Pada Rabu, 4 Januari 2017 17:36, "Faturrachman Djamaluddin
[email protected] [nasional-list]" <[email protected]> menulis:
Halaaah dia itu sudah habis, tinggal berobat ke psychiater saja, sekarang cuma
main akal2an ngarang dongeng melulu kesana-kesini. Jiwanya gelisah sekali udah
gak mampu menggapai...
Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the Indosat network.
| From: 'Chan CT' [email protected] [nasional-list]Sent: Wednesday,
January 4, 2017 20:17To: GELORA_InReply To:
[email protected]: [nasional-list] Fw: *(Analisa) Kenapa SBY
Malah Memprovokasi?* |
*(Analisa) Kenapa SBY Malah Memprovokasi?* Melihat nada bicara SBY saat
memberi keterangan pers pagi ini, saya melihat adanya kelicikan luar biasa.
Sejauh pantauan saya, SBY ini sakit, mengalami post power syndrome akut.
Pernyataan SBY justru semakin mengkonfirmasi bahwa kecurigaan banyak orang yang
bertanya-tanya mengapa Jokowi hanya mendatangi Prabowo dan mengundang MUI, NU
serta Muhammadiyah. Sementara SBY secara otomatis tersudutkan, seperti yang
saya bahas sebelumnya. Apa yang dilakukan Jokowi benar-benar strategi memukul
semak-semak agar ularnya keluar. Sekarang coba saya tanya, SBY berbicara soal
demonstrasi 4 November kapasitasnya sebagai apa? Sebagai mantan Presiden, ketua
umum Demokrat, apa sebagai orang tertuduh? Sikap SBY yang baper maksimal ini
memang bukan hal baru, dulu saat Jokowi blusukan ke Hambalang, SBY mendadak
sensi. Kemudian curhat macam-macam, ngalor ngidul, seperti mantan yang tidak
terima karena diputus. Sebagian orang mungkin sedang kasihan atau prihatin
dengan SBY yang kini tersudut. Namun saya melihat dari sudut pandang yang lain.
SBY telah menjadi provokator yang sangat buruk. Keterangan pers SBY membuat
kondisi yang sudah mereda kini malah memanas lagi. “Gubernur Jakarta Basuki
Tjahaja Purnama dianggap menistakan agama. Ayo kita kembali ke situ dulu, itu
tidak boleh dan dilarang. Kita harus kembali ke sistem hukum dan KUHP. Kalau
negara kita tidak mau terbakar oleh amarah penuntut keadilan maka pak Ahok yang
harus diproses hukum. Jangan sampai beliau (Ahok) kebal hukum sebab ini bagian
dari demokrasi, kita negara demokrasi,” kata SBY. “Ya Pak Ahok harus juga
diproses secara hukum, jangan sampai beliau dianggap kebal hukum. Ingat
equality before the law, itu nilai-nilai keadilan,” ingat SBY. SBY mengingatkan
lagi jangan sampai ada rumor Ahok tidak bisa disentuh. “Bayangkan, do not touch
Ahok. Nah setelah Pak Ahok diproses hukum semua pihak menghormati. Ibaratnya
jangan gaduh. Apakah Pak Ahok bersalah atau tidak diserahkan ke penegak hukum,”
katanya lagi. SBY bukan orang bodoh dalam komunikasi. Dia pasti menyadari betul
bahwa setiap kalimat yang diucapkannya memiliki muatan provokasi yang sangat
buruk. Sekarang coba kita perhatikan dan pertanyakan, siapa yang menganggap
Ahok kebal hukum? SBY. Lalu SBY sendiri yang menyerukan agar jangan ada ada
seperti itu. Kan kampret! Sakit! Sudahlah jangan pura-pura bego, kita semua
pasti menyadari ini sangat disengaja. Provokatif. Selanjutnya SBY juga
menjelaskan bahwa orang-orang yang datang dari daerah ke Jakarta tidak hanya
ingin jalan-jalan, melainkan ada sesuatu yang diprotes dan dituntut. “Mari kita
bertanya apa yang kita hadapi. Di Jakarta dan di wilayah lain ada protes. Itu
semua pasti ada sebabnya. Tidak mungkin tidak ada, ribuan rakyat berkumpu untuk
hepi-hepi, jalan-jalan sudah lama ga lihat jakarta, misalnya seperti itu.
Barang kali merasa yang diprotes itu dan tuntutannya itu tidak didengar. Nah
kalau sama sekali tidak didengar, sampai lebaran kuda masih akan ada unjuk
rasa.” Pernyataan ini sangat menarik. Apakah ini menjadi konfirmasi SBY setuju
bahwa demo akan terus berlangsung sampai Februari atau sampai Ahok ditangkap?
dari mana SBY tau? Jangan-jangan tuduhan SBY lah biang kerok semua ini, atau
atas arahan SBY, ternyata memanglah kenyataan. Jika tuduhan-tuduhan bahwa SBY
terlibat dalam aksi demo 4 November itu salah, seharusnya SBY tidak menjadi
provokator dengan mendukung demonstrasi atas alasan demokrasi. Sebab NU sudah
melarang atribut NU digunakan saat demo. Artinya NU tidak mendukung orang untuk
demo. Begitu juga Muhammadiyah, melarang mengatasnamakan organisasi. Sampai
Prabowo pun mengatakan, kalau Fadli Zon tetap berdemo, berarti dia turun atas
nama pribadi. Lihatlah kondisinya sudah mulai mereda, kemudian SBY menyatakan
mendukung demo 300% dan menganggap memang ada yang salah, ada yang dituntut,
dan ada yang harus diproses hukum. Kalau begini kenyataannya, adakah kesimpulan
yang lebih masuk akal ketimbang SBY memang menggunakan isu SARA untuk
memenangkan anaknya? SBY mendukung demo, mendukung Ahok segera dihukum dan
‘MENGANCAM’ negeri ini akan terbakar kalau proses hukum tidak berjalan. Padahal
kenyataannya proses hukum sedang berjalan. Bohong kalau SBY tidak tau. Tapi
kalau benar-benar tidak tau, berarti dia memang tak melakukan apa-apa selama 10
tahun, sebab tak tau apa-apa. Sejauh ini polisi sudah meminta keterangan
sembilan orang saksi termasuk penyebar video ke media sosial dan staf gubernur.
Polisi juga telah menyambangi Kepulauan Seribu untuk meminta keterangan warga
setempat soal video pidato Ahok. Sementara Ahok sendiri sudah meminta pada
Bareskrim agar dirinya segera diperiksa. Itulah proses hukum. Harusnya SBY
menjelaskan itu. Bukan malah memprovokasi bahwa Ahok tidak tersentuh hukum, do
not touch dan pernyataan setan “Kalau negara kita tidak mau terbakar oleh
amarah penuntut keadilan maka pak Ahok yang harus diproses hukum.” Fiuh! Banyak
yang bertanya-tanya pada saya mengapa SBY tidak besikap seperti negarawan atau
seperti mantan Presiden yang bijak? Jawaban sederhananya karena memang memiliki
sifat kekanak-kanakan. Lihat saja cara SBY menyebut lebaran kuda, sebenarnya
dia iri karena tidak diajak berkuda oleh Prabowo. Padahal dirinya masih merasa
memiliki kekuatan dan harus diperhitungkan oleh Presiden Jokowi. Kenapa bukan
lebaran monyet atau lebaran sapi lah yang lebih masuk akal? Sebab di alam bawah
sadarnya sudah penuh dengan kuda kuda kuda. Sebab Jokowi berkuda dengan
Prabowo. Tapi jawaban yang lebih ilmiah dan berat, karena sepertinya SBY memang
ingin agar acara demo ini terus berlangsung meriah. Jangan terlalu cepat
berlalu. Minimal sampai Pilgub selesai. Jika diakhiri 4 November, lalu bubar
tanpa ada demo lagi, artinya bencana bagi SBY. Anda harus bisa membayangkan
bagaimana rumitnya kehidupan SBY sekarang.Antasari dibebaskan pada 10 November,
34 proyek pembangkit listrik mangkrak mau dilaporkan ke KPK, dokumen TPF
pembunnuhan Munir hilang di tangannya. Semuanya mengarah pada SBY. Sementara
anaknya belum jadi Gubernur, belum punya kekuasaan. Kekuatan Demokrat menurun.
Apa ndak stress? Bukankah dengan begini tidak perlu menunggu SBY mati dulu
untuk mengusut kasus-kasusnya (seperti yang terjadi pada Supersemarnya
Soeharto)? Sebab sudah tak punya kekuasaan dan kekuatan. Tapi ya sudahlah.
Sekarang keterangan pers sudah dibuat. Satu Indonesia jadi tau bahwa kualitas
seorang SBY cukup titik-titik.Sebagai Pakar Mantan, saya ingin mengucapkan
permintaan maaf kepada para kuda-kuda karena telah disinggung-singgung oleh
SBY.Serta ingin mendukung penetapan 4 November sebagai hari raya Lebaran Kuda
menurut Islam versi Cikeas. BY ALIFURRAHMAN ON NOVEMBER 2, 2016
#yiv1184064022 #yiv1184064022 -- #yiv1184064022ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv1184064022
#yiv1184064022ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv1184064022
#yiv1184064022ygrp-mkp #yiv1184064022hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv1184064022 #yiv1184064022ygrp-mkp #yiv1184064022ads
{margin-bottom:10px;}#yiv1184064022 #yiv1184064022ygrp-mkp .yiv1184064022ad
{padding:0 0;}#yiv1184064022 #yiv1184064022ygrp-mkp .yiv1184064022ad p
{margin:0;}#yiv1184064022 #yiv1184064022ygrp-mkp .yiv1184064022ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv1184064022 #yiv1184064022ygrp-sponsor
#yiv1184064022ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv1184064022
#yiv1184064022ygrp-sponsor #yiv1184064022ygrp-lc #yiv1184064022hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv1184064022
#yiv1184064022ygrp-sponsor #yiv1184064022ygrp-lc .yiv1184064022ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv1184064022 #yiv1184064022actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv1184064022
#yiv1184064022activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv1184064022
#yiv1184064022activity span {font-weight:700;}#yiv1184064022
#yiv1184064022activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv1184064022 #yiv1184064022activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv1184064022 #yiv1184064022activity span
span {color:#ff7900;}#yiv1184064022 #yiv1184064022activity span
.yiv1184064022underline {text-decoration:underline;}#yiv1184064022
.yiv1184064022attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv1184064022 .yiv1184064022attach div a
{text-decoration:none;}#yiv1184064022 .yiv1184064022attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv1184064022 .yiv1184064022attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv1184064022 .yiv1184064022attach label a
{text-decoration:none;}#yiv1184064022 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv1184064022 .yiv1184064022bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv1184064022
.yiv1184064022bold a {text-decoration:none;}#yiv1184064022 dd.yiv1184064022last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1184064022 dd.yiv1184064022last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1184064022
dd.yiv1184064022last p span.yiv1184064022yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv1184064022 div.yiv1184064022attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv1184064022 div.yiv1184064022attach-table
{width:400px;}#yiv1184064022 div.yiv1184064022file-title a, #yiv1184064022
div.yiv1184064022file-title a:active, #yiv1184064022
div.yiv1184064022file-title a:hover, #yiv1184064022 div.yiv1184064022file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv1184064022 div.yiv1184064022photo-title a,
#yiv1184064022 div.yiv1184064022photo-title a:active, #yiv1184064022
div.yiv1184064022photo-title a:hover, #yiv1184064022
div.yiv1184064022photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv1184064022
div#yiv1184064022ygrp-mlmsg #yiv1184064022ygrp-msg p a
span.yiv1184064022yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv1184064022
.yiv1184064022green {color:#628c2a;}#yiv1184064022 .yiv1184064022MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv1184064022 o {font-size:0;}#yiv1184064022
#yiv1184064022photos div {float:left;width:72px;}#yiv1184064022
#yiv1184064022photos div div {border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv1184064022
#yiv1184064022photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv1184064022
#yiv1184064022reco-category {font-size:77%;}#yiv1184064022
#yiv1184064022reco-desc {font-size:77%;}#yiv1184064022 .yiv1184064022replbq
{margin:4px;}#yiv1184064022 #yiv1184064022ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv1184064022 #yiv1184064022ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1184064022
#yiv1184064022ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv1184064022
#yiv1184064022ygrp-mlmsg select, #yiv1184064022 input, #yiv1184064022 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1184064022
#yiv1184064022ygrp-mlmsg pre, #yiv1184064022 code {font:115%
monospace;}#yiv1184064022 #yiv1184064022ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv1184064022 #yiv1184064022ygrp-mlmsg #yiv1184064022logo
{padding-bottom:10px;}#yiv1184064022 #yiv1184064022ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv1184064022 #yiv1184064022ygrp-msg
p#yiv1184064022attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv1184064022
#yiv1184064022ygrp-reco #yiv1184064022reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv1184064022 #yiv1184064022ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv1184064022 #yiv1184064022ygrp-sponsor
#yiv1184064022ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv1184064022
#yiv1184064022ygrp-sponsor #yiv1184064022ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv1184064022
#yiv1184064022ygrp-sponsor #yiv1184064022ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv1184064022 #yiv1184064022ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv1184064022 #yiv1184064022ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv1184064022 #yiv1184064022ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv1184064022
#yiv1184064022ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv1184064022