India lain, NKRI lain. Di India tidak ada kementrian agama, di NKRI ada 
kementrian agama, ada MUI, ada serdadu nya seperti FPI, MMI, MIT dan juga ada 
partai-partai politik agama. Kalau para petinggi berbicara pada pertemuan 
tertutup atau di muka umum selalu pada permulaan memakai ucapan bahasa Arab 
sekali pun  bisa diucapkan dalam bahasa Indonesia. Jadi agama dibawa sana sini 
oleh penguasa yang terdiri dari partai tsb termasuk yang merugikan rakyat. 
Rakyat dihipnotis dengan mantra-mantra agama.

From: mailto:[email protected] 
Sent: Thursday, January 5, 2017 1:42 AM
To: mailto:[email protected] ; 'Jonathan Goeij' 
Subject: [GELORA45] Di India, Mahkamah Agung Keluarkan Putusan yang Melarang 
Politisi Bawa-Bawa Agama dalam Kampanye

  

Dari dulu saya dengar diindia tak boleh mencampur adukan agama dengan politik

Sebab jika politik busuk maka agama juga akan ikut di cap busuk, makanya  di 
Indonesia tak ada politik berbau hindu

Seperti yang pernah saya bilang di KTP tidak ada kolom agama


From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, January 05, 2017 8:32 AM
To: Yahoogroups
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Di India, Mahkamah Agung Keluarkan Putusan 
yang Melarang Politisi Bawa-Bawa Agama dalam Kampanye


  

Cuman.... sayangnya bukan Indonesia.

Buat Indonesia langkah pertama mungkin bisa dengan menghapus UU Penodaan Agama.


---

Rabu, 4 Januari 2017

Di India, Mahkamah Agung Keluarkan Putusan yang Melarang Politisi Bawa-Bawa 
Agama dalam Kampanye
                        
                 
           
                 Di India, Mahkamah Agung Keluarkan Putusan yang Melarang 
Politisi Bawa-Bawa...
                  By Jitunews.com

                  Mahkamah Agung India melarang para politisi negeri ini 
memanfaatkan agama dan kasta dalam mendapatkan dukungan s...
                  
           
     

Mahkamah Agung India melarang para politisi negeri ini memanfaatkan agama dan 
kasta dalam mendapatkan dukungan suara pemilih. Putusan itu diperkirakan akan 
memaksa partai politik di India mengubah strategi mereka menghadapi Pemilu
3 Januari 2017 23:56 WIB
  a.. 
  a.. 


      Ilustrasi Situasi Politik di India
     Ist
     





INDIA, JITUNEWS.COM - Mahkamah Agung India melarang para politisi negeri ini 
memanfaatkan agama dan kasta dalam mendapatkan dukungan suara pemilih. Putusan 
itu diperkirakan akan memaksa partai politik di India mengubah strategi mereka 
menghadapi Pemilu nanti.

"Politisi tidak boleh mencari suara atas nama kasta, kepercayaan atau agama," 
kata Ketua Mahkamah Agung T.S. Thakur membacakan amar putusan sembari 
menambahkan bahwa proses Pemilu harus diselenggarakan secara sekuler.

India secara resmi adalah negara sekuler namun partai politik biasa menggunakan 
alasan agama dan kasta sebagai kriteria mereka dalam memilih calon pemimpin dan 
dalam meraih suara pemilih.

Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi dari Partai Bharatiya Janata (BJP) 
selama bertahun-tahun berjuang dalam Pemilu dengan membawa agenda nasionalis 
Hindu. Para anggota partai ini kerap dituding mengeluarkan 
pernyataan-pernyataan anti-muslim demi mendapatkan suara dari pemilih Hindu.

Keputusan mahkamah agung itu muncul hanya beberapa pekan menjelang pemilihan 
daerah di negara bagian Uttar Pradesh yang merupakan negara bagian paling padat 
penduduk di mana isu agama dan kasta kerap mendominasi tema Pemilu.

Hasil Pemilu akan penting bagi Modi yang memburu masa jabatan kedua pada Pemilu 
2019. Pilkada serupa juga berlangsung di negara bagian Punjab, Uttarakhand, Goa 
dan Manipur.

Putusan Mahkamah Agung yang didasarkan perkara yang diajukan seorang politisi 
pada 1996, menyebutkan bahwa etika sekuler dari konstitusi harus dilindungi.

Mayoritas dari tujuh hakim agung yang mengeluarkan putusan itu mengatakan 
Pemilu dianggap batal jika ada satu politisi saja yang berusaha mendapatkan 
suara dari pemilih dengan memanfaatkan sentimen agama.

REUTER| DAWN



@jitunews 
http://www.jitunews.com/read/50467/di-india-mahkamah-agung-keluarkan-putusan-yang-melarang-politisi-bawa-bawa-agama-dalam-kampanye#ixzz4UqIlMd7C







Kirim email ke