bilang Ahok.Selain itu, kata Ahok, di ruang sidang dia juga 
menyaksikan, ternyata rata-rata saksi hanya mengambil 13 detik pidato Ahok di 
Kepulauan Seribu. "Padahal pidato saya itu 1 jam 40 menit. Itu hanya potong 13 
detik, dan rata-rata juga mendapat tulisan-tulisan yang dipotong."Para saksi, 
kata Ahok, juga tidak mau menyangkutkan bahwa pidatonya selama 1 jam 40 menit 
tidak ada hubungannya dengan Pilkada."Saya berkali-kali mengatakan tidak perlu 
pilih saya, tidak perlu pilih saya. Lalu saya bicara program berkali-kali. Jadi 
pidato saya di Pulau Seribu adalah tentang program budidaya ikan kerapu, bukan 
dalam rangka kampanye," ucap Ahok."Dan ada juga saksi yang akhirnya mengaku dia 
adalah pendukung Paslon nomor satu, deklarasi. Itu juga Gus Joy. Dia juga 
menyatakan mendukung, tapi dia jamin obyektif. Dia tidak akan membelot. Padahal 
dia habis deklarasi dia melaporkan saya. Makanya saya merasa saya dirugikan, 
saya tidak ada waktu untuk kampanye, seharian tiap minggu harus seperti ini. 
Dan mereka juga semua seperti koor, semua minta hakim menahan saya. Semua saksi 
minta yang sama," beber Ahok.Ahok mengaku sudah sampaikan berulang-ulang, dia 
tidak mungkin menista agama, apalagi saudara dia banyak yang muslim."Lalu 
mereka mengatakan, yang tidak menuntut, yang tidak mau menggugat saya, itu 
islamnya kurang beriman, termasuk di Pulau Seribu.""Dia katakan, saya tanya, di 
Pulau Seribu kok ketawa-ketawa semua dan bahkan tradisi orang Pulau Seribu, 
saya harap orang Pulau Seribu juga nonton, saya berbicara 1 jam 40 menit 
termasuk membuka tiga termin pertanyaan. Dan orang Pulau Seribu punya 
kebiasaan, katanya ya, kalau dia senang dengan seseorang setelah berbicara, 
suguhan yang diberikan sebagai tanda kehormatan sebagai penutup adalah sukun 
goreng. Ini mirip dengan di Belitung, sukun goreng," beber Ahok."Saya pun makan 
siang dengan beliau-beliau itu tidak ada seorang pun yang marah apalagi 
melaporkan saya. Baru mulai dilaporkan, ada satu saksi mengatakan, dia menerima 
WA Group, bukan dari video juga, berisi kata-kata, tolong dilihat tuh 
Youtube-nya, bahwa si Gubernur Ahok menista agama, menoda agama," tutur 
Ahok.Lebih lanjut, Ahok membeberkan, ada satu saksi yang mungkin malu karena 
dia kerja di Pizza Hut. Pizza Hut punya orang Amerika, lalu dia sengaja di 
berita acara tulisannya diubah menjadi Fitsa Hats."Jadi tulisan Pizza Hut-nya 
itu dia sengaja ubah, saya pun sampai ketawa, ditanyain dia akhirnya ngaku, dia 
nggak perhatikan katanya. Padahal semua kan mesti tanda tangan ya. Semua itu 
harus ditandatangan. Ya, saya kira mungkin dia malu karena dia mempunyai 
pandangan tidak boleh dipimpin oleh orang kafir, yang beda iman. Jadi RT RW 
semua tidak boleh yang tidak seiman.""Nih, saya bacakan dulu ya. Tahun 
1992-1995 bekerja di Fitsa Hats. Ini saksi atas nama Habib Novel," ungkap 
Ahok.Sementara itu, kata Ahok, di ruang sidang Habib Novel juga menuduh Ahok 
membunuh dua anak buahnya, dan dia juga menuduh Ahok merekayasa memenjarakan 
dia. "Saya tersanjung sekali saya bisa merekayasa memenjarakan Habib Novel. 
Justru saya kalau ketahuan dia saksi palsu saya harap dia dipenjara tujuh 
tahun," katanya."Dia juga mengatakan, sore hari tanggal 27 September itu banyak 
telepon masuk dari Pulau Seribu menelepon beliau (Novel) mengatakan saya 
menista menodai agama. Terus kita tanya, siapa yang telepon, katanya sudah saya 
hapus SMS dan teleponnya.""Makanya kita akan mengajukan ke kepolisian untuk 
meminta bukti dari provider, tanggal 27 September 2016 sore ada berapa orang 
yang telepon ke Jakarta dari Pulau Seribu ke nomornya Habib Novel dan ini dia 
tulis pelaporan tersebut atas kehendak umat islam se-Indonesia. Dan ini kita 
tanya orang Pulau Seribu umat islam Indonesia bukan? Lalu dijawab, iya, tapi 
kurang beriman katanya. Ini beda islamnya," tutur Ahok menirukan Novel.

Kirim email ke